Ilustrasi ISIS. Ilustrasi: Dwiangga Perwira

Terlibat Pembantaian Ratusan Kadet di Irak, 14 Orang Dihukum Mati

Estimasi Baca:
Senin, 20 Ags 2018 16:45:13 WIB

Kriminologi.id - Pengadilan Irak menjatuhkan hukuman mati terhadap 14 orang karena terlibat dalam pembunuhan massal ratusan kadet angkatan udara Irak oleh militan Daesh di kota Tikrit. Para pelaku masih dimungkinkan untuk mengajukan banding atas putusan teresebut.

"Pengadilan Irak menghukum 14 terdakwa utama dalam pembantaian Speicher," kata Moen al-Kazemi, kepala komite untuk pembantaian itu, dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari Anadolu Agency, Senin, 20 Agustus 2018.

"Persidangan para terdakwa dilakukan di bawah UU anti-terorisme Irak," kata Moen menambahkan.

Menurut Moen para pelaku masih memiliki kemungkinan untuk mengajukan banding atas putusan tersebut.

"Keluarga para korban telah menyerukan untuk mempercepat pelaksanaan putusan sedini mungkin," katanya.

Pembunuhan massal terhadap ratusan kadet angkatan udara Irak oleh militan Daesh terjadi pada Juni 2014.

Pembataian itu dilakukan setelah teroris Daesh menguasai sebagian besar wilayah utara dan barat Irak.  Daesh dilaporkan membunuh lebih dari 1.700 taruna dan personel di akademi militer Speicher Saladin.

Dalam rekaman video yang diyakini menunjukkan pembantaian itu, militan terlihat menembaki korban dari jarak dekat sebelum membuang mayat mereka ke Sungai Tigris dan ke kuburan massal.

Selain video, foto-foto terkait peristiwa itu beredar luas. Para pemberontak ISIS bertopeng mengikat para taruna dan memuat mereka di atas truk. Sementara foto lain yang menunjukkan ISIS lusinan kadet ketika mereka sedang berbaring. 

Video propaganda ISIL menunjukkan mereka menembaki ratusan pria yang berbaris di kuburan massal di padang pasir. Beberapa taruna berpura-pura mati dan menutupi tubuh mereka dengan darah dan melarikan diri di malam hari.  ISIS kemudian merilis video pembantaian itu sebagai bagian dari video propaganda mereka.

Pada 2016, pemerintah Irak mengumumkan telah menemukan lebih dari 1.000 jenazah korban pembantaian di sejumlah kuburan pertama yang ditemukan di Tikrit.

Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500