Tersangka kasus korupsi KTP elektronik Anang Sugiana usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK (28/11/2017). Foto: Antara

Vonis Enam Tahun Penjara Untuk Eks Dirut PT Quadra Solution

Estimasi Baca:
Senin, 30 Jul 2018 14:35:25 WIB

Kriminologi.id - Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta memvonis Anang Sugiana Sudihardjo enam tahun penjara. Mantan Direktur Utama PT Quadra Solution itu terbukti mendapatkan aliran duit Rp 79 miliar dari proyek e-KTP.

"Menyatakan terdakwa Anang Sugiana Sudiharjo telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi. Maka terdakwa divonis enam tahun penjara. Denda Rp 1 Miliar subsider empat bulan kurungan," kata Ketua Majelis Hakim Franky Tumbuwan saat membacakan vonis di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin, 30 Juli 2018.

Anang, menurut dia, terlibat dalam skandal suap untuk Setya Novanto. Alasannya karena Anang terlibat dalam transaksi Dirut PT Biomorf almarhum Johannes Marliem yang mengirim uang kepada Direktur PT Murakabi Irvanto Hendra Pambudi untuk kepentingan Setya Novanto sebesar USD 3,5 juta dari proyek e-KTP. Johannes mengirimkan uang itu ke keponakan Novanto dengan cara bertahap melalui money changer.

Selain itu, Johannes mengirimkan uang USD 1,8 juta ke rekening perusahaan PT OEM milik Made Oka Masagung. Kemudian Anang Sugiana juga mentransfer uang kembali USD 2 juta ke Made Oka Masangung. 

"Menimbang Johannes dan Anang mengirimkan uang untuk kepentingan Setya Novanto seluruhnya USD 7,2 juta dolar melalui Irvanto Hendra Pambudi dan Made Oka Masagung. Johannes bilang kepada Anang uang sudah dikirimkan ke babenya asiong," kata hakim.

Hal yang memberatkan, Anang dinilai tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi. Sementara yang meringankan, Anang belum pernah dihukum, mau mengakui kesalahan dan bersedia membayar uang pengganti yang dibebankan kepadanya.

Vonis hakim tersebut lebih ringan satu tahun dibandingkan dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK yang menuntut tujuh tahun penjara. Ia juga dituntut membayar denda sebesar Rp 1 miliar subsider enam bulan kurungan.

Atas perbuataan itu, negara mengalami kerugian sebesar Rp 2,3 triliun. Anang terbukti melanggar Pasal 2 ayat 1 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Reporter: Dimeitri Marilyn
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500