Sabu-sabu. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Tiga Pengedar Divonis 18 Tahun, Bawa Sabu Dari Jakarta ke Bali

Estimasi Baca:
Rabu, 5 Sep 2018 20:05:22 WIB

Kriminologi.id - Pengadilan Negeri Denpasar menjatuhkan vonis selama 18 tahun penjara kepada tiga terdakwa pengedar narkoba jenis sabu yakni Nurul Yasin (29), Eko Noor Yanto (31) dan Andita Permana (25). Ketiganya bersama-sama mengedarkan narkoba jenis sabu-sabu seberat dua kilogram.

"Perbuatan terdakwa terbukti bersalah melakukan permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkotika, tanpa hak dan melawan hukum menjual, membeli menerima, menjadi perantara dalam jual beli narkotika golongan I melebihi lima gram," kata Ketua Majelis Hakim Gde Ginarsa, Rabu, 5 September 2018

Dalam agenda pembacaan amar putusan dengan dua berkas berbeda di PN Denpasar, terlebih dahulu Gde Ginarsa memvonis terdakwa Nurul Yasin (29) selama 18 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar, subsider tujuh bulan kurungan penjara. 

Dalam berkas berikutnya, Ketua Majelis Hakim Purnami Dewi menghukum terdakwa Eko Noor Yanto (31) dan Andita Permana (25) dengan hukuman yang sama pula dengan terdakwa Nurul Yasin.

Hakim menilai ketiga terdakwa telah terbukti meyakinkan melanggar Pasal 114 Ayat 2 jo Pasal 132 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Putusan yang diberikan majelis hakim kepada terdakwa masing-masing 18 tahun penjara itu lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum dalam sidang sebelumnya.

Dalam sidang sebelumnya, jaksa menuntut ketiga terdakwa selama 19 tahun kurungan penjara dikurangi selama ketiga terdakwa berada di dalam tahanan. Namun, untuk denda yang dijatuhkan hakim sama dengan tuntutan jaksa.

"Hanya berbeda pada subsider atau jika tidak membayar denda, maka ketiga terdakwa ditambah masa hukumannya selama tujuh bulan, namun pada tuntutan sebelumnya kami (jaksa) menuntut subsider satu tahun penjara," ujar Jaksa Sobeng Suradal yang diwakili Nyoman Swastini usai persidangan.

Mendengar putusan hakim yang cukup tinggi itu, ketiga terdakwa menyatakan pikir-pikir atas putusan hakim. Jaksa penuntut umum juga menyatakan sikap serupa atas putusan hakim yang memilih pikir-pikir selama satu minggu ke depan.

Dalam dakwaan terungkap, perbuatan permufakatan jahat peredaran narkoba dilakukan ketiga terdakwa ini dilakukan pada 18 Maret 2018, pukul 09.00 WITA.

Saat itu, terdakwa Nurul Yasin memerintahkan terdakwa Eko Noor Yanto untuk mengambil sabu-sabu ke Jakarta. Terdakwa Eko Noor Yanto lalu berangkat ke Jakarta bersama Andita Permana pada 19 Maret 2018. Keduanya diberikan uang saku masing-masing Rp 3 juta. Uang saku tersebut ditransfer Bokir ke nomor rekening mereka.

Setibanya di Jakarta, kedua terdakwa menuju ke Puri Kembangan, Jakarta Barat dan bertemu dengan seseorang pria di MCD setempat yang memberikan tas warna hitam kepada keduanya. Setelah menerima barang itu, kedua terdakwa menuju Terminal Pulo Gebang dan membeli tiket bus Pahala Kencana dengan tujuan Jakarta-Bali.

Saat menuju dari Jakarta ke Bali, kedua terdakwa menyimpan sabu-sabu tersebut di bawah kursi penumpang. Keduanya tiba di Pos Pemeriksaan Masuk Pelabuhan Gilimanuk, Bali, pada 20 Maret 2018 sekitar pukul 19.30 WITA.

Saat itu, petugas Polda Bali mengetahui ada barang haram yang dibawa dua orang dari Jakarta ke Bali itu. Petugas lalu menghentikan bus dan memeriksa barang bawaan kedua terdakwa.

Dari hasil pemeriksaan, polisi mendapati dua plastik yang di dalamnya berisi sabu-sabu di dalam tas ransel Eko Noor Yanto. Saat dilakukan penimbangan, petugas mengetahui berat sabu-sabu itu mencapai 2 kilogram.

Dari temuan barang bukti itu, petugas menggiring keduanya ke rumah salah satu terdakwa Eko Noor Yanto di Jalan Nusa Indah, Ubung Kaja. Namun, di tempat itu, polisi tidak ditemukan barang bukti lain.

Saat pemeriksaan, kedua terdakwa mengaku sabu-sabu dari Jakarta itu mereka lakukan atas perintah Eko Noor Yanto. Dari hasil interogasi kedua terdakwa, polisi kemudian berhasil menangkap Nurul Yasin.

Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500