Terdakwa Penistaan Agama di Karawang Divonis 1,5 Tahun Penjara

Estimasi Baca :

Ilustrasi: Media sosial Foto: Pixabay - Kriminologi.id
Ilustrasi: Media sosial Foto: Pixabay

Kriminologi.id - Majelis hakim Pengadilan Negeri Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menjatuhkan vonis satu tahun enam bulan penjara terhadap terdakwa penistaan agama, Aking Saputra. Vonis majelis hakim terhadap Aking sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang pada sidang sebelumnya menuntut terdakwa hukuman tersebut.

"Mengadili, menyatakan terdakwa Aking Saputra secara melanggar pasal 156 a tentang penodaan agama. Atas dasar itu, terdakwa harus menjalani hukuman sesuai vonis," kata Ketua Majelis Hakim Surachmat, dalam lanjutan sidang di Pengadilan Negeri Karawang, Jawa Barat, Senin, 18 Desember 2017.

Dalam amar putusannya, majelis hakim menilai Aking telah terbukti melanggar Pasal 156 a tentang penodaan agama. Namun, salah satu poin yang meringankan terdakwa karena mengakui kesalahannya dan sudah meminta maaf kepada masyarakat Karawang. Selain itu, selama menjalani persidangan, Aking juga dinilai tidak memberi keterangan berbelit-belit, sehingga persidangan berjalan lancar.

Baca: Diciduk di Rumah, Penghina Panglima TNI Bekerja Sebagai Dokter

Atas putusan tersebut, majelis hakim mempersilakan terdakwa untuk banding ke jenjang peradilan yang lebih tinggi. Mendengar tawaran tersebut, Aking hanya terdiam. Karena itu, majelis hakim memberikan waktu selama satu minggu untuk terdakwa memutuskan menerima atau melakukan perlawanan hukum.

Sementara Jaksa Penuntut Umum, menyatakan akan belum memutuskan apakah menerima terkait terkait vonis yang dijatuhkan hakim kepada terdakwa. Pihak Jaksa Penuntut Umum mengaku akan memikirkannya terlebih dahulu.

Terkait hukuman yang dijatuhkan kepada Aking, Jaksa Penuntut Umum menyebut sekitar April 2017 dan dalam waktu yang lain terdakwa secara berturut-turut melakukan perbuatan penodaan agama secara berlanjut dengan sengaja dan tanpa hak untuk menyebarkan informasi tersebut.

Informasi itu, kata Jaksa, sengaja disebar untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan terhadap individu ataupun kelompok berdasarkan suku, agama dan ras.

Baca: Sri Rahayu Saracen Divonis 1 Tahun Penjara

Selain itu, terdakwa juga membuat status di akun facebook bernama Aking Saputra yang bunyinya, "Kenapa ya anak-anak di Indonesia zaman sekarang banyak kelewatan bodohnya kalau bicara komunisme. Apakah anak zaman sekarang tahu bahwa banyak tokoh PKI adalah pemuka agama (tentunya mayoritas dari Islam)".

Tak hanya itu, status di akun Facebook-nya yang lain berbunyi, "Kitab sucinya mengajarkan kebencian, makian, ancaman, siksa neraka pedih, pembunuhan, hukum potong tangan, hukum rajam sampai mati".

Sidang putusan terhadap Aking Saputra dalam perkara penistaan agama dihadiri ratusan warga dari berbagai kelompok masyarakat. Sidang tersebut juga mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian setempat. TD

Baca Selengkapnya

Home Investigasi Vonis Terdakwa Penistaan Agama di Karawang Divonis 1,5 Tahun Penjara

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu