Pengadilan internasional. Foto: ICTY

Terbukti Genosida, Mantan Jenderal Divonis Penjara Seumur Hidup

Estimasi Baca:
Rabu, 22 Nov 2017 23:18:46 WIB

Kriminologi.id - Pengadilan Perserikatan Bangsa Bangsa atau PBB memutus penjara seumur hidup terhadap mantan komandan militer Serbia Bosnia, Ratko Mladic, Rabu, 22 November 2017. Ia terbukti melakukan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Menurut pengadilan, Mladic terbukti merencanakan pembunuhan massal serta pembersihan etnis pada masa perang Bosnia.

Mladic yang berusia 74 tahun sempat dikeluarkan dari ruang pengadilan beberapa menit sebelum pembacaan putusan karena berteriak "ini semua kebohongan, kalian semua pembohong".

Pembacaan putusan itu juga sempat tertunda karena Mladic harus menjalani pemeriksaan tekanan darah.

BACA: PBB: Tentara Myanmar Perkosa Perempuan Rohingya Secara Sistematis

Pengadilan Pidana Internasional PBB untuk Yugoslavia memutuskan Mladic terbukti melakukan 10 dari 11 dakwaan, yang dituduhkan. Di antara dakwaan tersebut adalah pembunuhan terhadap 8 ribu pria Muslim di Srebrenica dan pengepungan ibu kota Bosnia, Sarajevo. Lebih dari 11 ribu orang tewas ditembak selama 43 bulan.

Pembunuhan pria dan remaja di Srebrenica terjadi setelah mereka dipisahkan dari perempuan, adalah salah satu kejahatan kemanusiaan terburuk di Eropa sejak Perang Dunia II berakhir.

"Kejahatan yang dilakukan adalah salah satu tindakan paling kejam yang pernah tercatat dalam sejarah manusia, termasuk di antaranya adalah genosida," kata Hakim Alphons Orie saat membacakan ringkasan putusan.

"Sebagian dari pria dan remaja ini dihina, diancam, dan dipaksa menyanyikan lagu-lagu Serbia, dan dipukuli, sementara mereka menunggu eksekusi," kata dia.

BACA: Delapan Orang Tewas dalam Serangan Bom Mortir di Suriah

Mladic mengaku tidak bersalah dalam semua dakwaan itu dan diperkirakan akan mengajukan banding. Dalam ringkasan putusan pengadilan, Mladic terbukti memiliki peran besar terhadap genosida di Srebrenica yang bertujuan untuk menghabisi populasi Muslim.

Dia juga secara langsung memerintahkan kepada pasukannya atas pengeboman yang terus menerus di Sarajevo. Ia bahkan berniat menghabisi pemeluk Islam dan suku Kroat dari Bosnia.

Di Jenewa, kepala badan hak asasi manusia PBB Zeid Ra'ad al-Hussein menyebut Mladic sebagai "lambang kejahatan" dan mengatakan bahwa hukuman yang dia terima setelah 16 tahun menjadi buron adalah kemenangan bersejarah bagi keadilan.

"Hukuman terhadap Mladic adalah gambaran dari apa itu keadilan internasional," kata Zeid dalam pernyataan tertulis.

"Putusan hakim pada hari ini adalah peringatan bagi pelaku kejahatan serupa, bahwa mereka tidak akan lolos dari hukuman, tidak peduli seberapa kuat mereka," kata dia.

BACA: Teror 30 Tahun: Serangan IRA hingga Bom ISIS

Ratko Mladic ditangkap di sebuah rumah di kawasan pertanian milik sepupunya di Serbia, Kamis, 26 Mei 2011. Penangkapan buronan internasional ini melibatkan agen Inggris dan Amerika Serikat. Usai ditangkap Mladic kemudian menjalani serangkaian tes identitas 

Mladic merupakan mantan pemimpin militer Serbia-Bosnia. Mahkamah Kejahatan Perang Den Haag telah mencari Mladic selama bertahun-tahun atas dakwaan genosida dan kejahatan perang.

Mladic telah menjadi buron Mahkamah Kejahatan Perang Den Haag sejak 1995. Kejahatan tersebut dilakukan oleh pasukannya selama perang Bosnia pada kurun tahun 1992 hingga 1995.

Redaktur: Achmad Sakirin
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500