Tersangka penyelundupan sabu-sabu asal Malaysia ditangkap. Foto: Rahmat Kurnia/Kriminologi.id

TKI Bawa Sabu 1,41 Kg Usai Merantau di Malaysia, Divonis 17 Tahun Bui

Estimasi Baca:
Rabu, 25 Jul 2018 06:05:33 WIB

Kriminologi.id - Seorang Tenaga Kerja Indonesia asal Madura, Jawa Timur, bernama Munikmat divonis 17 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Mataram, Nusa Tenggara Barat. Vonis tersebut dijatuhi hakim karena Munikmat terbukti bersalah menyelundupkan sabu-sabu seberat 1,41 kilogram dari Malaysia pada Desember 2017. 

Ketua Majelis Hakim Suradi, mengatakan selain memvonis pidana penjara selama 17 tahun, Munikmat juga dipidana denda sebesar Rp 1 miliar subsidair dua bulan kurungan. Putusan tersebut sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang menyatakan terdakwa terbukti secara sah melanggar Pasal 112 Ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2019 tentang Narkotika.

“Terdakwa terbukti membawa, menyimpan, dan menguasai narkotika golongan satu bukan tanaman (sabu-sabu) di atas 5 gram, maka Majelis Hakim memutuskan dengan menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa Munikmat selama 17 tahun," kata Suradi.

Untuk pidana denda, kata Suradi, terdakwa diwajibkan untuk membayarnya sampai batas waktu yang telah ditentukan dalam putusan Majelis Hakim. Bila tidak mampu dibayarkan, maka wajib hukumnya terdakwa mengganti dengan pidana kurungan selama 2 bulan penjara. Putusan Majelis Hakim ini tidak berbeda dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum dari Kejati NTB yang diwakilkan Hendro Sayekti. 

Dalam tuntutannya, Munikmat dalam pledoinya mengatakan bahwa sabu tersebut bukan miliknya, melainkan titipan dari sepupu yang juga merantau di Malaysia sebagai TKI.

Usai mendengarkan putusannya, Munikmat di hadapan Majelis Hakim didampingi Penasihat Hukumnya, Cleopatra dan Hendi Ronanto, menyatakan bahwa dirinya belum siap menentukan pilihan terkait upaya hukum lanjutan yang ditawarkan Majelis Hakim.

"Minta waktunya yang mulia untuk pikir-pikir dulu," ujar Munikmat yang kemudian disambut dengan pernyataan senada dari JPU Hendro Sayekti.

Setelah mendengar jawaban tersebut, Majelis Hakim mengingatkan kembali bahwa batas waktu untuk memilih upaya hukum lanjutan hanya tujuh hari terhitung sejak putusannya dibacakan.

Jika sampai batas waktu yang telah ditentukan kedua belah pihak tidak mengajukan upaya hukum lanjutan, maka Majelis Hakim menyatakan putusan telah diterima dengan menerbitkan amar putusannya.

Penulis: Tito Dirhantoro
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500