Ilustrasi vonis. Foto: Pixabay.com

Terbangkan Drone Dituduh Spionase, Sutradara Divonis 6 Tahun Bui

Estimasi Baca:
Jumat, 31 Ags 2018 16:10:35 WIB

Kriminologi.id - Pengadilan Kamboja pada Jumat menjatuhkan hukuman penjara enam tahun terhadap sutradara film asal Australia, James Ricketson atas tuduhan melakukan kegiatan spionase.

Pengadilan menetapkan Ricketson (69) bersalah melakukan spionase dengan menerbangkan sebuah pesawat nirawak atau drone saat kampanye politik sebuah partai oposisi.

Ricketson ditangkap Juni lalu setelah ia tertangkap kamera foto sedang menerbangkan pesawat nirawak itu di atas kegiatan kampanye, yang diselenggarkan oleh partai oposisi Kamboja yaitu Partai Penyelamat Nasional (CNRP).

Ia didakwa melakukan aksi tersebut walaupun masih belum jelas untuk siapa ia melakukannya.

Keluarga Ricketson melihat putusan pengadilan tersebut sebagai "tragedi nyata".

"Pengadilan Kota Phnom Penh telah memutuskan untuk menghukum James Ricketson dan memberikannya hukuman penjara enam tahun karena pemata-mataan serta mengumpulkan informasi yang berbahaya bagi negara antara Desember 2010 dan Juni 2017," kata Hakim Seng Leang dilansir Reuters, Jumat 31 Agustus 2018.

Ricketson  telah meringkuk di penjara selama lebih dari satu tahun sejak permohonan jaminannya ditolak, hadir di pengadilan dengan mengenakan seragam penjara berwarna merah muda.

Ia memegang sebuah buku soal mata-mata, yang berjudul 'The Faithful Spy' karangan Alex Berenson.

Ketika berbicara di pengadilan setelah putusan dibacakan, Ricketson menunjukkan rasa tidak percaya. "Untuk negara mana saya menjadi mata-mata?" katanya mempertanyakan.

"James (berumur) hampir 70 tahun dan kesehatannya sedang tidak bagus, keluarga kami sangat takut soal apa yang akan terjadi padanya di sana jika keadaan berubah menjadi buruk," kata keluarga Ricketson dalam pernyataan yang disampaikan setelah pembacaan putusan.

Mereka mengacu pada keadaan di penjara Prey Sar di Phonm Penh, tempat Ricketson menjalani penahanan selama ini.

"James bukan mata-mata. James cinta Kamboja dan rakyat Kamboja. Dia adalah seorang sutradara film dan sosok yang berperikemanusiaan," kata keluarganya.

Selama masa persidangan, yang dimulai pekan lalu, kiprah Ricketson dianggap telah merusak nama baik Kamboja di dunia internasional.

Ricketson telah mengunjungi Kamboja selama lebih dari 20 tahun. Ia membuat film dokumenter soal Kamboja dan para warga negara itu.

Jesse Ricketson, mengatakan putusan pengadilan untuk ayahnya itu sebagai 'tragedi' yang nyata.

"Sulit dibayangkan bagaimana masa depan ayah saya sekarang. Saya benar-benar khawatir keadaannya," tambahnya.

Dalam surat yang ditujukan kepada Perdana Menteri Kamboja Hun Sen bulan lalu, Ricketson memohon maaf atas pernyataan-pernyataan yang dimuat di media setempat yang dianggap tidak sopan terhadap Hun Sen.

Redaktur: Reza Yunanto
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500