Aplikasi Tinder. Foto: Ist/Kriminologi.id

3 Jejak Kejahatan Seksual Dengan Memanfaatkan Aplikasi Tinder

Estimasi Baca:
Sabtu, 14 Jul 2018 09:30:41 WIB

Kriminologi.id - Mahasiswi asal Bandung berinisial YP menjadi korban pemerkosaan. Pelakunya adalah seorang laki-laki  yang mengaku berprofesi sebagai pilot salah satu maskapai penerbangan besar di Indonesia.

YP mengenal pelaku dari aplikasi Tinder dan karena merasa ada kecocokan, maka mereka sepakat untuk berpindah ke whatsapp. Setelah melakukan komunikasi yang lebih intens melalui whatsapp, korban dan pelaku akhirnya memutuskan untuk bertemu.

Mereka akhirnya bertemu di sebuah kafe di Bandung. Selanjutnya pelaku mengajak korban untuk ikut ke hotel tempatnya menginap. Meski korban telah menolaknya, namun pada akhirnya korban ikut ke hotel tersebut dan di sanalah pelaku menjalankan aksi bejatnya.

Tinder sebagai aplikasi yang menyediakan jasa mempertemukan dua orang yang bahkan tidak saling kenal, memang memiliki potensi yang begitu besar untuk digunakan dalam kejahatan.

Infografik Jejak Kejahatan Seksual dengan Aplikasi Tinder. Infografik: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Selain kasus pemerkosaan yang dialami oleh YP, Kriminologi.id menghimpun beberapa kasus kejahatan lainnya yang juga memanfaatkan Tinder.

1. Perdaya 10 Perempuan Melalui Tinder

Nathan, pria perlente kelahiran Jember, Jawa Timur ini berburu para korbannya melalui aplikasi Tinder. Pada awal perkenalan, Nathan akan mengaku bekerja sebagai seorang teknisi di perusahaan minyak. Setelah ada calon korban yang dianggap cocok, Nathan akan pergi ke kota tempat perempuan itu tinggal.

Tujuan Nathan tak lain adalah untuk menumpang hidup dari perempuan-perempuan yang menjadi korbannya. Selain itu, Nathan akan menguras harta korbannya dengan meminta barang-barang mewah yang kemudian diberikan kepada istri sahnya.

Sejak tahun 2013, Nathan telah melanglang buana dari perempuan satu ke perempuan lainnya. Biasanya Nathan akan menetap bersama perempuan tersebut dalam jangka waktu tertentu setelah itu dia akan berpindah kota dan berpindah ke korban lainnya.

Kedok Nathan terungkap setelah dilaporkan ke polisi karena membawa kabur sebuah mobil Honda Brio milik salah seorang korbannya. Hal ini juga yang akhirnya membawa kepolisian menemukan 9 perempuan lainnya yang menjadi korban Nathan. Para perempuan tersebut tinggal di Surabaya, Malang, Jogja, Semarang, Cirebon dan Jakarta

2. Pemerkosaan di Tanjung Priok

Mahasiswi berinisial S menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan oleh kenalannya melalui Tinder. Serupa dengan kasus di Bandung, korban bernama S awalnya berkenalan dengan pelaku melalui aplikasi Tinder. Selanjutnya pelaku merayu korban agar mau bertemu dengan pelaku di sebuah restoran. Korban pun menyetujui pertemuan tersbeut.

Saat di restoran ternyata pelaku memaksa korban untuk meminum sake (minuman beralkohol dari Jepang) hingga korban setengah sadar. Selanjutnya pelaku membawa korban dengan mobil ke sebuah hotel di wilayah Tanjung Priok, Jakarta Utara. Di hotel itulah pelaku menyetubuhi korban.

Aplikasi Tinder memang menjadi aplikasi yang digemari di Indonesia. Aplikasi ini termasuk sebagai aplikasi kencan yang mempertemukan pihak laki-laki dengan pihak perempuan. Mereka akan ditampilkan foto-foto lawan jenis dan mereka bisa memiliki mana yang yang menarik.

Jika kedua pihak sama-sama memiliki ketertarikan maka mereka berdua dapat melakukan komunikasi dengan layanan private chat. Aplikasi ini dapat menjadi sarana kejahatan karena masing-masing orang dapat menyembunyikan identitas aslinya dalam aplikasi tersebut, selain itu bertemu dengan orang yang benar-benar asing tentu saja akan meningkatkan kerentanan seseorang menjadi korban kejahatan. RZ

Penulis: Orisa Shinta Haryani
Redaktur: Nula
KOMENTAR
500/500