Ilustrasi pembunuhan bayi, Foto: Pixabay

10 Pembunuh Berantai Tersadis Sedunia, Ryan Jombang Lewat

Estimasi Baca:
Kamis, 28 Sep 2017 10:05:28 WIB

Kriminologi.id - Indonesia sempat digegerkan oleh kasus pembunuhan yang dilakukan Very Idham Henyansya alias Ryan pada 2008. Kasus pembunuhan tersebut menggemparkan publik lantaran Ryan tidak hanya membunuh seorang atau dua orang. Berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian, sebelas korban penjagalan Ryan dikuburkan di pekarangan rumahnya. Sejak saat itu Ryan dijuluki ‘Jagal Jombang’.

Tidak hanya Ryan yang terkenal karena kesadisannya, tipe pembunuhan berantai juga dilakukan Babe alias Baekuni. Babe membunuh 14 anak jalanan, dan menyodomi seluruh korbannya. Hasil temuan polisi menyebutkan Babe memang mengidap kelainan seksual dimana lebih menyukai anak laki-laki. Babe pertama kali menjalankan aksi pembunuhannya pada 1993 dan baru tertangkap pada 9 Januari 2010.

Baca: Yang Tersisa dari Kisah Bunuh Diri Florence Sahara

Namun, reputasi Ryan Jombang dan Babe masih kalah mencorong dengan penjagal-penjagal lain di belahan dunia sana. Seperti yang dilansir dari laman the-line-up.com, berikut ini adalah deretan sepuluh pembunuh berantai paling sadis dengan korban terbanyak di dunia.

 

#10. GARY RIDGWAY

Gary Ridgway terkenal  karena aksi pembunuhannya di Washington, Amerika Serikat selama 1982-2000. Jumlah korban yang teridentifikasi berjumlah 49 orang. Gary membidik pelacur perempuan pekerja dan perempuan-perempuan ‘broken home’ yang kabur dari rumahnya. Korban-korbannya dicekik dan dikuburkan di sepanjang aliran sungai Green.

Baca: Gladiator SMA, Ayah Tersangka Tuding Balik Mendiang Hila Bersalah

Sebab itulah, masyarakat akhirnya menjuluki Gary sebagai ‘Green River Killer’. Biasanya setelah mengubur korbannya, dia kembali di lain waktu untuk memperkosa mayat korbannya tersebut. Deoxyribonucleic acid (DNA) Gary yang tertinggal di tubuh korban akhirnya mengungkap keterlibatannya dengan 4 mayat yang ditemukan.

 

#9. ANATOLY ONOPIRENKO

Pembunuhan yang dilakukan oleh Anatoly Onoprienko berlangsung selama tujuh tahun sejak 1989-1996 di Ukraina. Selama periode tersebut, Anatoly mengakusudah menghabisi sedikitnya 52 orang. Salah satu kasus pembunuhan terkenalnya adalah ketika dia membantai satu keluarga dimana seluruh anggotanya dibunuh.

Pembunuhan keluarga itu dimulai dari suami, istri, kemudian anak-anaknya. Ketika ada saksi mata yang lain yang mengetahui tindakannya, dia akan membakar rumah keluarga tersebut beserta saksi mata. Anatoly akan memilih rumah yang terpencil, terabaikan, dan memiliki lingkungan yang berisik sehingga masyarakat sekitar tidak curiga.

Baca: Pembunuhan Murtianingsih, Tetangga Sempat Curiga dengan Agustinus

Diduga Anatoly melakukan pembunuhan keji ini karena merasa diabaikan oleh orang tuanya. Ibu Anatoly meninggal saat dia berumur empat  tahun dan kemudian ayahnya menitipkan Anatoly ke panti asuhan. Kesedihan Anatoly begitu besar terhadap si ayah karena ternyata kakak Anatoly tetap tinggal dan dirawat oleh ayahnya.

 

#8. ANDREI CHIKATILO

Andrei Chikatilo diduga melakukan pembunuhan di tiga negara yaitu Rusia, Ukraina, dan Uzbekistan selama 1989-1996. Dia memiliki julukan yang tak kalah mengerikan seperti Butcher of Rostov, The Red Ripper, dan The Rostov Ripper. Rapornya mengejutkan: terbukti melakukan 52 pembunuhan, 53 percobaan pembunuhan, dan mengakui 56 pembunuhan.

Andrei terlahir dari keluarga miskin, dan dia hampir saja menjadi siswa panutan. Sayangnya masalah disfungsi seksual yang tidak dapat dijelaskan oleh ilmu kedokteran sempat mengganggu pendidikannya. Namun akhirnya Andrei mendapatkan pekerjaan sebagai seorang guru di sejumlah sekolah.

Baca: Tinggal Tulang, Korban Pembunuhan Dievakuasi dari Kebun Sawit

Ketika menjalani profesi guru inilah Andrei mengaku membunuh bocah perempuan 9 tahun bernama Yelena Zakotnova. Hampir seluruh korbannya anak perempuan. Sebelum membunuh, dia akan menyerang secara seksual terlebih dahulu. Menurut pengakuan Andrei, suara jeritan dan tangisan anak malang ini dapat membawanya pada fantasi seksual yang gila.

 

#7. ABUL DJABAR

Abul Djabar melakukan pembunuhannya di Afghanistan sekitar akhir 1960-an. Korban Abul Djabar yang ditemukan sedikitnya 65 orang. Korban yang diincar Abul Djabar anak laki-laki. Dia akan memperkosa anak tersebut kemudian mencekiknya sampai tewas dengan sorban. Tidak banyak informasi tentang Djabar karena dia dihukum gantung pada 1970.

Baca: Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Pria Dalam Parit

Namun, sumber-sumber dari media lain menyebutkan, sejatinya Djabar dicurigai sudah membantai 300 korba. Djabar ditangkap oleh polisi saat mencoba membunuh korban lainnya. Dia dijatuhi hukuman mati dan digantung pada 21 Oktober 1970. Dua orang yang tidak bersalah sebelumnya telah dieksekusi karena pembunuhan tersebut.

 

#6. YANG XINHAI

Yang Xinhai ditengarai menjalakan aksi pembunuhannya di Cina sejak 1999 hingga 2003. Masyarakat menjuluki Yang Xinhai sebagai Monster Killer sebabnya selama empat tahun Yang Xinhai sedikitnya membunuh 67 orang.

Yang Xinhai akan masuk rumah korbannya pada malam hari, kemudian membunuh korbannya dengan kapak, sekop, dan alat pemecah daging. Alasan Yang Xinhai melakukan ini cukup unik yaitu karena dia mengaku diputuskan oleh pacarnya. Sehingga pembunuhan ini adalah bentuk balas dendamnya kepada masyarakat.

Baca: Pembunuhan Pasutri Benhil, Ini Isi Brankas yang Digasak Tersangka

Yang Xinhai sempat mengatakan, “Aku tidak peduli apakah dia layak untuk hidup atau tidak. Itu bukan urusanku. Aku tidak ingin menjadi bagian dari masyarakat ini.”

 

#5. KAMPTIMAR SHANKARIYA

Kampatimar Shankariya melakukan pembunuhan di sekitar Jaipur, India pada 1977 hingga 1978. Total korbannya 70 orang. Motif Kampatimar melakukan pembunuhan ini hanya untuk kesenangan saja. Pria yang beraksi ketika berumur 27 tahun itu akan memukul korbannya dengan palu. Area kesukaan Kampatimar saat memukulkan palu: di dekat tulang pipi.

Baca: Kancing Baju Tuntun Polisi ke Skenario Pembunuhan Berencana

Kata-kata terakhirnya sebelum dihukum gantung oleh pihak berwenang Jaipur pada 16 Oktober 1979 adalah: “Pembunuhan yang telah saya lakukan sia-sia. Jangan ada lagi yang seperti saya.”

 

#4. PEDRO RODRIGUES FILHO

Pedro Rodrigues Filho melakukan pembunuhannya di Brasil pada 1967-2003. Total korban Filho mencapai  70 orang. Pedro memiliki bekas cedera di tulang tengkoraknya. Cedera ini disebabkan karenaiIbunya dipukuli bapaknya saat mengandung Rodrigues. Setelah Rodrigues lahir, bapaknya juga yang membunuh ibunya dengan parang.

Baca: Cerita yang Tersisa di Hari Pembunuhan Indria

Ketika berusia 14 tahun, Rodriguesmembunuh Wakil Wali Kota di Afenas karena telah memecat ayahnya dari pekerjaan sebagai penjaga sekolah. Rodrigues juga membunuh ayahnya karena membunuh sang ibu. Rodrigues mendatangi penjara, lantas menikam ayahnya 22 kali, kemudian mengorek perut pria itu dan memakan hatinya.

 

#3. DANIEL CAMARGO BARBOSA

Daniel melakukan pembunuhannya di Kolombia dan Ekuador. Sejak 1974 sampai 1986 tercatat 72 orang yang terkonfirmasi menjadi korbannya. Korban Daniel adalah perempuan muda dari kalangan masyarakat miskin. Modusnya berpura-pura sebagai wisatawan asing yang sedang mencari gereja karena hendak memberikan sumbangan. Daniel menjanjikan hadiah jika mereka mau menemani dan menunjukkan dimana gereja tersebut.

Baca: 5 Fakta di Balik Pembunuhan Pegawai Cantik BNN

Selanjutnya, Daniel akan membawa korbannya ke hutan dengan dalih mencari jalan pintas. Setelah tiba di hutan itulah Daniel memperkosa perempuan itu dan mencekiknya hingga tewas. Pedro ternyata memiliki pengalaman masa kecil yang buruk. Ibunya kerap mendandaninya dengan pakaian perempuan sebagai bentuk hukuman bagi Daniel.

 

#2. PEDRO LOPEZ

Pedro López melakukan pembunuhan di tiga negara yaitu Ekuador, Kolombia, dan Peru. Reputasi Pedro sebagai pembunuh dikeathui sejak 1969 hingga 1980. Jasad korban yang ditemukan sedikitnya 110 orang, padahal Pedro sendiri mengaku telah memperkosa dan membunuh sekitar 300 perempuan.

Baca: Gladiator SMA, Ayah Tersangka Tuding Balik Mendiang Hila Bersalah

Lopez lahir di Kolombia dan merupakan anak dari politikus yang menikahi seorang pelacur. Sejak umur delapan tahun, Lopez mulai menunjukkan penyimpangan seksual yang dia miliki. Akhirnya atas nama hukum Lopez dinyatakan menderita penyakit kejiwaan sehingga harus menjalani terapi dengan psikiatri.

 

#1. LUIS GARAVITO

Luis Garavito dijuluki La Bestia atau The Beast. Dia tercatat menjalankan aksi pembunuhannya pada era 1990-an di Kolombia. Korbannya yang telah dikonfirmasi ada 138 orang, namun diduga korban Garavito lebih dari 300 orang. Dia menargetkan anak jalanan laki-laki yang usianya tidak lebih dari 16 tahun dan telah berada di jalanan lebih dari 5 tahun.

Baca: Pembunuhan Dini Oktaviani, Polisi: Pelakunya Orang Dekat Korban

Garavito merayu anak-anak tersebut dengan menawarkan hadiah atau sejumlah uang. Kemudian dia akan mengajak anak-anak berjalan-jalan sampai mereka merasa lelah. Setelah itu, Garavito menyiksa dan memperkosa korbannya. Dia akan membunuh korbannya dan memotong-motong tubuh mayatnya sebelum dibuang. BC

KOMENTAR
500/500