Ilustrasi: Uang palsu Foto: Pixabay.com

Jelang Pilkada, Peredaran Uang Palsu Berpotensi Marak 

Estimasi Baca:
Selasa, 21 Nov 2017 17:03:11 WIB

Kriminologi.id - Bank Indonesia mengimbau masyarakat untuk waspada dengan adanya potensi maraknya peredaran uang palsu menjelang Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada 2018 yang akan berlangsung di sejumlah daerah di Indonesia.

Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, Suhaedi, mengatakan saat Pilkada berlangsung banyak terjadi politik uang. Dikhawatirkan ada oknum-oknum yang sengaja memanfaatkan momen tersebut untuk menyebarkan uang palsu.

"Sejauh ini kita terus lakukan sosialisasi kepada setiap masyarakat tentang tiga D agar masyarakat bisa mengetahui ciri-ciri uang palsu yang bisa saja muncul jelang dan saat Pilkada nanti," kata Suhaedi di Jakarta, Selasa, 21 November 2017.

Baca: Sindikat Uang Palsu Gandakan Uang Pakai Alat Sablon

Menurut Suhaedi, tiga D yang artinya diterawang, dilihat dan diraba adalah cara yang paling ampuh agar masyarakat bisa mengetahui ciri-ciri keaslian uang. Upaya pencegahan penyebaran uang palsu di tengah masyarakat, Bank Indonesia bekerja sama dengan pihak kepolisian tidak hanya di ibukota negara tetapi juga di setiap daerah di Indonesia.

Infografik Waspada uang palsu. ini ciri uang asli. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/ Kriminologi.id

"Saat ini bersama-sama dengan aparat kepolisian kita meningkatkan sosialisasi. Bank Indonesia dengan Bareskrim sudah merancang program untuk sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dan aparat penegak hukum lainnya sehingga penanganan uang palsu akan lebih efektif bukan hanya kepada pengedar tetapi akan sampai dengan pemodalnya," tuturnya.

Suhaedi menambahkan, pihaknya mengapresiasi hasil kerja Bareskrim Polri yang dengan sigap membongkar sindikat peredaran uang palsu sebanyak 373 lembar pada Oktober 2017 lalu.

Baca: Ratusan Lembar Uang Palsu Ditemukan di Bawah Pohon Cemara

"Ini luar biasa sekali. Kami dari BI sangat menyambut baik kerja keras dari Bareskrim," katanya.

Suhaedi mengaku, penemuan uang palsu di tengah masyarakat kini trennya telah menurun yang ditangani pihak kepolisian, termasuk juga melalui pelaporan dari seluruh bank kepada Bank Indonesia. 

Berdasarkan catatan Bank Indonesia, hingga September 2017 telah terjadi penurunan peredaran uang palsu dari sebelumnya 200 ribu lembar yang beredar menjadi satu lembar.

"Kita berharap tren penurunan ini akan terus berlanjut seterusnya," kata Suhaedi. TD

Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Achmad Sakirin
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500