Ilustrasi pembunuhan. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Tewaskan Pramuria, Kiki Dihukum 13 Tahun Penjara

Estimasi Baca:
Kamis, 16 Ags 2018 08:05:54 WIB

Kriminologi.id - Rizky alias Kiki, terdakwa pembunuhan seorang pramuria di Namrole, Kabupaten Buru Selatan pada akhir 2017 akhirnya divonis penjara selama 13 tahun oleh Majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon. Hakim menilai, Kiki sengaja menghilangkan nyawa Wa Tia dengan cara menusuk tubuh korban dengan pisau berulang kali.

Putusan tersebut dibacakan majelis hakim yang diketuai oleh RA Didi Ismiatun didampingi Christina Tetelepta dan Leo Sukarno sebagai hakim anggota di Ambon, Rabu, 15 Agustus 2018.

"Menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar 340 juncto Pasal 338 KUHP dan menjatuhkan pidana penjara selama 13 tahun dikurangi masa penahanan serta memerintahkan terdakwa tetap berada di dalam tahanan," kata majelis hakim.

Hal yang memberatkan terdakwa dituntut penjara selama itu karena perbuatannya telah mengakibatkan orang lain meninggal dunia. Sedangkan yang meringankan adalah karena terdakwa bersikap sopan dan mengakui perbuatannya serta belum pernah dihukum.

Putusan majelis hakim juga lebih ringan dari tuntutan JPU Kejari Namlea, Aprianto Simanjuntak, yang dalam persidangan sebelumnya meminta terdakwa divonis 15 tahun penjara.

Perbuatan terdakwa telah dengan sengaja menghilangkan nyawa Wa Tia pada akhir tahun lalu dengan cara menusuk tubuh korban dengan pisau berulang kali.

Pembunuhan itu berlangsung di dalam rumah saksi Ny Wa Rima, dan usai melakukan perbuatannya terdakwa melarikan diri. Sementara korban masih sempat divekauasi ke Rumah Sakit Namlea, Kabupaten Buru tetapi dua hari kemudian meninggal dunia.

Saat korban masih dalam keadaan hidup, mengatakan dirinya ditusuk oleh terdakwa dan ia langsung melarikan diri dari tempat kejadian perkara. Saksi mengakui awalnya diminta oleh korban dan terdakwa untuk bekerja di rumahnya yang akan dijadikan sebagai sebuah kafe, namun permintaan itu ditolak.

Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Achmad Sakirin
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500