Ilustrasi tuntutan jaksa. Foto: Pixabay

Wanita Korban Perkosaan Inses di Jambi Diputus Lepas

Estimasi Baca:
Selasa, 28 Ags 2018 16:20:17 WIB

Kriminologi.id - WA, korban perkosaan inses atau hubungan seksual sedarah diputus bebas majelis hakim Pengadilan Tinggi Jambi. Majelis hakim Pengadilan Negeri Muara Bulian beberapa waktu lalu memvonis WA bersalah karena melakukan aborsi.

WA merupakan korban inses yang dilakukan AS, kakak kandungnya. 

Humas Pengadilan Tinggi Jambi Hasolon Sianturi mengatakan terdakwa WA divonis majelis hakim dengan putusan lepas, dan hukuman itu dibacakan oleh hakim dipimpin Jhon Diamond Tambunan dan anggota Hiras Sihombin serta Efran Basuning.

"Putusan majelis hakim PT Jambi tersebut dibacakan pada perkara banding kasus anak dengan terdakwa WA, pada Senin 27 Agustus 2018," kata Hasolon di Jambi, Selasa, 28 Agustus 2018.

Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan terdakwa WA telah terbukti melakukan tindak pidana aborsi, namun yang dilakukannya dalam keadaan terpaksa, sehingga melepaskan korban WA dari segala tuntutan hukum.

Selain itu, hakim juga meminta kepada pihak-pihak terkait untuk memulihkan hak anak dalam kemampuan, kedudukan dan harkat serta martabatnya.

"Membebankan biaya perkara untuk kedua tingkat peradilan baik peradilan tingkat pertama maupun peradian tingkat banding kepada negara," kata Humas Pengadilan Tinggi Jambi Hasolon Sianturi.

Sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Negeri Muara Bulian, Kabupaten Batanghari menjatuhkan vonis dua tahun penjara terhadap AS (18), terdakwa kasus hubungan sedarah yang berujung aborsi terhadap adiknya WA (15). Adik kandung AS, WA juga dijatuhi hukuman enam bulan penjara.

Selain pidana penjara, kedua kakak beradik tersebut juga dijatuhi pidana tambahan berupa pelatihan kerja selama tiga bulan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Muara Bulian, Kabupaten Batanghari.

Vonis terhadap kedua terdakwa tersebut jauh lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Batanghari. Dalam persidangan sebelumnya, terdakwa AS, kakaknya dituntut tujuh tahun penjara, sedangkan adiknya WA dituntut satu tahun penjara.

Hubungan badan antara AR (18) dan WA (15) yang merupakan kakak beradik ini tercium setelah seorang pemilik kebun terkejut lantaran menemukan janin bayi di perkebunan miliknya.

Tak menunggu waktu lama, pemilik kebun langsung melaporkan penemuan janin bayi itu ke bidan setempat, yang kemudian diteruskan ke pihak kepolisian. Dari penyelidikan polisi, diketahui janin bayi itu merupakan hasil hubungan sedarah.

Karena tak ingin malu pada tetangga, janin bayi yang dikandung sang adik diaborsi dengan dibantu ibundanya sendiri berinsial AD (38). Janin bayi tersebut kemudian dibuang ke perkebunan sawit milik warga. 

Kasat Reskrim Polres Batanghari, Iptu Dimas Arki menjelaskan, hubungan badan antara kakak dan adik itu dilakukan berulang kali. Dalam bayang-bayang ancaman, AR kerap memaksa adiknya WA untuk memuaskan nafsu bejatnya itu. Sang kakak tega melampiaskan nafsu bejatnya kepada adiknya sendiri karena terpengaruh tontonan video porno.

Tanpa sepengetahuan orang tuanya, AR mengaku hubungan terlarang dengan adiknya itu kerap dilakukan di rumah. Akibat hubungan terlarang tersebut, WA pun hamil. Sang ibunda yang mengetahui anaknya hamil merasa panik lantaran bakal malu terhadap tetangga. Dibantu ibunya berinisial AD, akhirnya diputuskan janin bayi berusia delapan bulan yang tengah dikandung WA diaborsi.

Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Syahrul Munir
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500