Ilustrasi karya jurnalis. Foto: Pixabay

5 Jurnalis Rusia Pengkritik Putin Tewas Tak Wajar Dalam 2 Tahun

Estimasi Baca:
Sabtu, 2 Jun 2018 07:10:19 WIB

Kriminologi.id - Berita tewasnya wartawan Rusia yang tinggal di Ukraina, Arkady Babchenko pada 29 Mei 2018 menjadi sorotan. Meskipun Babchenko muncul secara mengejutkan dan menggelar konferensi pers. Babchenko menyatakan bahwa berita palsu kematiannya untuk mengecoh orang-orang yang memiliki rencana untuk membunuhnya.

Saat melakukan konferensi pers tersebut, para pelaku yang merencanakan pembunuhan Babchenko telah ditangkap oleh Badan Keamanan Ukraina (SBU). Pihak Ukraina meyakini usaha pembunuhan tersebut didalangi oleh Badan Intelijen Rusia yang merekrut mantan petugas keamanan kontra-terorisme Ukraina. Nyawa Babchenko dihargai US$ 13 ribu.

Babchenko memang dikenal sebagai jurnalis yang kerap memberikan kritikan pedas terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin. Ini juga yang menjadi alasan kepindahannya dari Rusia ke Ukraina.

Tidak semua jurnalis Rusia seberuntung Babchenko, berdasarkan penelusuran Kriminologi.id, terdapat 5 jurnalis Rusia yang tewas dalam 2 tahun terakhir. Mereka tewas dengan cara tidak wajar dan memunculkan dugaan bahwa kematian mereka didalangi oleh pihak pemerintah Rusia.

Maxim Borodin

Dok. Maxim Borodin. Foto: Maxim Borodin/Facebook
Dok. Maxim Borodin. Foto: Maxim Borodin/Facebook

Maxim Borodin, jurnalis investigasi Rusia ditemukan terjatuh dari flatnya di lantai 5. Borodin ditemukan dengan luka-luka yang cukup parah oleh tetangganya dan segera dibawa ke rumah sakit. Sayangnya, nyawa Borodin tak dapat diselamatkan.

Kepolisian setempat menyatakan tidak ditemukan adanya catatan bunuh diri di dalam flatnya, namun tidak ditemukan juga tanda-tanda yang menunjukkan peristiwa tersebut ada tindakan kejahatan.

Rekan Borodin, Vyacheslav Bashkov menyatakan bahwa pada 11 April 2018 pukul 5 pagi Borodin menghubunginya dan bercerita bahwa flatnya dikepung orang-orang bersenjata. Borodin melihatnya dari balkon flat miliknya. Selang 4 hari, Borodin terjatuh dari flatnya dan kejadian ini dinilai cukup misterius.

Saat itu Borodin sedang melakukan investigasi terkait skandal politik termasuk tuduhan yang dibuat oleh gadis Belarusia bernama Nastya Rybka dalam sebuah video yang di unggah pimpinan oposisi Rusia, Alexei Navalny

Nikolay Andrushchenko

Dok. Nikolay Andrushchenko. Nikolay Andrushchenko/Barney
Dok. Nikolay Andrushchenko. Nikolay Andrushchenko/Barney

Nikolay Andrushchenko tewas pada 19 April 2017 setelah mengalami kondisi koma sejak 9 Maret 2017. Nikolay diserang dan dipukuli oleh orang tidak dikenal di dekat tempat tinggalnya.

Sebelumnya dalam sebuah interview, Andrushchenko memberikan komentar terhadap politik yang dijalankan oleh Vladimir Putin. Andrushchenko menyatakan bahwa sistem politik Putin berorientasi pada uang.

Selain itu, Andrushchenko juga pernah dipenjara pada tahun 2007 atas tuduhan pencemaran nama baik dan tindakan menghalangi penyidikan. Tak berhenti sampai disitu, pada tahun 2008 kembali dituduh melakukan pencemaran nama baik, menghasut aktivitas ekstrimis, dan melakukan penghinaan kepada perwakilan pemerintahan.

Yevgeny Khamaganov

Dok. Yevgeny Khamaganov. Foto: Yevgeny Khamaganov/Google Plus
Dok. Yevgeny Khamaganov. Foto: Yevgeny Khamaganov/Google Plus

Seperti yang dilansir dari snopes.com, Yevgeny Khamaganov juga mengalami serangan orang tidak dikenal sehari setelah penyerangan Andrushchenko. Khamaganov juga mengalami luka parah dan meninggal pada 17 Maret 2017.

Khmaganov telah mempubikasikan masalah korupsi yang terjadi di dalam pemerintahan. Kematian Khmaganov juga masih menjadi misteri karena banyaknya rumor mengenai penyebab kematian Khmaganov.

Alexander Shchetinin

Alexander Shchetinin. Foto: Twitter
Alexander Shchetinin. Foto: Twitter

Alexander Shchetinin ditemukan tewas di apartemennya yang terletak di Kiev, Ibu Kota Ukraina. Shchetinin ditemukan tewas dengan peluru bersarang di kepalanya pada 29 Agustus 2016. Kedua orang rekan Shchetinin yang datang untuk merayakan ulang tahun Shchetinin justru menemukan senjata dan dan selongsong peluru di dekat mayat Shchetinin.

Shchetinin mengkritik Vladimir Putin dan menyebutnya sebagai musuh pribadi yang dianggap menjalankan kediktatoran fasis. Selain itu, Shchetinin juga mengatakan presiden Ukraina, Petro Poroshenko terlibat dalam korupsi.

Pavel Sheremet

Pavel Sheremet. Foto: Twitter
Pavel Sheremet. Foto: Twitter

Pavel Sheremet tewas di dalam mobilnya yang meledak di Kiev, Ukraina pada 20 Juli 2016. Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan oleh petugas setempat menyatakan bahwa peristiwa tersebut adalah pembunuhan.

Sheremet pernah mendapatkan penghargaan terkait perlinudungan jurnalis dan kebebasan pers pada tahun 1999 juga penghargaan terkait Jurnalisme dan Demokrasi pada tahun 2002.

Sebelum peristiwa tersebut, Sheremet menceritakan pada kerabatnya bahwa dirinya diawasi oleh pihak tertentu. Hasil investigasi jurnalis lokal yang mempublikasikan hasil penyelidikannya secara online dalam website occrp.org memberitahukan ada indikasi keterlibatan badan intelijen Ukraina dalam kematian Sheremet.

KOMENTAR
500/500