Kondisi Kapel Santo Zakaria pasca pengrusakan. Foto: Facebook Jost Kokoh Prihatanto

5 Kasus Penyerangan Rumah Ibadah di Awal 2018

Estimasi Baca:
Minggu, 18 Mar 2018 12:05:34 WIB

Kriminologi.id - Penyerangan terhadap rumah ibadah kembali membuka tahun 2018. Rumah ibadah jadi sasaran penyerangan yang terbaru adalah Kapel Santo Zakaria di Dusun Mekar Sari, Kecamatan Rantau Ali, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

Pada Kamis dini hari, 8 Maret 2018, Kapel Santo Zakaria dirusak oleh sekelompok orang tak dikenal yang menggunakan penutup wajah. Akibat penyerangan itu, Kapel Santo Zakaria mengalami kerusakan pada engsel pintu dan pecah pada kaca jendela gereja.

Selain itu, para pelaku juga menumpukkan kursi plastik dan patung Bunda Maria di tengah kapel lalu membakarnya.

Motif dari penyerangan itu diduga kuat karena masalah politik terkait pemilihan kepala desa. Kepolisian pun mengaku sudah memiliki bukti bahwa penyerangan itu diduga didalangi oleh mantan kepala desa yang sakit hati tidak terpilih kembali.

Baca: Polisi Kantongi Bukti Baru Perusakan Kapel Santo Zakaria

Kabar perusakan terhadap Kapel Santo Zakaria menambah deretan rumah ibadah yang menjadi sasaran penyerangan di awal tahun 2018. Dan ini jelas menjadi hal yang sangat memprihatinkan mengingat dalam kurun waktu yang relatif berdekatan sudah terjadi beberapa penyerangan rumah ibadah.

Berdasarkan penelusuran Kriminologi.id, di dua bulan pertama tahun 2018 saja sudah ada empat peristiwa penyerangan yang ditujukan ke rumah ibadah, baik berupa perusakan atau teror.

	Infografik 5 Aksi Penyerangan Rumah Ibadah di Awal 2018. Infografik: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Selain Kapel Zakaria, berikut adalah empat peristiwa penyerangan rumah ibadah lainnya yang terjadi mengawali tahun 2018 ini:

1. Perusakan Masjid di Tuban

Sebuah masjid bernama Masjid Baitur Rohim di Jalan Sumurgempol No. 77, Kelurahan Karangsari, Kecamatan Tuban, Jawa Timur, menjadi sasaran perusakan pada Selasa dini hari, 13 Februari 2018.

Peristiwa itu pun mengagetkan warga sekitar. Akibat peristiwa perusakan itu, kaca yang terpasang di jendela berukuran besar di Masjid Baitur Rohim pecah berserakan lantaran ditendang oleh pelaku.

Baca: Pakai Parang, Mahasiswa Serang Jemaat Gereja Saat Beribadah

Berdasarkan penyelidikan, perusakan itu dilakukan oleh pria bernama Zaenudin (40), pasien dari Gus Mad yang adalah pengasuh Pondok Pesantren Al Islahiyah. Zaenudin diketahui memiliki gangguan kejiwaan. Motif perusakan diketahui lantaran terlalu lama menunggu dan kesal tidak kunjung bertemu Gus Mad meskipun sudah datang ke Tuban dari Rembang sejak Senin malam, 12 Februari 2018.

2. Penyerangan di Gereja St. Lidwina, Sleman

Minggu pagi sekitar pukul 7.30 WIB, 11 Februari 2018, Gereja Katolik St. Lidwina di Jalan Jambon Trihanggo No. 3, Gamping, Trihanggo, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, menjadi sasaran penyerangan pada saat misa tengah berlangsung. 

Pelaku penyerangan diketahui bernama Suliyono, seorang mahasiswa berusia 23 tahun yang diduga kuat menganut paham radikalisme. Pemuda asal Banyuwangi itu membawa samurai dan melukai empat orang yang tengah beribadah di dalam gereja. Dari penyerangan itu, seorang Romo bernama Romo Prier mengalami sobek pada kepala bagian belakang.

3. Teror Bom Kelenteng di Karawang

Kelenteng Kwaan Tee Kon yang terletak di Jalan Ir H Juanda, Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang diteror bom pada Minggu, 11 Februari 2018.

Aksi teror bom Kelenteng Kwaan Tee Kon terjadi sekitar pukul 05.30 WIB saat seorang pria mengantarkan sebuah paket berisi kitab suci Al Quran yang diselipkan selembar kertas berisi ancaman bom melalui tulisan.

Baca: Begini Kronologi Lengkap Ancaman Teror Bom di Kelenteng Kwan Tee Koen

Beruntung pelaku teror bernama Daeng alias Dhawer, warga Karawang, berhasil diringkus oleh polisi dua jam setelah ditemukan kertas bertuliskan ancaman bom tersebut. Pelaku mengaku dendam dengan pimpinan tempat kerja pelaku sebelumnya lantaran menjadi korban PHK hingga nekat melakukan aksinya itu. Pemilik perusahaan tempatnya bekerja diketahui memiliki hubungan dekat dengan ketua kelenteng tersebut.

4. Penyerangan Kelenteng di Kediri

Kelenteng Tjo Hwie Kiong di Jalan Yos Sudarso No. 148, Kota Kediri, Jawa Timur geger pada Sabtu malam, 13 Januari 2018. Kegegeran terjadi karena seorang pria tiba-tiba menerobos masuk dan melakukan penyerangan terhadap bangunan tempat ibadah.

Pelaku yang menggunakan sepeda motor melempari gedung sebelah kelenteng dengan batu. Akibatnya kaca jendela pecah berserakan.

Beruntung aparat kepolisian segera datang dan berhasil melumpuhkan pelaku. Dari hasil identifikasi, pelaku penyerangan diketahui bernama Rojib. Pelaku datang sendiri ke kelenteng sekitar pukul 21.30 WIB. AS

KOMENTAR
500/500