3 WN Rusia Diracun di Inggris, dari Intelijen hingga Pengusaha

Estimasi Baca :

Ilustrasi racun. Ilustrasi: Kriminologi.id - Kriminologi.id
Ilustrasi racun. Ilustrasi: Kriminologi.id

Kriminologi.id - Hubungan Rusia dengan Inggris kian memanas. Hal ini terjadi karena keduanya saling tuduh terkait orang yang bertanggung jawab atas peristiwa yang menimpa seorang mantan agen intelijen militer Rusia beserta anaknya yang diracun orang tak dikenal di London.

Inggris dan Rusia memiliki sejarah hubungan yang naik turun. Beberapa kali hubungan Inggris dan Rusia begitu baik misalnya saat perang Crimea tahun 1850-an. Selain itu dalam Perang Dunia I dan Perang Dunia II, Inggris dan Rusia menjadi sekutu.

Hubungan harmonis ini tidak berjalan lama, Inggris dan Rusia memiliki sejarah perseteruan intelijen yang cukup intens. Rusia sendiri pernah melakukan penetrasi ke eselon tinggi Badan Intelijen Inggris.

Sedangkan aset Inggris yang berperan sebagai agen ganda yaitu Oleg Gordievsky diduga berhasil mencegah ancaman perang Termonuklir selama krisis misil di Kuba.

Baca: Kasus Mantan Wakapolda Sumut Mirip Kematian Direktur CIA dan Agen KGB

Oleg Erovinkin ditemukan tewas tak wajar pada 26 Desember 2016 di Moskow. Publik berasumsi bahwa Oleg dibunuh pemerintah Rusia karena telah memberikan informasi rahasia kepada seorang agen intelijen Inggris MI6 yang bernama Cristopher Steel.

Sejak Vladimir Putin pertama kali terpilih menjadi presiden Rusia pada tahun 2002, hubungan Rusia dan Inggris menjadi tegang. Inggris sendiri akhirnya menjadi tempat pelarian favorit bagi orang-orang buangan Rusia, pengungsi, para pengusaha kaya, dan orang-orang Rusia yang dianggap berkhianat karena membocorkan informasi pada pemerintah Inggris.

Penelusuran Kriminologi.id, Sabtu, 18 Maret 2018 terhadap orang-orang Rusia yang tinggal di Inggris dihadapkan pada beberapa peristiwa tak wajar yang menimpa mereka. Ada 3 orang penting di London yang diracun oleh orang tak dikenal. Pihak Inggris dan Rusia pun saling tuduh siapa dalang dibalik peristiwa tersebut.

1. Sergei Skripal

Pada 4 Maret 2018 Sergei dan anak perempuannya bernama Yulia ditemukan tak sadarkan diri dengan mulut berbusa di sebuah bangku dekat pusat perbelanjaan Maltings. Sergei adalah mantan intelijen militer Rusia yang memiliki peran ganda sebagai agen intelijen Inggris MI6.

Sergei mengakui perannya sebagai agen ganda pada tahun 2004 di Moskow. Seperti yang dilansir dari The Guardian, saat itu Sergei ditangkap dan dijatuhi hukuman penjara selama 13 tahun. Akan tetapi baru 6 tahun menjalani hukumannya, Sergei dipilih untuk ikut dalam pertukaran agen yang tertangkap.

Sepuluh orang agen Rusia yang terbongkar kedoknya akan dikembalikan ke Rusia dengan syarat menyerahkan 4 orang agen ganda yang ditahan di Rusia. Sergei kemudian mendapatkan suaka dari pemerintah Inggris dan tinggal di London.  

Kondisi Sergei pada 6 Maret 2018 semakin kritis, racun yang ditemukan di dalam tubuhnya bernama Novichok atau jika diterjemahkan adalah “Teman Baru.” Seperti yang dilansir dari usatoday.com racun ini adalah racun yang sangat berbahaya, ada dua jenis racun Novichok yang disebut sebagai salah satu senjata paling mematikan yaitu Novichok-5 dan Novichok-7.

Racun jenis Novichok ini dikembangkan sebagai senjata kimia yang digunakan dalam perang dingin. Biasanya racun ini digunakan oleh agen mata-mata untuk melakukan pembunuhan yang bersih dan tanpa jejak. Sebab racun ini akan menyerang sel otot sehingga semakin lama otot jantung dan otot pernapasan tidak dapat berfungsi yang akhirnya adalah kematian.

Baca: Racun Jadi Favorit Perempuan daripada Pistol atau Senjata Tajam

2. Alexander Litvinenko

Sebelumnya, Alexander Litvinenko mantan agen intelijen Komitet Gosudarstvennoy Bezopasnosti (KGB) menghembuskan nafas terakhirnya pada November 2006 karena racun yang menggerogoti tubuhnya. Racun yang masuk ke dalam tubuhnya adalah salah satu zat radioaktif yang bernama Polonium.

Litvinenko adalah mantan agen KGB yang berpindah kewarganegaraan menjadi warga negara Inggris dan tinggal di London. Litvinenko diketahui sering mengkritisi dan menentang kebijakan Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Sebelum merasakan ada yang tidak beres dengan tubuhnya, Litvinenko sempat bertemu dengan dua orang Rusia di sebuah tempat makan bernama Pine Bar yang terletak di Hotel Millenium London. Seperti yang dilansir dari The Washington Post ditemukan sisa Polonium di leher poci yang digunakan Litvinenko saat minum teh.

Selain itu, Litvinenko juga sempat bertemu dengan wartawati Rusia yaitu Anna Politkovskaya yang juga vokal menyuarakan kritiknya terhadap Vladimir Putin. Anna juga ditemukan tewas ditembak diluar apartemennya pada 7 Oktober 2006. Bukti-bukti tersebut menguatkan opini publik bahwa dalang yang meracuni Litvinenko adalah pihak Rusia khususnya Vladimir Putin.

Baca: Miris, Limbah Beracun Terus Mengancam di Sekitar Kita

3. Alexander Perepilichny

Alexander Perepilichny adalah seorang pengusaha Rusia yang ditemukan tak bernyawa di London pada November 2012. Saat itu Perepilichny pergi keluar rumah untuk jogging namun ternyata dia ditemukan terkapar tak jauh dari rumahnya. Walaupun telah dilarikan ke rumah sakit terdekat, nyawanya tidak tertolong.

Polisi sendiri tidak dapat menetapkan penyebab kematiannya. Tubuh diketahui dalam keadaan normal dan sehat, namun dokter sempat menemukan zat yang mencurigakan di dalam perutnya. Zat tersebut adalah Gelsemium Elegans yang termasuk dalam golongan zat beracun. Zat ini sering digunakan pembunuh bayaran Rusia dan Cina dalam mengeksekusi korban-korbannya.

Perepilichny meninggalkan tanah kelahirannya karena peran dia sebagai whistle blower dalam mengungkap kasus penipuan sebesar US$ 250 yang dilakukan oleh kelompok mafia Rusia. Mafia Rusia yang disebut melakukan penipuan tersebut memiliki hubungan dengan pemerintahan Rusia.

Seperti yang dilansir dalam The Guardian, Perepilichny sebelumnya telah menerima ancaman pembunuhan yang akan dilakukan oleh seseorang dari Moskow. Sehingga diduga kuat pelaku pelaku yang meracuni Perepilichny adalah pihak Rusia.

Baca Selengkapnya

Home Lapor & Waspada Peta Kejahatan 3 WN Rusia Diracun di Inggris, dari Intelijen hingga Pengusaha

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu