Foto: Ilustrasi negara dengan angka kejahatan tertinggi

10 Negara dengan Angka Kriminalitas Tertinggi di Dunia

Estimasi Baca:
Minggu, 27 Ags 2017 22:57:40 WIB

Kriminologi.id - Kejahatan adalah fenomena sosial sehingga tidak dapat dipisahkan dari masyarakat itu sendiri. Walhasil, kejahatan akan menjadi masalah yang dihadapi setiap negara.

”Setiap negara akan melakukan berbagai upaya dan strategi untuk menurunkan angka kejahatan di negaranya,” demikian Richard Quinney dalam Social Reality of Crime.

Perampokan, pembunuhan, kasus narkoba, dan korupsi, bukan barang aneh di sejumlah negara. Mengutip Gazetereview, Juni 2017, berikut ini daftar sepuluh negara dengan peringkat kejahatan tertinggi di dunia. Data ini disusun berdasarkan laporan lembaga ternama, seperti antara lain Nations Office on Drugs and Crime (UNODC).

 

#10. Kenya

Kejahatan yang terjadi di Kenya tidak hanya dilakukan individu saja tapi juga dilakukan kelompok yang terorganisir. Berdasarkan data 2016 diketahui aksi kejahatan yang paling sering terjadi adalah carjacking atau disebut juga pembajakan mobil. Rata-rata ada 10 kejadian carjacking setiap harinya di Ibu Kota Nairobi.

Selain itu, modus kejahatan yang paling populer di kota-kota besar di sekitar Kenya adalah pencurian dan penipuan terhadap wisatawan. Pelaku kejahatan akan menyamar dan mengaku sebagai polisi setempat dengan menggunakan pakaian yang sama dengan polisi. Bahkan, mereka juga mendirikan pos-pos polisi palsu.

Masalah korupsi di ranah politik dan institusi kepolisian di Kenya telah meluas. Bahkan berdasarkan hasil sigi nasional, rata-rata warga di Kenya membayar suap hampir setiap hari.

Adapun terkait masalah paramiliter non pemerintahan, di Kenya terdapat kelompok Militan Islam yang bernama Al-Shabaab yang berasal dari Somalia. Pengikuti kelompok ini menyebar di Kenya sebagai bentuk pembalasan dendam atas operasi pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa.

 

#9. Brasil

Brasil memiliki tingkat kasus pembunuhan tertinggi di dunia. Diperkirakan 30 orang korban pembunuhan dari setiap 100 ribu penduduk. Sejarah panjang tentang banyaknya kekerasan akibat kegiatan perdagangan narkoba, jumlah populasi yang besar, keberadaan geng-geng di masyarakat menjadikan kehidupan di Brasil sebagai salah satu negara yang berbahaya di muka bumi.

Terdapat satu kelompok kejahatan yang terkenal di Brasil  bernama Favelas. Kelompok Favelas ini yang selanjutnya akan terus memastikan kejahatan di Brasil tetap berlanjut jika memang tidak dilakukan perubahan sosial. Saat ini, anak-anak berusia 6 tahun juga sering direkrut untuk membantu transportasi dan penjualan obat-obatan terlarang.

Korupsi yang terjadi di Brasil sudah merajalela baik di tingkat lokal dan regional. Hal ini disebabkan karena uang hasil penjualan senjata ilegal dan penjualan narkoba seringkali digunakan untuk membayar pihak berwenang untuk menutup mata atas tindakan-tindakan ilegal yang terjadi.

 

#8. El Salvador

Sejak 2012, El Salvador menghadapi permasalahan penting terkait keamanan di dalam negeri. Hal ini disebabkan dua kelompok mafia yang bernama MS-13 dan Calle 18. Kedua kelompok ini terkadang terlihat seperti pahlawan oleh masyarakatnya.

Namun, kedua kelompok ini memiliki pasukan kematian yang dijuluki La Sombra Nigre. Akibat dari kekerasan yang dilakukan geng-geng ini berdampak pada angka pembunuhan di El Salvador. Menurut estimasi terdapat 90 orang korban dari setiap 100 ribu penduduk.

 

#7. Trinidad dan Tobago

Trinidan dan Tobago memiliki pemandangan alam yang indah dengan pantai-pantai tropisnya. Walaupun Trinidad dan Tobago menjadi salah satu tujuan wisata yang sangat menarik bagi wisatawan, ternyata Trinidad dan Tobago menghadapi epidemik kejahatan terkait persaiangan geng atau mafia.

Angka pembunuhan yang terjadi memang tidak terlalu tinggi seperti negara yang disebutkan sebelumnya. Angka pembunuhan di Trinidad dan Tobago menurut estimasi adalah 30 orang dari 100 ribu penduduk. Namun dalam satu dekade terakhir kasus penculikan dan peredaran obat-obatan terlarang semakin meningkat secara signifikan.

 

#6. Nigeria

Kejahatan yang terjadi di Nigeria dapat dibilang unik. Sebab angka kejahatan tertinggi yang terjadi di Nigeria terkait penipuan, semisal penipuan transfer uang melalui bank, dan penipuan melalui email. Selain itu, penculikan terhadap 276 anak perempuan oleh kelompok teroris Boko Haram dan pembajakan kapal selama 5 tahun ini menjadi sorotan dunia.

Selain kejahatan khusus tersebut, Nigeria juga menghadapi kejahatan pada umumnya seperti peredaran narkoba, prostitusi, penjambretan, pemerkosaan, dan korupsi. Korupsi secara umum diduga dikuasai University Fraternities. Terdapat kelompok yang bernama The Second Sons of Satan yang melakukan doktrinasi terhadap siswa-siswa yang berasal dari keluarga menengah keatas. Kelompok ini selanjutnya menempatkan mereka dalam posisi-posisi penguasa yang memiliki pengaruh di Nigeria.

 

#5. Honduras

Tindakan tegas untuk menanggulangi geng-geng di El Salvador berakibat pada semakin terbatasnya ruang gerak mereka. Hingga akhirnya geng-geng tersebut menggeser daerah operasinya ke Honduras untuk tetap mendapatkan keuntungan. Hal ini menjadikan angka pembunuhan di Honduras menjadi tertinggi kedua di dunia yaitu 91 orang dari setiap 100 ribu penduduk.

Penyelundupan senjata, obat-obatan terlarang, dan juga orang-orang yang menyeberang perbatasan secara ilegal turut menyumbang tingginya angka kejahatan di negara ini.

 

#4. Papua Nugini

Angka kejahatan yang tinggi dari Papua Nugini berasal dari aksi kekerasan yang terjadi dalam rumah tangga atau KDRT dan pemerkosaan. Berdasarkan survei kesehatan yang dilakukan di pedesaan, diketahui tingkat pemerkosaan mencapai 65 persen dan pelecehan terhadap perempuan mencapai 92 persen.

Pada daerah perkotaan dilaporkan tingkat pemerkosaan dan tingkat pelecehan terhadap perempuan lebih rendah ketimbang di pedesaan. Pelecehan dilakukan sebagai syarat inisiasi geng yang ada di daerah perkotaan. Akan tetap kedua jenis kejahatan ini berdampak pada masalah HIV/AIDS yang dihadapi oleh negara ini.

 

#3. Afrika Selatan

Berdasarkan sejarahnya diketahui terjadi hampir 50 kasus pembunuhan setiap harinya, terdapat satu anak yang diculik setiap 5 jam, dan satu dari 3 perempuan mengalami pemerkosaan. Namun selama 20 tahun terakhir, negera ini telah mengalami perbaikan ketika angka pembunuhan turun 20 persen, dan angka kekerasan turun sekitar 10 persen.

Salah satu jenis kejahatan yang secara stabil tetap berkembang di Afrika Selatan adalah kasus pembajakan mobil. Polisi dianggap tidak terlalu memiliki kekuasaan dan terlalu lamban dalam menanggapi sejumlah kasus tersebut, sehingga masyarakat lebih memilih untuk menyewa perusahaan pengamanan swasta.

 

#2. Sudan Selatan

Angka kejahatan di Sudan Selatan banyak dipengaruhi oleh bentrokan-bentrokan yang sering berkobar di antara etnis, sengketa antar suku, dan pernikahan anak-anak di bawah umur. Keberadaan paramiliter yang hampir menguasai 90 persen wilayah di sejumlah provinsi di Sudan Selatan menjadikan kekerasan dan perang-perang sipil menjadi lebih buruk.

Aparat kepolisian yang ada juga tidak dapat berbuat banyak karena dana pembiayaan, perlengkapan, sumber daya manusia, dan fasilitas kesehatan untuk para anggotanya masih sangat kurang dari ukuran standar.

 

#1. Venezuela

Venezuela baru-baru ini menyita perhatian publik melalui pemberitaan. Para analis menyatakan ini adalah era keruntuhan Venezuela akibat perbuatan pemerintahannya selama bertahun-tahun. Selama 10 tahun terakhir diketahui bahwa kegiatan pembunuhan, penculikan dan narcoteroris telah meledak dan meningkat secara luar biasa.

Angka pembunuhan tertinggi di dunia berada di Venezuela dengan rasio 100 orang setiap 100 ribu penduduk. Penculikan dilaporkan terjadi setiap 6 jam sekali, dan kekerasan terhadap wisatawan mancanegara pun sangat umum terjadi di sini. Otoritas Amerika Serikat, Kanada, dan Australia akhirnya mengeluarkan peringatan terhadap warga negaranya agar tidak mengunjungi negara ini.

Tingkat persekusi yang mencapai 2 persen, korupsi pemerintah yang meluas, kurangnya pasokan bahan-bahan kebutuhan pokok menyebabkan masalah yang sangat serius pada kondisi masyarakat. Hal inilah yang kemudian yang menempatkan Venezuela sebagai negara dengan tingkat kejahatan yang paling tinggi di dunia. BC/NL

KOMENTAR
500/500