Vonis Mati Hakim Untuk Pembunuh Anak dan Ibu Mertua Pejabat di Aceh

Estimasi Baca :

Ilustrasi vonis. Foto: Pixabay.com - Kriminologi.id
Ilustrasi vonis. Foto: Pixabay.com

Kriminologi.id - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tapaktuan menjatuhkan vonis hukuman mati terhadap terdakwa Edi Syahputra, pelaku pembunuhan berencana terhadap dua anak pejabat Aceh Barat Dayah dan mertuanya. Vonis yang dibacakan Majelis Hakim ini sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang pada sidang sebelumnya juga menuntut terdakwa dengan hukuman pidana mati.

Majelis hakim menilai pria berusia 25 tahun itu, secara sah dan meyakinkan telah melakukan perbuatan menghilangkan nyawa orang lain dengan sengaja.

Kasus pembunuhan itu terjadi pada tanggal 16 Mei 2017, sekitar pukul 01.17 WIB di Desa Meudang Ara, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Abdya.

Tiga korban meninggal masing-masing, Habibi Askhar Balihar (8) dan Fakhrurrazi (12), dua anak Mulyadi (Kepala Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang Abdya), dan ibu mertuanya, Hj Winarlis (62).

Baca: Feri, Arsitek Korban Pembunuhan di Depok Dikenal Penganut Klenik

Kasus pembunuhan tersebut dilakukan terdakwa di rumah Hj Wirnalis di Jalan Lukman, Dusun III, Desa Meudang Ara, Blangpidie.

Ketua Majelis Hakim Zulkarnain SH, MH didampingi dua hakim anggota Armansyah Siregar MH dan Muammar Maulis Kadafi MH pada amar putusan yang dibacakan di Pengadilan Negeri Tapaktuan, Senin, 8 Januari 2018 menyatakan, dalam vonis tersebut tidak ada yang meringankan terdakwa.

Adapun keadaan yang memberatkan, kata majelis hakim, adalah perbuatan terdakwa sangat meresahkan masyarakat, karena telah mengakibatkan ketiga korban meninggal dunia. Termasuk juga terdakwa sudah pernah dihukum sebelumnya.

Baca: Dituding Lindungi Bukti Pembunuhan, Mantan Presiden Georgia Dihukum

Vonis hukuman mati ini baru pertama kali dijatuhkan kepada terpidana kasus pembunuhan di wilayah hukum Aceh Selatan Raya (Aceh Selatan, Abdya, Subulussalam dan Singkil).

Sejumlah kalangan di Aceh Selatan memuji putusan yang dijatuhkan Majelis Hakim tersebut. Menurut mereka putusan tersebut setimpal dengan perbuatan terdakwa yang telah membunuh tiga nyawa dengan cara sadis dan keji.

Saat pembacaan putusan, terdakwa turut didampingi penasehat hukumnya, Muhammad Nasir Selian SH. Atas putusan tersebut, Majelis hakim memberi waktu tujuh hari untuk JPU dan penasehat hukum terdakwa.

"Majelis hakim memberikan waktu tujuh hari untuk pikir-pikir, apakah banding atau terima," ungkap JPU yang ditanyai usai sidang putusan tersebut.

Prosesi sidang dengan agenda pembacaan amar putusan oleh Majelis Hakim PN Tapaktuan ini mendapat pengawalan ketat dari sejumlah aparat kepolisian bersenjata lengkap dari Polres Aceh Selatan.

Saat Majelis hakim membacakan amar putusannya, terdakwa tampak tertunduk lesu dan sesekali terlihat melirik kearah penasehat hukumnya.

Baca: Pembunuhan Sopir Grab, Sweater Bertuliskan Geng Jepang Milik Pelaku

Salah seorang keluarga korban sempat tersulut emosi saat majelis hakim sedang membacakan amar putusan tersebut, namun yang bersangkutan langsung diamankan oleh petugas ke ruang sidang.

Terdakwa melanggar Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukum mati. Subsider melanggar Pasal 339 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup.

Lebih subsider melanggar Pasal 338 tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman maksimak 15 tahun, dan melanggar Pasal 76 huruf C jo Pasal 80 ayat (3) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2004 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun.

Baca Selengkapnya

Home Investigasi Vonis Vonis Mati Hakim Untuk Pembunuh Anak dan Ibu Mertua Pejabat di Aceh

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu