Pixabay.com

10 Negara yang Berisiko dari Incaran Penjahat Kelamin

Estimasi Baca:
Sabtu, 30 Sep 2017 10:54:46 WIB

Kriminologi.id - Berlibur adalah satu hal, tapi cara menikmatinya adalah hal lain. Setiap orang ingin berkunjung ke negara lain di dunia, menikmati panorama alam, bermain di pantai putih, atau menyicipi sosis panggang dalam wisata kuliner pinggir jalan.

Sayangnya kenikmatan itu bisa kacau balau jika para turis rentan dari bandit yang mengincar, terutama perempuan. Pemerkosaan dan pelecehan seksual ancaman yang menjadi momok bagi perempuan di seluruh dunia.

Baca: Pemerkosa ABG Ini Ancam Sebar Info Korbannya Tak Perawan Lagi

Menurut data Silent Screams, selama 2017 tercatat 91 persen korban pemerkosaan dan pelecehan seksual adalah perempuan. Seperti yang dilansir dari gazzetereview.com berikut ini negara yang patut diwaspadai turis perempuan.

 

#10. BELGIA

Tingkat pemerkosaan di Belgia meningkat beberapa tahun terakhir. Saat ini 27,9 dari 100 ribu orang menjadi korban pemerkosaan. Tingginya angka kasus pemerkosaan di negara yang terkenal karena wisata bangunan abad pertengahan ini ini salah satunya karena rendahnya hukuman bagi pelaku dan efek banyaknya masyarakat pendatang dari luar Belgia.

 

#9. PANAMA

Bak gunung es, angka kasus pemerkosaan di Panama jauh lebih kecil ketimbang fakta sebenarnya. Terdapat stigma sosial negatif terhadap seseorang yang melaporkan kasus pemerkosaan ke pihak kepolisian. Pemerintah Panama mencatat 28,3 dari 100 ribu penduduk menjadi korban pemerkosaan dan pelecehan seksual.

 

#8. AUSTRALIA

Sebenarnya angka pemeriksaan yang ditunjukkan di Australia hampir serupa Panama yaitu 28,6 dari 100 ribu penduduk menjadi korban pemerkosaan dan pelecehan seksual. Berbeda dengan Panama, masyarakat Benua Kanguru cenderung kerap melaporkan kasus pemerkosaan yang dialaminya kepada kepolisi.

Baca: Polisi Tangkap Sopir GrabBike Pemerkosa Penumpang

Kepolisian Australia berusaha menurunkan angka kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual, salah satunya memasukkan data kasus pemerkosaan dan pelecehan dalam statistik nasional yang dipublikasikan. Australia masih berada di posisi kedelapan, meskipun ternyata angka kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual menurun setiap tahun.

 

#7. SAINT KITTS & NEVIS

Saint Kitts dan Nevis adalah negara kecil di Kepulauan Karibia. Angka kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual tercatat 28,6 dari 100 ribu penduduk. Peringkat Saint Kitts dan Nevis yang lebih tinggi dari Australia karena populasi di negara ini lebih sedikit dibandingkan Australia. Populasi Saint Kitts dan Nevis saat ini diperkirakan 54.821 orang.

Baca: Pembelaan GrabBike Soal Kasus Pemerkosaan oleh Sopirnya

Saint Kitts dan Nevis adalah negara miskin di mana perekonomiannya bergantung pada sektor pariwisata yang mengandalkan wisata pantai. Faktor ini disebut-sebut sebagai salah satu pendorong tingginya kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual.

 

#6. PAKISTAN

Jika di Panama melekat stigma bagi korbannya sehingga mereka cenderung tidak mengakui pemerkosaan yang mereka alami, masyarakat di Pakistan juga memiliki kecenderungan serupa. Mereka lebih memilih bunuh diri untuk menyelamatkan nama dan harga diri keluarganya. Jika tidak bunuh diri, mereka akan menikahi pemerkosanya.

Baca: 10 Pelacur Termahal Dunia, Ada Tarif Rp 500 Juta Per Malam

Para tetua adat memiliki kewenangan yang sangat besar dalam menyelesaikan masalah sosial dan memberikan hukuman bagi penyebab masalah tersebut. Masalah pemerkosaan sering kali diselesaikan secara adat daripada diselesaikan secara hukum.

Angka pemerkosaan dan pelecehan seksual di Pakistan tercatat 28,8 per 100 ribu penduduk, tapi diyakini angka kasus pemerkosaan yang terjadi lebih tinggi dari angka tersebut sebab pencatatan hanya didasarkan pada laporan kepolisan.

 

#5. GRANADA

Granada adalah negara di Kepulauan Windward, Karibia. Letaknya sekitar 161 kilometer dari Venezuela. Angka kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual di Granada mencapai 30,6 per 100 ribu penduduk. Padahal total populasi negara tersebut sekitar 100 ribu jiwa.

Baca: Gaya Pelacuran Terselubung, Tawarkan SPG hingga Vila

Tingginya tingka pemerkosaan ini cukup anomali karena Grenada tidak termasuk negara miskin dan masuk dalam sepuluh besar negara terkaya di Kepulauan Karibia dengan pendapatan per kapita US$ 10.138. Biasanya angka kasus kejahatan berbanding lurus dengan tingkat kemiskinan dari suatu negara.

 

#4. NIKARAGUA

Nikaragua adalah negara berbentuk republik di Amerika Tengah. Angka kasus kejahatan pemerkosaan dan pelecehan seksual menunjukkan 31,6 per 100 ribu orang penduduk dengan pendapatan per kapita 2.151 selama 2016.

Baca: Kata Bos Nikahsirri.com Soal Tuduhan Pelacuran Terselubung

Infrastruktur kota di Nikaragua begitu buruk, begitu pula sistem pendidikannya. Masyarakatnya masih menjunjung tinggi nilai bahwa pria laki adalah kepala keluarga dan perempuan kasta kedua. Inilah yang diduga menjadi pendorong bagi tingginya kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual di Nikaragua.

 

#3. SWEDIA

Swedia memiliki statistik berbeda terkait kasus pemerkosaan. Jika korban diperkosa kembali, maka kasus kedua dicatat sebagai kasus yang berbeda. Negara lain akan mencatat kasus tersebut sebagai kasus yang sama, walaupun pelakunya berbeda.

Baca: PCC dan Somadril, Obat Kuat Para Pelacur

Angka kasus pemerkosaan di negara yang termasyhur dengan wisata pantai dan bangunan abad pertengahan itu tercatat 69 dari 100 ribu penduduk. Memang masyarakat Swedia akan melaporkan setiap kasus pemerkosaan yang dialaminya kepada kepolisian.

 

#2. BOTSWANA

Botswana memiliki masyarakat dengan tingkat pendidikan yang rendah dan mereka masih terklasifikasi berdasarkan kesukuan. Hampir 10 persen dari populasi pernah menjadi korban pemerkosaan. Angka kasus pemerkosaan di Botswana adalah 92,9 per 100 ribu penduduk.

Baca: Cabuli Santri di Bawah Umur, Pimpinan Pesantren Serahkan Diri

Hal yang paling menyedihkan adalah munculnya beberapa kasus pemerkosaan terhadap bayi. Angka kasus pemerkosaan bayi di negara yang populer dengan wisata alam liar tersebut menjadi yang tertinggi di seantero dunia.

 

#1. AFRIKA SELATAN

Afrika Selatan menempati posisi puncak sebagai negara dengan angka kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual tertinggi di dunia. Angka kasus kejahatan ini 132,4 per 100 ribu penduduk.

Masalah pendidikan yang tidak merata, masyarakat yang kental dengan tradisi kesukuan, sistem kasta di dalam masyarakat, kemiskinan, dan ketimpangan sosial  di dalam masyarakatnya, menjadi faktor-faktor yang mempengaruhi tingginya kasus kejahatan pemerkosaan dan pelecehan seksual di negara Nelson Mandela.

Baca: Pasca Dicabuli Tukang Cilok, Bocah SD Suka Emosional

Afrika Selatan diketahui juga sebagai kawasan endemik HIV/AIDS. Hampir sebelas persen populasi menderita penyakit ini. Sayangnya ada kepercayaan yang menyatakan terapi penyembuhan penderita HIV/AIDS adalah harus berhubungan intim dengan perawan. Tentu ini menjadi pendorong tingginya angka pemerkosaan. BC

KOMENTAR
500/500