Ponsel berlogo tokopedia. Foto: Facebook/Tokopedia

5 Barang Ilegal yang Dijual di Tokopedia, Ada Senpi dan Gading Gajah

Estimasi Baca:
Sabtu, 17 Mar 2018 20:00:40 WIB

Kriminologi.id - Tokopedia memang sebuah market place atau platform jual beli berbasis website dan aplikasi yang menghubungkan penjual dengan pembeli secara langsung. Website Tokopedia merupakan website yang paling sering dikunjungi dibandingkan website jual beli lainnya di Indonesia.

Alexa.com meletakkan Tokopedia di posisi ke-6 dari seluruh website paling populer di Indonesia. Ini menunjukkan posisi Tokopedia sebagai website jual beli dengan peringkat tertinggi di Indonesia.

Kemudahan dan popularitas Tokopedia rupanya banyak disalahgunakan oleh para penggunanya. Penelusuran Kriminologi.id menemukan 5 barang terlarang dijual di Tokopedia baik yang sudah terungkap maupun belum terungkap, yaitu:

1. Senjata Api

Kepolisian Daerah Jawa Barat berhasil membongkar perdagangan senjata api yang dilakukan melalui Tokopedia dan Bukalapak pada 1 Maret 2018. Pelaku yang ditangkap berjumlah 4 orang beserta 14 pucuk senjata api rakitan dan 350 butir amunisi yang turut diamankan.

Keempat pelaku berperan sebagai penyalur dan marketing senjata api, sedangakan orang yang membuat senjata api tersebut telah ditangkap sebelumnya. Para pelaku juga memasarkan senjata apinya melalui media sosial ke seluruh wilayah di Indonesia. Selain itu, polisi juga menemukan beberapa buku rekening dengan nilai transaksi mencapai Rp 150 juta.

Baca: Jual Senpi di Tokopedia dan Bukalapak, Pelaku Gunakan Kode "Aqua"

2. Gading Gajah

Pada tahun 2015 sempat ramai dibicarakan di media massa bahwa tiga website jual beli online yaitu Tokopedia, Bukalapak, dan Lazada menjual gading gajah. Ketiga platform tersebut menerima berbagai kecaman dari publik.

Menurut Undang-Undang No.5 tahun 1990 tentang Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Ekosistemnya melarang penjualan dan distribusi bagian-bagian satwa yang dilindungi. Perdagangan satwa maupun bagian-bagian satwa yang dilindungi ditetapkan sebagai tindak kejahatanyang mendapatkan ancaman penjara dan denda.

Berdasarkan undang-undang tersebut, Gajah Sumatera ditetapkan sebagai satwa yang dilindungi. Sehingga memperjual-belikan gadingnya adalah suatu kejahatan. Merespon hal ini akhirnya Tokopedia dan Bukalapak menutup akun yang menjual barang tersebut.

Screenshoot barang terlarang yang di jual di tokok online. Foto: Ist/Kriminologi.id
Screenshoot barang terlarang yang di jual di tokok online. Foto: Ist/Kriminologi.id

3. Benih Sawit

Benih sawit jenis tertentu memiliki hak distribusi eksklusif sehingga hanya beberapa distributor saja yang boleh menjual dan menyalurkannya.

Pada Juli 2016 ternyata ditemukan adanya benih sawit jenis tertentu yang dijual bebas di Tokopedia.

Benih sawit yang saat itu sempat dijual adalah jenis Topaz yang harusnya hak distribusi ekslusifnya dimiliki oleh PT Tunggal Yunus Estate. Perusahaan tersebut juga mengaku tidak memiliki cabanga tau perwakilan dalam menjual benih tersebut.

Pihak Tokopedia sebenarnya telah melarang penjualan barang-barang dengan hak distribusi eksklusif. Akhirnya pihak Tokopedia menutup akun yang menjual benih tersebut.

Baca: Princess Bong Raup Rp 20 Juta Per Bulan Jual Alat Hisap Sabu

4. Obat-Obatan Terlarang

Obat-obatan berlabel herbal dan tradisional memang banyak dijual di toko online termasuk Tokopedia. Sayangnya tidak semua produk herbal tersebut aman untuk dikonsumsi. Terkait hal ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tidak bosan mengingatkan masyarakat dengan mengeluarkan daftar obat tradisional yang dianggap berbahaya.

Salah satunya adalah Black Ant atau kapsul semut hitam. Pada September 2016 pihak BPOM telah menyebutkan bahwa produk Black Ant tidak memiliki izin edar, mencantumkan nomor izin palsu dan diduga mengandung bahan kimia berbahaya.

BPOM menyebutkan bahwa obat yang disebut-sebut dapat meningkatkan stamina laki-laki ini telah berulang kali masuk dalam daftar public warning. Pnelusuran Kriminologi menemukan produk Black Ant masih dijual di Tokopedia.

Screenshoot barang terlarang yang di jual di tokok online.
Screenshoot barang terlarang Black Ant yang di jual di tokok online. Foto: Ist/Kriminologi.id

Baca: Sekali Transaksi, Satu Senpi Ilegal Cipacing Dibanderol Rp 9-20 Juta

5. Ponsel Black Market

Sudah menjadi rahasia umum bahwa banyak toko online yang menjual barang elektronik khususnya ponsel dari hasil penyelundupan. Harga barang tentu saja lebih murah dibandingkan aslinya sebab mereka tidak membayar pajak dan cukai untuk barang tersebut.

Biasanya para penjual akan menyebutkan bahwa produk yang dijualnya BM (black market) sehingga garansi barang yang ditawarkan pun bermacam-macam. Bahkan ada juga yang berani menawarkan garansi resmi dari distributor.

Tokopedia sendiri juga masih banyak menjual ponsel BM, permintaan barang-barang BM dari masyarakat juga kian meningkat. Kementerian Perdagangan juga gerah melihat fenomena ini hingga akhirnya menegur sejumlah toko online yang menjual barang BM. Akhinya pada 2016 pihak Tokopedia menghapus beberapa item seperti produk iPhone 6s, iPhone 6s Plus, iPhone 7, dan iPhone 7 plus yang dijual BM di websitenya.

Sayangnya hingga kini masih ditemukan ponsel BM merk lainnya selain iPhone.  RZ

Screenshoot barang terlarang yang di jual di tokok online. Foto: Ist/Kriminologi.id
Screenshoot barang terlarang yang di jual di tokok online. Foto: Ist/Kriminologi.id

 

KOMENTAR
500/500