Dok. suasana pasca bom di Kampung Melayu, Jakarta Timur, (24/05/2017). Foto: Ist/Kriminologi.id

5 Kasus Polisi Tewas Saat Bertugas, Bom Kampung Melayu Paling Geger

Estimasi Baca:
Selasa, 17 Apr 2018 16:10:29 WIB

Kriminologi.id - Sebagai garda terdepan pelindung dan pengayom masyarakat, polisi kerap menghadapi berbagai macam risiko dalam menjalankan tugasnya. Tidak jarang polisi harus mempertaruhkan nyawa dan keselamatannya ketika bertugas.

Sebagaimana dimuat di berbagai media, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengungkapkan bahwa tugas anggota kepolisian semakin rawan dan berisiko. Berdasarkan pantauan IPW, dari tahun 2011 hingga 2016 terdapat sebanyak 146 polisi tewas dan 203 luka-luka akibat ulah para kriminal.

bom kampung melayu
Suasana setelah kejadian bom meledak di Kampung Melayu, Jakarta Selatan.

Salah satu contoh berisikonya tugas polisi baru-baru ini adalah yang dialami oleh anggota Kepolisian Karawang, Jawa Barat, pada Kamis, 12 April 2018. Saat melakukan pengungkapan kasus percobaan begal seorang guru SMP di flyover Cikampek, Karawang, Jawa Barat, beberapa waktu lalu, polisi justru dibohongi hingga masuk ke sarang begal.

Sebelumnya, polisi sudah berhasil menangkap dua pelaku yakni Diki Firdaus dan Nurmansah. Saat meminta keterangan terkait alamat tempat tinggal pelaku lainnya bernama Jani, kedua pelaku justru memberikan keterangan palsu. Polisi diarahkan ke daerah yang dikenal sebagai wilayah tukang begal. Di sana, rekannya sudah siap untuk menyerang polisi.

bom kampung melayu
Suasana Kampung Melayu setelah bom meledak.

Polisi lantas diserang dan dicekik oleh kedua pelaku. Merasa terancam, polisi kemudian menembak kedua pelaku dengan senjata api. Kedua pelaku tewas kehabisan darah meskipun sempat dibawa ke rumah sakit.

Melihat kasus tersebut, ancaman dan risiko yang dihadapi oleh anggota polisi dalam menjalankan tugasnya bukan main-main. Beruntung nyawa anggota polisi tersebut masih bisa selamat. 

Berdasarkan penelusuran singkat Kriminologi.id, sejak Mei 2017 terdapat 5 kasus polisi tewas saat bertugas;

1. Bom Kampung Melayu, 3 Anggota Polisi Tewas

Peristiwa bom bunuh diri terjadi di terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada Rabu, 24 Mei 2017. Dari peristiwa itu, sebanyak tiga anggota polisi tewas, yakni Bripda Taufan, Bripda Ridho dan Bripda Adinata.

Berdasarkan keterangan saksi, ketiga anggota polisi tersebut sebelumnya berjaga di lokasi kejadian saat ada kegiatan pawai obor jelang Ramadhan di kawasan tersebut.

Selain tiga anggota polisi, dua korban lainnya juga ditemukan di lokasi. Dua korban tersebut kemudian diidentifikasi sebagai pelaku bom bunuh diri. Sehingga total korban jiwa dari peristiwa tersebut berjumlah lima orang.

2. Melerai Konflik Antarwarga, Polisi Tewas Dikeroyok

Seorang anggota polisi Aipda Jakamal Tarigan (40) tewas dikeroyok saat berusahan melerai konflik antarwarga di Medan, Sumatera Utara, pada Sabtu, 3 Juni 2017.

Sebelumnya, korban datang ke lokasi karena dimintai tolong oleh warga di sana untuk melerai pertikaian antarwarga di Pasaar IV Desa Serbaguna, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Sebelum tewas dikeroyok, Aipda Jakamal sempat memberi tembakan peringatan ke udara untuk membubarkan massa. Namun mahas, sekelompok massa tersebut malah melakukan penyerangan. 

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka tusuk dan bacok di kepala, dada, serta paha. Apda Jakamal sempat dibawa ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong.

3. Polisi Tewas Ditikam Orang Tak Dikenal di Pos Penjagaan

Aiptu Martua Sigalingging, seorang anggota Polda Sumatera Utara, tewas ditikam dua orang tak dikenal saat dirinya sedang menjalani tugas gilir piket malam. Peristiwa itu terjadi di pos jaga Markas Polda Sumut pada Minggu dini hari, 25 Juni 2017, sekitar pukul 03.00 WIB.

Menurut hasil penyelidikan, dua pelaku masuk ke dalam markas Polda Sumut dengan melompati pagar. Tiba-tiba saja, kedua pelaku menyerang anggota di dalam pos yang tengah istirahat. Mereka menikam leher, dada dan tangan Aiptu Martua Sigalingging hingga tewas.

Selanjutnya, anggota yang lain Brigadir RB Ginting mencari bantunan ke anggota Brimbob. Anggota Brimob lalu mengambil tindakan dengan menembak kedua pelaku, satu tewas dan satu lagi kritis.

4. Penembakan di Tembagapura, Dua Anggota Brimbob Tewas 

Aktivits tambang PT Freeport Indoensia di Distirk Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, menimbulkan konflik. Terhitung sudah beberapa kali terjadi teror penembakan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Di tahun 2017, dua anggota Brimob tewas dalam aksi teror penembakan tersebut.

Insiden pertama terjadi pada Minggu, 22 Oktober 2017, yang menewaskan Briptu Berry Pramana Putra. Saat itu korban bersama anggota Brimob Den B Timika melakukan pengejaran terhadap anggota KKB yang melakukan penembakan di areal PT Freeport. Dalam baku tembak di wilayah kampung Utikini, Tembagapura, itu Briptu Berry tertembak hingga meninggal.

Insiden penembakan lainnya terjadi pada Rabu dini hari, 15 November 2017, yang menewaskan Bigadir Firman. Saat itu terjadi baku tembak antara aparat Brimob Den B Polda Papua dan KKB di Mile 69, Distrik Tembagapura. 

Dalam insiden itu, dua anggota Brimbob tertembak, salah satunya adalah Brigadri Firman yang tewas setelah peluru bersarang di punggungnya. Rekan korban, Bripka Yongky Rumte, menderita luka tembak pada bagian punggung dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Tembagapura untuk menjalani perawatan intensif.

5. Menggerebek Pelaku Curanmor, Polisi Tewas Ditembak

Bripka Fajar Junjungan, seorang anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Jelutung, Kota Jambi, tewas ditembak pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) saat menggerebek rumah pelaku pada Selasa dini hari, 13 Februari 2018. Lokasi kejadian berada di kawasan Mendalo, Kabupaten Muarojambi, yang berbatasan dengan Kota Jambi.

Peristiwa ini bermula dari penyelidikan kasus curanmor yang masuk wilayah hukum Polsek Jelutung, Kota Jambi. Informasi yang terkumpul kemudian ditindaklanjuti oleh tim yang sudah mengidentifikasi pelaku, penggerebekan pun berlangsung di salah satu perumahan di kawasan Mendalo.

Namun nahas, saat penggerebekan Bripka Fajar tertembus timah panas di bagian dada kiri yang ditembakkan oleh salah seorang pelaku curanmor. Nyawa Bripka Fajar tidak tertolong meskipun sempat dilarikan ke rumah sakit.

Penulis: Aditia Tjandra
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500