5 Aktivis Palestina Incaran Agen Mossad Selain Fadi Al-Batsh

Estimasi Baca :

Ilustrasi agen intelijen - Kriminologi.id
Ilustrasi agen intelijen. Ilustrasi: Kriminologi.id

Kriminologi.id - Fadi Al-Batsh, warga negara Palestina yang berprofesi sebagai dosen Universitas Kuala Lumpur British Malaysia Institut (UniKL BMI) dibunuh orang tak dikenal pada Sabtu, 21 April 2018. Fadi ditembaki secara brutal saat hendak mengimami salat subuh di masjid dekat rumahnya di Kondominium Idaman Puteri, Jalan Meranti, Taman Medan, Kuala Lumpur.

Pihak keluarga menuduh dalang pembunuhan itu adalah agen mata-mata Israel atau yang dikenal dengan Mossad. Seperti yang dilansir dari timesofisrael.com, Fadi merupakan salah satu ilmuwan Hamas yang terlibat dalam pengembangan pesawat tanpa awak (drone).

Salah satu penelitiannya terkait drone berjudul Challenges of Integrating Unmanned Aerial Vehicles in Civil Application pernah dipublikasikan dalam IOP Conference Series Materials Science and Engineering pada bulan November 2013.

Berdasarkan penelusuran yang dilakukan Kriminologi.id terdapat 5 orang lainnya yang terkait dengan kelompok Hamas yang diduga menjadi incaran agen Mossad saat berada di luar negeri.

1. Mohamed Zaouari

Seperti pemberitaan yang dilansir dari bbc.com, Mohamed Zaouari sebenarnya adalah warga negara Tunisia yang bekerja sama dengan Brigade Al Qasam, salah satu organisasi sayap Hamas selama 10 tahun. Mirip dengan Fadi, Zaouari adalah ilmuwan dengan kekhususan tentang drone.

Zaouari ditembak mati saat berada di dalam mobilnya yang terparkir di depan tempat tinggalnya di Sfax, Tunisia pada 15 Desember 2016. Palestina menuduh Israel bertanggung jawab atas kematian ilmuwan tersebut.

2. Mahmoud al-Mabhouh

Mahmoud al-Mabhouh merupakan salah satu pimpinan Hamas dan pendiri Brigade Izz ad-Din al-Qassam yang merupakan salah satu organisasi sayap kelompok Hamas.

Mahmoud dibunuh di kamar hotelnya di Dubai pada 19 Januari 2010. Berdasarkan hasil forensik kepolisian Dubai seperti yang dilansir dari telegraph.co.uk, Mahmoud tewas karena diracun succinylcholine atau Suksametonium klorida.

Suksametonium klorida adalah zat pelemas otot dengan kerja yang singkat dan penggunaannya berbahaya bagi pasien dengan riwayat penyakit jantung dan saluran pernafasan.

Laboratorium di Perancis yang menganalisa sampel darah Mahmoud, menemukan bahwa penyebab tewasnya Mahmoud karena diestrum. Sehingga diduga setelah disuntik zat Suksametonium klorida, Mahmoud disetrum oleh pelaku, seperti yang dilansir dari bbc.com.

3. Fathi Shaqaqi

Fathi Shaqaqi adalah Sekretaris Jenderal kelompok pergerakan Jihad Islam di Palestina. Fathi tewas ditembak di depan Hotel Diplomat di Silema, Malta pada 26 Oktober 1995. Pelakunya dua orang tidak dikenal yang mengendarai sepeda motor. Pembunuhan terjadi beberapa hari setelah melakukan wawancara dengan jurnalis Al Hayat bernama Ibrahim Hamidi.

Tuduhan pelaku pembunuhan Fathi diduga kuat didalangi oleh Israel sebab Fathi menjadi target setelah peritiwa bom bunuh diri yang terjadi di Beit Lid, persimpangan antara Tel Aviv dan Haifa pada 22 Januari 1995.

Seperti yang dilansir dari Aljazeera.com, dua orang anggota Jihad Islam menyamar sebagai tentara Israel dan menuju persimpangan tersebut. Pelaku bom bunuh diri pertama masuk ke sekelompok tentara dan meledakkan dirinya pada pukul 09:30 waktu setempat. Tiga menit kemudian tim penyelamat datang dan bom bunuh diri kedua pun diledakkan. Peristiwa ini mengakibatkan 21 tentara Israel tewas.

Perdana Menteri Israel saat itu, Yitzhak Rabin diduga yang memerintahkan secara langsung agar Fathi yang menjabat pimpinan Jihad Islam segera dibunuh.

4. Izz Eldine Subhi Sheik Khalil

Izz Eldine Subhi Sheik Khalil adalah salah satu pimpinan kelompok Hamas yang tewas dibunuh di Damaskus, Suriah, 26 September 2004. Seperti yang dilansir dari independent.co.uk, Khalil tewas di dalam mobilnya yang meledak.

Sebelum meledak, Khalil menerima panggilan telepon, diduga bom tersebut diatur untuk meledak saat Khalil menerima panggilan telepon tersebut.

Menteri Keamanan Internal (Internal Security) Israel saat itu, Gideon Ezra menjawab pertanyaan tentang keterlibatan Israel dalam pembunuhan tersebut dengan pernyataan yang mencurigakan.

Gideon menyatakan menyatakan bahwa Israel tidak mengkonfirmasi keterlibatannya, tapi tidak juga menyangkal keterlibatannya dalam pembunuhan tersebut. Namun Israel tidak merasakan penyesalan terhadap peristiwa tersebut. Pembunuhan Khalil merupakan pembunuhan pertama terhadap pimpinan Palestina di Suriah.

5. Khaled Mashal

Khaled Mashal menjadi korban percobaan pembunuhan yang dilakukan oleh Mossad, walaupun akhirnya nyawanya dapat diselamatkan. Khaled adalah pimpinan kelompok Hamas dan peristiwa percobaan pembunuhan itu terjadi pada 25 September 1997 di Jordania.

Dua orang pelaku yang berpura-pura sebagai wisatawan asal Kanada menyemprotkan zat Fentanyl ke telinga Mashal. Seperti yang dilansir dari cnn.com, Fentanyl 30-50 kali lebih berbahaya dibandingkan heroin. Hanya butuh sekitar 0,25 miligram saja untuk membuat seseorang tewas.

Pihak kepolisian Jordania tidak lama menangkap kedua pelaku yang ternyata adalah agen Mossad. Mereka memalsukan paspor Kanada untuk masuk ke Jordania. Raja Jordania, Hussein bin Talal kemudian menghubungi Perdana Menteri Israel saat itu, Benjamin Netanyahu untuk menyerahkan penawarnya.

Dia mengancam, jika permintaan tersebut tidak dipenuhi maka kedua agen Mossad tersebut akan diadili di Jordania. Walaupun awalnya permintaan tersebut ditolak, Raja Hussein kemudian mengancam untuk mengakhiri perjanjian hubungan perdamaian antara Israel dan Jordan yang ditandatangani pada 1994.

Rupanya ancaman tersebut berhasil membuat Benjamin menyerahkan penawarnya pada Jordania dan Mashal pun dapat diselamatkan. DP

Baca Selengkapnya

Home Lapor & Waspada Peta Kejahatan 5 Aktivis Palestina Incaran Agen Mossad Selain Fadi Al-Batsh

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu