Ilustrasi diskotik rentan narkoba. Ilustrasi: Kriminologi.id

10 Diskotek Terjerat Narkoba Sepanjang 2017, Tak Semuanya Ditutup

Estimasi Baca:
Sabtu, 3 Mar 2018 09:00:06 WIB

Kriminologi.id - Mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso pernah menantang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menutup 36 diskotek sarang peredaran narkoba. 

Tantangan Buwas cukup beralasan. Sebab, sering kali pengungkapan adanya peredaran narkoba di beberapa diskotek itu tidak diikuti dengan tindakan tegas seperti penutupan dan pemberhentian operasi.

Menanggapi tantangan itu, Anies Baswedan mengatakan tidak khawatir untuk menutup diskotek yang terbukti melanggar peraturan daerah (Perda) tanpa berpikir akan menurunkan pendapatan.

Penggerebekan dan razia memang telah sering dilakukan aparat penegak hukum. Namun, kebanyakan dari diskotek yang digerebek itu masih bebas beroperasi.

Baca: Buwas Tantang Anies Baswedan Tutup 36 Diskotek Narkoba

Infografik 10 Diskotek Yang terseret Kasus Narkoba. Infografik: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Berdasarkan penelusuran Kriminologi, sepanjang 2017 lalu setidaknya ada 10 nama diskotek yang diketahui pernah terjerat kasus narkoba. Dari 10 diskotek tersebut, hanya 4 diskotek yang berujung pada penyegelan dan penutupan. Berikut adalah nama-nama diskotek yang berhasil dirangkum Kriminologi:

1. Diskotek MG Internasional Club

BNN bersama sejumlah aparat Polri dan TNI menggerebek diskotek MG Internasional Club yang terletak di Jalan Pangeran Tubagus Angke, Wijaya Kusuma, Jakarta Barat, pada Minggu dini hari, 17 Desember 2017. 

Dari penggerebekan itu, BNN menjaring 120 pengunjung yang terindikasi positif menggunakan narkoba berdasarkan tes urine. Selain itu, BNN juga menemukan narkoba dan miras siap edar, juga sebuah pabrik dan laboratorium pembuatan sabu-sabu dan ekstasi di lantai 3 dan 4 gedung diskotek.

Berdasarkan temuan besar tersebut, BNN melakukan penyegelan dan menutup diskotek MG Internasional dari semua aktivitas bisnisnya.

2. Diskotek Illigals

BNN Provinsi DKI Jakarta menangkap dua bandar narkoba yang hendak memasok ekstasi ke diskotek Illigals di Tamansari, Jakarta Barat, saat menjalankan Operasi Berbinar pada 11 Mei 2017. Kedua bandar yang sudah menjadi target operasi selama dua bulan itu adalah yakni Dony Irawan dan Nur Rohmadani alias Dani.

Keduanya disergap di lantai 2 diskotek. Dari hasil penggeledahan, petugas mengamankan 1.000 butir pil ekstasi, 470 butir Happy Five, 375 paket sabu seberat 0,6 gram dan 139 klip sabu masing-maisng seberat 0,5 gram. Selain itu, petugas juga mendapatkan 16 buah sedotan untuk alat hisap sabu berjenis bong, 2 buah alat hisap sabu, dan 3 buah timbangan digital.

Meskipun telah ditemukan ribuan narkoba, diskotek Illigals tak kunjung ditutup. Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta saat itu, Djarot Saiful Hidayat, mengaku tidak bisa langsung menutup. Djarot berjanji akan melakukan penutupan jika kembali ditemukan narkoba di tempat itu. Sejauh ini, pihaknya hanya melayangkan peringatan keras ke manajemen Illigals.

3. Diskotek Diamond

Polisi melakukan penggerebekan di diskotek Diamond, Tamansari, Jakarta Barat, pada Rabu malam, 13 September 2017. Pada penggerebekan itu, politikus Partai Golkar, Indra J Piliang, bersama dua rekannya yaitu Romi Fernando dan M Ismail Jamani ditangkap karena positif menggunakan sabu. 

Diskotek Diamond sudah pernah mendapatkan peringatan keras sebelumnya dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta karena ada peredaran narkoba di tempat itu. Kejadiannya belum lama, yaitu pada April 2017, di mana sebanyak 16 orang terjaring lantaran positif menggunakan narkoba.

Sejak Kamis malam, 16 November 2017, Pemprov DKI Jakarta menutup permanen diskotek Diamond. Dengan demikian, tempat hiburan malam itu sudah tidak beroperasi lagi.

Baca: 36 Diskotek Narkoba, Anies: Kami Habisi, Masih Banyak Sumber Lain

4. Diskotek Exotic

Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya menggerebek diskotek Exotic, Mangga Besar, Jakarta Pusat, pada Rabu malam, 25 Mei 2017. Satu pengunjung laki-laki kedapatan membawa dua butir ekstasi dan satu pengunjung perempuan membawa satu butir ekstasi yang sudah dihancurkan. Selain itu, sebanyak tujuh dari 88 pengunjung diamankan karena positif mengonsumsi narkoba.

Beberapa bulan sebelumnya, tepatnya Jumat malam, 31 Maret 2017, juga dilakukan penggeberekan di tempat yang sama oleh tim gabungan dari polisi, BNP dan Provost TNI. Dari penggeberekan itu empat bandar narkoba berhasil ditangkap.

Selain itu, terdapat sekitar 20 pengunjung yang diamankan karena saat tes urine positif mengonsumsi narkoba. 

Pemprov DKI sempat mengancam akan menutup diskotek Exotic karena temuan narkoba di tempat itu bukan kali yang pertama. Namun hingga kini masih beroperasi.

5. Diskotek New Star

Tim Gabungan Polresta Denpasar dan Badan Nakotika Kabupaten (BNK) Badung menggerebek diskotek New Star di Jalan Soputan, Denpasar Barat, pada Rabu dini hari, 19 Juli 2017. Pada operasi penggerebekan itu sebanyak 106 personel dikerahkan.

Dari penggerebekan itu, petugas tidak menemukan barang bukti narkoba. Namun, dari hasil pemeriksaan urine, ditemukan empat pengunjung iskotek yang positif menggunakan narkoba. Masing-masing adalah MD (40), FM (28), DS (28), serta MR (28). Pasca dilakukan penggerebekan itu, diskotek New Star masih beroperasi seperti biasa.

6. Bibir Music Club (BMC)

Penggerebekan ke diskotek bernama Bibir Music Club atau BMC di Jalan Pura Demak, Denpasar Barat, dilakukan oleh Tim Gabungan Polda Bali yang berjumlah 223 personel pada 16 Juli 2017.

Sebanyak 8 butir pil ekstasi berhasil diamankan. Ditemukan juga bekas lintingan ganja, alat hisap sabu, senjata tajam, sejumlah senapan angin. Petugas mengamankan 21 orang, yang terdiri dari karyawan dan pengunjung, karena terbukti positif narkoba.

Usai penggerebekan yang dilakukan, petugas langsung melakukan penyegelan pada diskotek BMC karena jam operasionalnya yang dianggap tidak lazim. Selain itu, Polda Bali juga merekomendasikan dilakukan penutupan kepada Pemkot Denpasar karena beroperasi tanpa izin selama sekitar 20 tahun, juga diduga sebagai sarang peredaran narkoba. 

7. Diskotek Akasaka

Senin sore, 5 Juni 2017, Direktorat Narkoba Bareskrim Mabes Polri dengan dan dibantu personel Polda Bali menggerebek diskotek Akasaka di Simpang Enam, Jalan Teuku Umar, Denpasar Barat.

Manajer Pemasaran Akasaka, Willy ditangkap petugas berikut barang bukti 19.000 butir pil ekstasi senilai Rp 9,5 miliar dari penggerebekan tersebut. Selain itu, petugas juga mengamankan tiga tersangka lainnya, yakni BL (50), DS (38) dan IS (48). Keempat orang tersebut diketahui sebagai pemain lama dan sudah menjadi target Mabes Polri dan Polda Bali sejak setahun sebelumnya.

Setelah penggerebekan itu, Kapolda Bali menutup diskotek Akasaka sebagai bukti bahwa tidak ada tempat hiburan yang kebal hukum di Bali, meskipun Bali adalah destinasi turis.

Baca: Pergantian Tahun, BNN Incar Bandara dan Tempat Hiburan Malam

8. Diskotek Barcelona

Tim Gabungan Polrestabes Medan melakukan penggerebekan ke beberapa diskotek di wilayah Kota Medan, 16 Juli 2017. Salah satu sasaranya adalah diskotek Barcelona yang terletak di Jalan Pancing, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Seituan. Dari hasil penggeberekan itu, petugas mengamankan seorang perempuan bernama Anggi Permatasari (24) yang positif mengonsumsi narkoba jenis ekstasi.

Sebelumnya pada 19 Februari 2017 di diskotek ini juga pernah digerebek dan berhasil mengamankan sebanyak delapan pengunjung yang diduga menggunakan narkoba dari dalam diskotek.

Diskotek Barcelona diketahui sudah beberapa kali dilakukan penggerebekan dan disegel karena tidak memiliki izin operasional. Namun demikian, diskotek Barcelona tak kunjung tutup dan tetap menjalankan bisnisnya.

9. Diskotek Equator

Penggerebekan di diskotek Equator dilakukan di hari yang sama dengan diskotek Barcelona. Sejumlah pengunjung dikumpulkan untuk didata dan dilakukan tes urine. Dari hasil tes urine, sebanyak 34 pengunjung laki-laki dan 4 perempuan positif menggunakan narkoba jenis ekstasi.

Sebelumnya, penggerebekan di diskotek Equator pernah dilakukan pada 2 April 2017. Dalam penggerebekan itu puluhan pengunjung diamankan karena positif menggunakan narkoba. Selain itu, petugas juga menemukan satu setengah butir pil ekstasi dari seorang pengunjung. Diskotek Equator masih tetap menjalankan bisnis hiburan malam. 

10. Diskotek Elegant

Aparat gabungan dari Polrestabes Medan, BNN dan Detasemen Polisi Militer melakukan penggerebekan di diskotek Elegant di Jalan Gatot Subroto, Kota Medan, pada Sabtu dini hari, 25 Februari 2017.

Dari 43 pengunjung yang diperiksa, sebanyak 21 pengunjung positif menggunakan narkoba. Terdiri dari 12 orang perempuan dan 9 orang laki-laki. Mereka pun akhirnya dibawa ke kantor BNN Sumatera Utara untuk pemeriksaan lebih lanjut. RZ

KOMENTAR
500/500