Ilustrasi bisikan gaib. Foto: Ist/Kriminologi.id

5 Bisikan Gaib Berujung Kejahatan Sadis

Estimasi Baca:
Sabtu, 5 Mei 2018 07:05:47 WIB

Kriminologi.id - Kasus kejahatan yang berawal dari adanya bisikan gaib, kerap terjadi di tengah masyarakat. Salah satunya adalah pengakuan Jumiati (sebelumnya ditulis Sumiati), pelaku penculikan Aditya, bayi berusia 20 hari di daerah Depok, Jawa Barat. Pelaku mengaku mendapatkan bisikan gaib yang menyuruhnya untuk mengambil bayi tersebut dari dalam rumah kontrakan korban tidak dikunci.

Selain kasus penculikan bayi tersebut, berdasarkan penelusuran kriminologi.id selama tahun 2018 terdapat 5 kejahatan sadis yang terjadi karena pelaku mengaku mendapatkan bisikan gaib. 

Pelaku kemudian terdorong untuk melakukan perbuatan jahat karena bisikan gaib itu dan tak sedikit yang berujung kepada kematian korbannya.

1. Ibu Racuni 2 Anak dan Tenggelamkan Bayi

Seorang ibu bernama Evi di Jombang, Jawa Timur tega membunuh ketiga anaknya pada 15 Januari 2018. Ibu muda tersebut meminumkan racun serangga pada kedua anaknya yang masih berumur 4 tahun dan 6 tahun. Sedangkan anak terakhirnya yang masih berusia 4 bulan ditenggelamkan di dalam bak mandi.

Setelah menghabisi nyawa ketiga anaknya, Evi kemudian juga menenggak racun serangga yang sama namun nyawanya berhasil diselamatkan. Sayangnya ketiga anaknya tidak ada yang berhasil selamat walaupun sudah dilarikan ke Rumah Sakit terdekat.

Sebelumnya Evi mengaku sempat merasa sekitarnya gelap dan terdengar bisikan-bisikan dan dia mengaku tidak sadar bahwa ketiga anaknya sudah meninggal di pangkuannya.

2. Ibu Bekap Bayi Hingga Tewas

Ibu muda yang masih berusia 17 tahun di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, tega membekap bayinya hingga tewas. Ibu bernama Nur Saskia Wati membekap bayinya hingga tidak bernapas menggunakan bantal.

Setelah membekap bayinya hingga tewas pada 11 Februari 2018, Nur meninggalkannya di rumah dan menggemboknya dari luar. Bayi tersebut akhirnya ditemukan karena kecurigaan sang nenek yang mencari-cari cucu kesayangannya itu.

Menurut penyelidikan yang dilakukan polisi, Nur mengaku membunuh bayinya karena ada bisikan yang membayang-bayangi dirinya untuk mengambil nyawa bayi tersebut. Berdasarkan pengakuannya tersebut, polisi memutuskan untuk melakukan pemeriksaan kondisi kejiwaan Nur.

3. Perempuan Tusuk Ustaz

Perempuan bernama Vivi menusuk seorang ustaz Abdul Rahman di dalam Masjid Darul Muttaqin yang terletak di daerah Perumahan Bumi Sawangan Indah 1, Depok, Jawa Barat. Korban yang merupakan guru ngaji. Akibatnya korban menderita luka di sekitar telinganya akibat ditusuk benda tajam oleh Vivi.

Peristiwa ini terjadi pada 11 Maret 2018 saat korban hendak melakukan ibadah salat Subuh berjamaah di masjid tersebut. Pelaku saat itu juga berada di dalam masjid yang sama dan seluruh warga mengira pelaku juga hendak melakukan salat subuh.

Setelah azan selesai dikumandangkan, tiba-tiba Vivi maju dan menusuk korban. Walaupun masih terus berusaha untuk menusuk ustaz Abdul Rahman berkali-kali namun warga segera mengamankan Vivi.

Saat polisi melakukan pemeriksaan, Vivi mengaku melakukan penusukan tersebut karena mendapatkan bisikan gaib. Masyarakat sekitar mengenal Vivi sebagai seseorang yang mengalami gangguan kejiwaan karena terkadang dirinya berjoget-joget sendiri tanpa ada sebab yang jelas.

4. Buruh Pabrik Tikam 2 Kakaknya

Seorang buruh pabrik di daerah Kampung Uwung Hilir, Tangerang tega menikam dua kakaknya di rumah. Pelaku yang bernama Ronal Aminata setelah salat Jumat tiba-tiba menikam kakak ipar pelaku yang sedang bersantai dan menonton televisi.

Korban langsung terkapar dengan bersimbah darah. Melihat kejadian tersebut, kakak pelaku berusaha untuk melerai, namun ia juga ditusuk oleh Ronal. Kakak pelaku akhirnya berhasil kabur dan berteriak meminta pertolongan warga sekitar.

Ketika dilakukan pemeriksaan oleh polisi, Ronal mengaku mendapatkan bisikan “tusuk", namun tidak sadar bahwa dirinya melakukan penusukan tersebut kepada kedua kakaknya. Ronal juga mengakui bahwa dirinya sedang mempelajari ilmu hitam tertentu dan menduga bisikan yang didengarnya adalah pengaruh dari ilmu hitam tersebut.

5. Polisi Menembak Adik Ipar

Kompol Fahrizal, seorang polisi yang menjabat sebagai Wakapolres Lombok Tengah menembak mati adik iparnya sendiri di rumah Ibunya yang terletak di Medan, Sumatera Utara pada 4 April 2018. Saat itu Fahrizal, ibunya, adik iparnya, dan adik kandungnya sedang duduk santai sambil berbincang-bincang di ruang tamu.

Namun ketika adik kandungnya sedang membuat minum di dapur, terjadi keributan di ruang tamu. Fahrizal menodongkan pistolnya kepada ibunya, sedangkan adik iparnya berusaha mencegah dengan mengatakan “jangan bang.” Bukannya menurunkan pistolnya, Fahrizal justru menembak adik iparnya sendiri.

Setelah menembak adik iparnya hingga tewas, Fahrizal menyerahkan diri ke Mapolrestabes Medan dengan ditemani ibunya. Fahrizal mengaku mendapatkan bisikan sebelum menembakkan senjatanya.

Pihak kepolisian menduga Fahrizal mengalami gangguan kejiwaan karena sebelumnya pernah belajar ilmu kanuragan di Jawa Barat. Oleh karena itu, Fahrizal menjalani observasi dan pemeriksaan terhadap kondisi kejiwaannya. AS

KOMENTAR
500/500