Dok. Jeorge Glas. Foto: Twitter/Jorge Glas

Wapres Ekuador Dihukum 6 Tahun Penjara karena Korupsi

Estimasi Baca:
Kamis, 14 Des 2017 14:08:59 WIB

Kriminologi.id - Wakil Presiden Ekuador, Jorge Glas dihukum enam tahun penjara karena terlibat dalam kasus suap yang dilakukan oleh perusahaan konstruksi Brazil, Odebrecht. Vonis itu dijatuhkan pengadilan di Ekuador, Rabu, 13 Desember 2017 kepada Glas karena terlibat pencucian uang untuk memperkaya diri. 

Vonis Glas adalah hukuman pertama yang dijatuhkan di Ekuador dalam kasus suap perusahaan konstruksi Odebrecht. Empat terdakwa lagi dijatuhi hukuman yang sama, termasuk pamannya, Ricardo Rivera.

Sementara tiga orang lagi dijatuhi hukuman 14 bulan penjara. Mereka mendapat pengurangan hukuman karena telah bekerjasama dengan pemerintah. Satu tersangka terakhir dinyatakan tidak bersalah.

Selain itu, mengingat luasnya kasus korupsi yang terlibat, orang yang dihukum harus mengembalikan aset negara sebesar US$ 33,3 juta atau hampir Rp 500 miliar yang telah digelapkan.

Baca: Setnov Didakwa Terima US$ 7,3 Juta dan Jam Mewah dari Proyek E-KTP

Hakim Edgar Flores, Presiden Pengadilan Nasional, mengatakan korupsi tersebut juga meliputi kejahatan lain termasuk menerapkan pengaruh dan pencucian uang.

Ia menambahkan pengadilan telah menerima bukti dari Departemen Kehakiman AS dan seorang mantan eksekutif Odebrecht, Jose Conceicao Santos.

Glas (48) menjadi menteri telekomunikasi dari 2009 sampai 2010 sebelum menjadi wakil presiden sejak 2013 di bata mantan presiden Rafael Correa dan Presiden saat ini Lenin Moreno.

Ia telah dikenakan penahanan kota di Quito sejak 2 Oktober. Namun, selama proses pengadilan, ia dengan keras mempertahankan ia tidak bersalah dan menolak untuk meletakkan jabatan wakil presiden.

Baca: KPK Terima Permohonan Justice Collaborator Andi Narogong

Glas sekarang menjadi pejabat paling senior yang dijebloskan ke dalam penjara dalam skandal korupsi Odebrecht, yang telah melanda Amerika Latin.

Odebrecht, perusahaan pembangunan terbesar di Brazil, didapati telah menyuap para pejabat di seluruh wilayah itu sebagai imbalan bagi kontrak prasarana publik.

Menurut dokumen yang diberikan oleh AS, Odebrecht membayar US$ 33,5 juta dalam bentuk suap kepada para pejabat Ekuador antara 2007 dan 2016.

Glas memiliki kemungkinan untuk mengajukan banding atas putusan tersebut tapi Majelis Nasional sekarang juga bisa bergerak cepat untuk memazulkan dia.

KOMENTAR
500/500