Ilustrasi penculikan bayi. Foto: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

3 Motif Penculikan Bayi, dari Finansial hingga Keinginan Mengasuh

Estimasi Baca:
Kamis, 3 Mei 2018 07:05:12 WIB

Kriminologi.id - Bayi Aditya yang belum genap sebulan hilang saat ditinggal ibunya belanja sayuran di dekat rumah pada 27 April 2018, di Jalan Flamboyan, Sukmajaya, Depok. Beragam motif seseorang melakukan penculikan bayi, mulai dari finansial, keinginan mengasuh dan kecanduan narkoba.

Penculikan bayi Aditya terjadi saat sang bayi sedang tertidur pulas, sehingga pintu rumah tidak dikunci. Ketika sang Ibu selesai berbelanja dan pulang ke rumah, dia pun kaget karena bayinya tidak ada.

Seorang pedangan ketoprak yang kebetulan berada di dekat rumah Aditya pun mengaku dirinya sempat melihat seorang ibu berhijab tidak jauh dari rumah Adit. Perilaku ibu tersebut terlihat mencurigakan karena seperti membawa sesuatu yang ditutupi hijabnya.

Hasil penyelidikan polisi diketahui bahwa penculik bayi tersebut adalah Sumiati atau yang biasa dipanggil Sisil. Setelah menculik Aditya, dia menitipkannya pada rekannya yang bernama Unarsih. Hingga saat ini motif Sumiati maupun Unarsih masih diselidiki oleh polisi.

Penelitian Shu-Lung Yang dkk yang ditulis dalam Kidnaping in Taiwan: The Significance of Geographic Proximity, Improvisation, and Fluidity melihat motif dan kondisi geografis suatu daerah mempengaruhi fenomena penculikan anak yang terjadi.

Penelitian yang dilakukan sejak tahun 1996 hingga 2003 ini melibatkan 98 orang pelaku penculikan anak di Taiwan. Hasil penelitian yang dipublikasikan di International Journal of Offender Therapy and Comparative Criminology Volume 51 tahun 2007 menemukan ada 3 motif yang paling sering muncul dalam peristiwa penculikan anak.

1. Tekanan Finansial

Masalah finansial memang menjadi motif utama terjadinya penculikan khususnya yang dilakukan oleh orang asing. Ada 40,3 persen pelaku yang menjawab bahwa faktor yang mendorongnya untuk melakukan penculikan adalah tekanan kebutuhan finansial. Pelaku penculikan selanjutnya akan meminta uang tebusan jika menginginkan anak tersebut dikembalikan kepada orang tuanya.

Selain itu, ada juga pelaku yang menjual anak-anak korban penculikan kepada pihak lainnya. Pelaku tipe ini biasanya tidak akan meminta uang tebusan kepada keluarga atau orang tua korban sebab mereka telah memiliki calon pembeli yang bersedia mengeluarkan sejumlah dana tertentu. Biasanya pelaku penculikan untuk tujuan perdagangan anak telah mendapatkan permintaan dari para pembelinya.

Penculikan menjadi jalan keluar instan untuk menyelesaikan masalah finansial yang tengah dihadapi oleh para pelaku.

2. Keinginan untuk Mengasuh

Ada beberapa kejadian penculikan anak yang terjadi dikarenakan pelaku ingin merasa dirinya diinginkan ataupun dibutuhkan. Misalnya sebagai perempuan pelaku belum mendapatkan anak sehingga dia menculik anak dengan tujuan untuk mengasuh anak tersebut.

Keberadaan anak tersebut membuat pelaku merasa lengkap dan merasa dirinya diinginkan oleh pasangannya.

Penculikan anak dengan motif ini memang cukup unik, pelaku yang menculik anak dengan motif ini mayoritas adalah perempuan. Banyak diantara mereka yang menginginkan dirinya dapat berperan sebagai ibu bagi anak yang diculiknya. Walaupun dirasa agak tidak wajar, namun motif ini juga cukup sering terjadi di Taiwan dengan persentase 6,2 persen.

3. Kecanduan Narkoba

Masalah kecanduan narkoba menempati posisi ketiga dengan 3,4 persen. Banyak orang yang gelap mata untuk mendapatkan uang demi membeli narkoba, salah satu caranya adalah dengan melakukan penculikan anak.

Tidak berbeda jauh dengan penculikan anak yang terjadi karena masalah tekanan finansial, namun kali ini yang melatarbelakangi masalah finansial tersebut adalah kecanduan pelaku terhadap narkoba.

Selain ketiga motif tersebut ada juga motif-motif lainnya yang begitu beragam. Ada yang disebabkan karena balas dendam, ada juga yang disebabkan karena politik, atau ada juga yang disebabkan karena perselisihan antar suami dan istri sehingga anak menjadi korban penculikan dari salah satu orang tuanya.

Walaupun hingga saat ini motif Sumiati menculik Aditya belum diketahui, setidaknya tiga motif yang paling sering muncul dalam penculikan anak dapat memberikan gambaran terkait motif-motif pelaku penculikan terhadap anak. AS

KOMENTAR
500/500