Ilustrasi narkoba, Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

4 Pemain Sepak Bola Muda Ini Diusir Klub karena Kasus Narkoba

Estimasi Baca:
Senin, 25 Jun 2018 19:25:50 WIB

Kriminologi.id - Maradona adalah saah satu tokoh sepak bola yang sangat kontroversial baik di dalam maupun di luar lapangan hijau.

Pemilik nama lengkap Diego Armando Maradona itu dikenal dengan julukan Si Tangan Tuhan, melaui gol ajaibnya di lapangan hijau, serta di luar lapangan terjerat ke dunia narkoba. 

Si Tangan Tuhan itu dalam karier sepak bolanya beberapa kali terbukti menggunakan narkoba, sejak dirinya bermain untuk Barcelona pada tahun 1983.

Kemudian, di tahun 1991, penyerang asal Argentina itu juga terbukti menggunakan kokain saat melakukan tes narkoba untuk tim Italia, Napoli.

Akibatnya, Maradona menerima hukuman larangan bermain selama 15 bulan. Pada gelaran Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat pun dirinya dipulangkan ke negaranya lantaran kembali positif menggunakan narkoba.

Selain legenda sepak bola dunia asal Argentina itu, hasil penelusuran Kriminologi.id menemukan setidaknya ada empat pemain sepak bola profesional lainnya yang terjerat pusaran kejahatan narkoba.

Mereka diusir dari klubnya dan diberhentikan karena menjalani hukuman akibat kasus narkoba.

Bahkan pergaulan mereka dengan narkoba bukan lagi sebagai pemakai melainkan pengedar dan penyelundupan narkoba.

Infografik Pesepakbola tersangkut kasus Narkoba. Infografik: Dwiangga Perwira/Kriminoogi.id
Infografik Pesepakbola tersangkut kasus Narkoba. Infografik: Dwiangga Perwira/Kriminoogi.id

Berikut 4 pemain sepak bola profesional lainnya yang terjerat kasus narkoba;

1. Robert Bayly, Pengedar Ganja

Kasus narkoba di lingkungan pemain sepak bola baru-baru ini menjerat si “anak ajaib” dari Irlandia, Robert Bayly. Pemain sepak bola yang kini berusia 30 tahun itu dihukum penjara selama 2 tahun 6 bulan setelah tertangkap atas kepemilikan dan mengedarkan ganja senilai hampir 200.000 Euro.

Vonis itu diputuskan oleh Pengadilan Pidana Dublin pada 13 Maret 2018. Jatuhnya Bayly dalam lingkaran setan narkoba berawal dari kebiasaannya bermain judi.

Bayly sebelumnya telah terjerat dalam dunia perjudian sejak dirinya pindah ke Leeds United pada umur 14 tahun, dan terus berlanjut hingga dewasa. Akibatnya, Bayly terlilit utang sebesar 6.500 Euro hingga membuatnya memutuskan untuk menjual ganja.

Mantan pemain Shamrock Rovers dan Drogheda United itu akhirnya mengaku bersalah atas kepemilikan dan narkoba untuk dijual atau dipasok di Cherry Orchard Drive pada 12 Mei 2017 silam.

2. Seff Murenzi, Pemasok Heroin dan Kokain

Seff Murenzi merupakan salah satu pemain sepak bola dari negara Afrika Timur yang sangat menjanjikan. Murenzi mencetak 53 gol untuk Chapelfield Colts, tim sepak bola junior di Coventry, Inggris, saat usianya masih 15 tahun.

Namun, kariernya kandas setelah pemain muda ini terjerat narkoba. Pemain yang bermain untuk Rwanda pada gelaran Piala Dunia U-17 tahun 2011 di Meksiko itu berurusan dengan hukum karena memasok heroin dan kokain.

Murenzi ditangkap oleh kepolisian Inggris di rumahnya di Coventry pada 29 September 2016. Akibat ulahnya tersebut, pemain yang kini berusia 22 tahun itu dijatuhi hukuman penjara selama 2 tahun 9 bulan.

Serupa dengan Robert Bayly, keterlibatan Murenzi dalam dunia narkoba terungkap diawali oleh masalah utang. Dirinya memiliki utang sebesar 200 Poundsterling pada seorang pria, yang mengatakan padanya bahwa dia bisa mendapatkan uang dengan menjual narkoba.

3. Michael Kinsella, Penyelundupan Narkoba

Saat usianya masih muda, Michael Kinsella adalah salah satu pemain sepak bola debutan yang paling menjanjikan di Inggris. Namun, karier cemerlang Kinsella muda dalam sepak bola terputus dengan sangat cepat karena keterlibatannya dalam cincin narkoba di Merseyside.

Kinsella terhitung sudah empat kali masuk penjara untuk kasus narkoba, dan sudah menghabiskan waktu total tujuh tahun di balik dinginnya jeruji besi.

Pada tahun 2007, saat usianya telah mencapai 30 tahun, lulusan akademi Liverpool itu menerima hukuman penjara selama 9 tahun 10 bulan atas kasus penyelundupan narkoba.

Dirinya mendekam di penjara Rye Hill di Northamptonshire, Inggris. Di penjara Rye Hill, Kinsella mendapatkan komitmennya untuk berubah.

Selama di penjara, dirinya belajar psikologi olahraga dan mengikuti kursus olahraga, kebugaran, dan manajemen di sebuah Universitas Terbuka. 

Ketika dirinya keluar dari penjara pada tahun 2012, Kinsella membuat program yang disebut Onside untuk membantu orang lain menghindari kesalahan masa mudanya.

Kini dirinya menjabat sebagai manajer pengembangan sepak bola untuk Tranmere Rovers Development College.

4. Adrian Mutu, Kecanduan Kokain dan Doping

Adrian Mutu, penyerang asal Rumania yang memiliki karier mentereng di pertengahan 2000-an. Namun, lagi-lagi karena narkoba Adrian Mutu terlempar dari klubnya.  

Mutu sudah dua kali mendapakan hukuman larangan bermain berdurasi panjang karena kasus penggunaan narkoba. Pada tahun 2004, Mutu dipecat oleh tim sepak bola Inggris, Chelsea, setelah terbukti positif menggunakan kokain saat melakukan tes kesehatan.

Saat itu, dirinya juga dijatuhi hukuman tujuh bulan larangan bermain dan denda sebesar 20.000 Poundsterling dari Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA).

Ternyata hukuman itu tidak membuatnya jera. Tahun 2010, Mutu kembali harus menerima hukuman larangan bermain, kali ini selama sembilan bulan karena terbukti menggunakan obat berjenis sibutramine saat dirinya bermain Fiorentina.

Keputusan terhadap pemain tim nasional Rumania itu disampaikan oleh Pengadilan Anti-Doping Italia pada 19 April 2010.

 DP
KOMENTAR
500/500