Ilustrasi foto: Pixabay

Tembak Mahasiswa, Anggota Polisi Divonis 10 Tahun Penjara

Estimasi Baca:
Kamis, 16 Nov 2017 05:00:32 WIB

Kriminologi.id - Seorang anggota polisi, Bismi Mahesa Bela Perdana, divonis 10 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jember, Rabu, 15 November 2017. Hakim memvonis Bismi Mahesa karena terbukti di persidangan menembak mahasiswa Universitas Muhammdiyah Jember, Dedy, hingga tewas. 

Ketua Majelis hakim Zulfikar mengatakan terdakwa terbukti secara meyakinkan membunuh korban dengan sepucuk senjata api jenis revolver di Jalan Sultan Agung Jember, sehingga terdakwa melanggar pasal 338 KUHP tentang pembunuhan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

"Terdakwa menarik pelatuk senjata api revolver karena senjata diarahkan kepada terdakwa dan tindakan itu terpaksa dilakukan untuk membela diri yang terungkap dalam persidangan," tuturnya dalam persidangan di PN Jember, Jawa Timur.

Ia mengatakan, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan dengan menggunakan senjata api jenis revolver, sehingga majelis hakim menjatuhkan putusan selama 10 tahun penjara.

BACA: Eks Politikus PKB Divonis 9 Tahun Bui, Hak Politik Dicabut

Vonis hakim tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Hakim mempertimbangkan terdakwa yang masih berusia muda dan sopan dalam persidangan. Sedangkan yang memberatkan, karena terdakwa seorang terdidik yang seharusnya bisa memberikan contoh tidak melakukan tindakan tersebut.

Jaksa Penuntut Umum Tendik yang didampingi Dodik mengatakan pihaknya akan mengikuti penasehat hukum terdakwa bilamana dalam 7 hari masih tetap melakukan banding, maka pihaknya sebagai jaksa penuntut umum akan mengikuti saja.

"Sebenarnya vonis yang dijatuhkan lebih ringan dengan tuntutan JPU sebelumnya selama 14 tahun, namun ada pertimbangan lain sehingga majelis hakim memvonis 10 tahun dipotong masa tahanan," tuturnya.

Sementara kuasa hukum terdakwa Eko Imam Wahyudi mengaku tidak sependapat dengan putusan majelis hakim yang menjatuhkan putusan 10 tahun kepada kliennya, namun ia menghormati putusan tersebut.

"Saya tidak puas dengan putusan majelis hakim, maka kami akan melakukan banding karena kematian korban itu disebabkan ketidaksengajaan akibat perebutan senjata api hingga menyebabkan pistol itu meletus mengenai korban," katanya.

BACA: Divonis 1,5 Tahun Penjara, Buni Yani Langsung Banding

Peristiwa penembakan oleh Bismi Mahesa terjadi di Jalan Raya Sultan Agung, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur, 11 Maret 2017.

Kejadian itu bermula saat Dedi yang dibonceng oleh temannya menggunakan sepeda motor bersenggolan dengan mobil Honda Jazz yang dikendarai Bismi Mahesa.  

Cekcok antara keduanya tidak dapat terhindarkan bahkan sempat terjadi perkelahian. Karena larut dalam perkelahian, Bismi Mahesa kemudian mengeluarkan senjata api.

Sempat terjadi perebutan senjata api saat perkelahian itu. Suara tembakan kemudian terdengar dan membuat Dedi meninggal dunia di lokasi kejadian.

Redaktur: Achmad Sakirin
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500