Ilustrasi Penjara. Foto: Pixabay

Terlibat Penipuan, Dosen Universitas Mataram Divonis 2,5 Tahun Bui

Estimasi Baca:
Senin, 22 Jan 2018 23:05:28 WIB

Kriminologi.id - Hasanuddin Chaer, dosen nonaktif Fakultas Kejuruan Ilmu Pendidikan Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat, divonis 2,5 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Mataram. Hasanuddin disebut terbukti melakukan penipuan dengan modus menjanjikan korban lulus dalam tes penerimaan mahasiswa baru.

"Dengan ini majelis hakim menyatakan terdakwa Hasanuddin Chaer telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana penipuan secara bersama-sama dengan Lalu Syukur, dengan menjatuhkan pidana penjara selama dua tahun enam bulan," kata Ketua Majelis Hakim Didik Jatmiko dalam sidang putusannya di Pengadilan Negeri Mataram, Senin, 22 Januari 2018.

Baca: Mantan Dirut PT DGI Dudung Purwadi Divonis 4 Tahun Penjara

Vonis terhadap Hasanuddin Chaer sebanding dengan tuntutan jaksa penuntut umum yang sebelumnya menyatakan terbukti bersalah melanggar dakwaan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Salah satu unsur yang menjadi pemberat, menurut Majelis Hakim Pengadilan Negeri Mataram, Hasanuddin Chaer berprofesi sebagai pengajar. Seharusnya, perbuatan tersebut tidak patut dilakukan oleh seorang dosen. 
“Mengingat pendidikan adalah hal utama dalam menunjang kehidupan seseorang,” kata Hakim. 

Selanjutnya untuk terdakwa Lalu Syukur, rekan Hasanuddin Chaer yang berprofesi sebagai pengacara juga mendapat vonis pidana 2,5 tahun penjara.

Dalam sidang putusan yang digelar secara terpisah, Lalu Syukur dinyatakan terbukti bersalah melanggar dakwaan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Baca: Sukmawati Buron Sejak Awal Sidang, Hakim Vonis 10 Tahun Penjara

"Semua tindak pidananya sama, makanya putusannya sama," ucap Didiek.

Essuhadi selaku penasihat hukumi Lalu Syukur menyatakan kliennya akan mengajukan banding terhadap putusan majelis yang lebih berat dibandingkan dua tahun penjara yang dimohonkan oleh JPU.

Sedangkan dari tim JPU belum memberikan tanggapan terkait putusan tersebut, melainkan meminta waktu kepada Majelis Hakim untuk menentukan langkah selanjutnya.

Dalam uraian putusannya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Mataram menyatakan kedua belah pihak telah bersekongkol melalukan penipuan terhadap korban yang ingin anaknya lulus dalam tes penerimaan mahasiswa baru di Fakultas Kedokteran Unram.

Dengan memanfaatkan keinginan korban, Hasanuddin Chaer bersama Lalu Syukur menjanjikan anak korban lulus di Fakultas Kedokteran Unram jika menyerahkan uang sebesar Rp 200 juta.

Baca: 

Karena percaya dengan Hasanuddin Chaer yang berprofesi sebagai dosen Unram sekaligus panitia penerimaan mahasiswa baru, korban kemudian menyerahkan Rp 200 juta secara tunai.

Dari uang tersebut, Hasanuddin kemudian membaginya dengan Lalu Syukur. Sebanyak Rp 125 juta untuk Hasanuddin dan Lalu Syukur menerima Rp 55 juta, sedangkan sisanya diberikan kepada Baiq Tanti, seorang guru SMA dari anak si korban yang mengenalkannya kepada kedua terdakwa.

Namun uang senilai Rp 15 juta yang diterima Baiq Tanti, telah dikembalikan kepada Hasanuddin Chaer. Karena itu, jumlah keuntungan yang didapatkan Hasanuddin Chaer bertambah menjadi Rp 140 juta.

Belum merasa puas dengan keuntungan Rp 125 juta, Hasanuddin Chaer kembali meminta Rp50 juta kepada korban dengan alasan untuk uang tips bagi panitia penerimaan mahasiswa baru.

Baca: Pembunuh dan Pemerkosa Bocah SD Divonis 10 Tahun Penjara

Dengan mengutus Lalu Syukur, Hasanuddin Chaer kembali menerima Rp 50 juta dari korban. Keuntungan tambahan tersebut kemudian dibagi dua dengan Rp 15 juta untuk Hasanuddin Chaer dan sisanya diberikan kepada Lalu Syukur.

Setelah menyerahkan uang sebesar Rp 250 juta, korban tidak kunjung mendapatkan apa yang dijanjikan terdakwa. Hasil pengumuman tes penerimaan mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Unram periode tahun ajaran 2017-2018 menyatakan anak dari korban tidak lulus.

Meskipun tidak lulus, uang yang telah diberikan korban kepada Hasanuddin Chaer tidak juga dikembalikan. Karena itu, korban yang merasa dirugikan melaporkan Hasanuddin Chaer kepada polisi. TD

KOMENTAR
500/500