Ilustrasi gangguan kejiwaan pelaku kejahatan, ilustrasi: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

4 Teror Orang Gila ke Kiai, Putra Ulama Kharismatik Lamongan Terluka

Estimasi Baca:
Selasa, 20 Feb 2018 17:10:02 WIB

Kriminologi.id - Penyerangan ulama oleh orang bertingkah laku mirip pengidap gangguan kejiwaan marak terjadi. Teror orang gila ini sudah menyasar ke rumah ibadah seperti masjid, gereja, vihara dan lingkungan pondok pesantren. Penyerangan orang yang berperilaku menyerupai orang gila itu juga menyerang ulama.  

Kasus terakhir orang gila menyerang kiai di Pesantren Karang Asem, Desa Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Senin, 19 Februari 2018. Sasaran penyerangan ini menimpa putra KH Abdurrahman Syamsuri, ulama kharismatik di Paciran, Lamongan, Jawa Timur. 

Berdasarkan penelusuran kriminologi, telah terjadi empat kasus penyerangan ulama dan tempat ibadah oleh orang gila dalam sebulan terakhir. Berikut daftar penyerangan ulama oleh orang gila;

27 Januari 2018

Seorang ulama Nahdlatul Ulama, KH Umar Basri dianiaya hingga sempat kritis oleh makmumnya saat wirid setelah salat subuh. Penganiayaan oleh orang tak dikenal ini terjadi di Masjid Pondok Pesantren Al Hidayah, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Keesokan harinya, polisi berhasil meringkus pelaku penganiayaan terhadap tokoh ulama NU itu. Belakangan diketahui pelaku bernama Asep ditangkap berdasarkan kesamaan ciri-ciri yang diungkapkan sejumlah saksi mata peristiwa penganiayaan tersebut. Berdasarkan hasil observasi sementara, polisi menyatakan pelaku dalam kondisi stres berat dan ada indikasi disorientasi.

Baca: KH Umar Basri Ternyata Dianiaya Orang Gila, Polisi: Pelaku Stres Berat

2 Februari 2018

Peristiwa penyerangan orang gila yang tak kalah heboh pada kasus tewasnya Ustaz Prawoto yang merupakan ulama Persatuan Islam (Persis) yang dianiaya oleh tetangganya yang gila.

Kasus ini juga terjadi di Kota Bandung, persisnya di Blok Sawah, Kelurahan Cigondewah Kaler, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung, pada 1 Februari 2018 di  rumah Ustaz Prawoto. Adapun pelaku memiliki kemiripan nama dengan penganiaya Kiai Umar Basri, yakni Asep. 

Asep datang bertamu ke rumah Ustaz Prawoto. Namun setelah Ustaz Prawoto membuka pintu, Asep langsung menyerang ke Prawoto dengan besi linggis yang dibawanya. Serangan mendadak itu membuat Prawoto menghindar dengan lari keluar rumah.  

Namun aksi Prawoto dengan langkah seribu itu mendapat pengejaran dari Asep. Kemudian Asep pun memukulkan besi linggis berkali-kali ke Prawoto. Ayunan besi itu tepat mendarat di bagian kepala, tangan dan seluruh badan hingga Prawoto terkapar. Walaupun sempat dilarikan ke rumah sakit namun nyawa Prawoto tak dapat diselamatkan.  

Baca: Usut Kasus Ustaz Prawoto, Polisi Libatkan Dokter Rumah Sakit Jiwa

12 Februari 2018

Penyerangan orang gila menyeberang ke Jawa Timur, tepatnya di Masjid Baiturrahim di Jalan Sumurgempol Nomor 77, Kelurahan Karangsari, Kecamatan Tuban. Orang gila merusak jendela masjid hingga pecah. Sebelumnya, pria ini sempat menganiaya seorang warga yang bertanya maksud dan tujuannya mendatangi masjid tersebut.

Kapolres Tuban AKBP Sutrisno HR mengatakan pria tersebut hendak bertemu kiainya namun karena terlalu lama menunggu akhirnya dia marah dan mengamuk di masjid tersebut. Setelah diperiksa ternyata pelaku memang mengalami gangguan kejiwaan schizophrenia paranoid. Keberadaan pria tersebut di Tuban pun dalam rangka pengobatan. 

Baca: Kesal Menunggu Kiai, Pria Gila Rusak Masjid Baiturrahim

18 Februari 2018

Peristiwa terakhir yang baru saja terjadi dua hari lalu, di Pesantren Karang Asem, Lamongan, Jawa Timur. Pria tak dikenal yang berlagak gila tengah membawa makanan ke pendopo pesantren. Lalu, KH Hakam Mubarok, pengasuh pondok pesantren menegur pria itu dan memintanya keluar dari pendopo karena sudah tiba waktu salat Zuhur. 

Bukan meninggalkan pendopo, pria tersebut tetap bertahan. Hakam, yang merupakan putra dari KH Abdurrahman Syamsuri ulama kharismatik di Paciran Lamongan, itu pun sempat menarik sarung pria tersebut. Namun tetap saja pria itu bergeming. Pria tak dikenal ini sempat menyerang Hakam. Namun pukulan itu sama sekali tak mengenai tubuh Hakam.

Kemudian, Hakam pun menghindar dan berlari sekitar 300 meter. Saat menyelamatkan diri itu lah Hakam terjatuh hingga terluka di bagian lututnya. Saat bersamaan, para santri berdatangan menolong kiai dan meringkus pelaku. Selanjutnya pelaku rambutnya dicat dengan warna merah sebelum diserahkan ke polisi. SM

Infografik 4 serangan orang gila terhadap ulama dan masjid. Infografik: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

KOMENTAR
500/500