Perempuan mengemudikan mobil dengan pengaruh miras. Ilustrasi: wisegeek

5 Kecelakaan Maut Akibat Miras, dari Halusinasi Hingga Lepas Baju

Estimasi Baca:
Jumat, 13 Apr 2018 17:59:11 WIB

Kriminologi.id - Angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia cukup tinggi. Salah satunya disebabkan oleh pengaruh minuman keras (miras). Pengaruh ini membuat pengendara mobil berhalusinasi hingga lepas baju alias telanjang seperti yang dilakukan model syur Novi Amelia. 

Berdasarkan data Korlantas Polri menunjukkan sepanjang tahun 2017 saja total kecelakaan di Indonesia sebanyak 104.213 insiden, dan sebanyak 26.092 insiden berujung pada korban meninggal dunia.

Salah satu penyebab kecelakaan lalu lintas adalah kondisi pengendara yang mabuk. Tidak jarang hal tersebut pun berujung maut.

Kasus terbaru adalah insiden kecelakaan yang melibatkan model bernama Tiara Ayu Fauziah (25) pada Senin malam, 9 April 2018. Dalam kondisi mabuk, mobil BMW putih yang dikendarainya menabrak sopir ojek online hingga kakinya putus di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat.

Dari insiden tersebut, Tiara sudah ditetapkan sebagai tersangka dan mengaku mengonsumsi minuman beralkohol Sparkling Wine sebelum mengemudi.

Selain kasus Tiara, Kriminologi.id merangkum 5 kasus kecelakaan maut lainnya yang karenakan pengemudi mabuk. Kasus-kasus tersebut antara lain:

1. Tragedi Halte Tugu Tani

Januari 2012 silam, terjadi insiden kecelakaan maut yang terjadi di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, tepatnya di halte. Mobil Daihatsu Xenia melaju di Jalan M. Ridwan Rais, Gambir, Jakarta Pusat, dan hilang kendali hingga menyeruduk sejumlah pejalan kaki di depan kantor pajak.

Sebanyak 9 orang tewas dan 3 orang lainnya luka-luka. Berdasarkan pemeriksaan kepolisian, pengemudi yang bernama Afriyani Susanti dalam keadaan mabuk dan lelah usai clubbing bersama teman-temannya di sebuah diskotek di Jakarta. Buntut dari kecelakaan itu, Afriyani divonis 15 tahun penjara.

2. Berhalusinasi, Tabrak 7 Orang Saat Mengemudi

11 Oktober 2012, sebuah mobil Honda Jazz warna merah bernomor polisi B 1864 POP menghebohkan kawasan Tamansari, Jakarta Barat, setelah menabrak 7 orang hingga terluka. Pengemudianya adalah model syur Novi Amelia.

Novi diduga menenggak minuman keras dan ekstasi sebelum mengemudi. Akibatnya, Novi berhalusinasi sehingga melepaskan pakaiannya satu per satu dan membuangnya ke luar mobil hingga hanya menyisakan pakaian dalamnya saja. Karena insiden kecelakaan itu, Novi dijatuhi vonis 6 bulan penjara dengan percobaan 1 tahun.

3. Fortuner Maut di Daan Mogot

Insiden kecelakaan maut lainnya tejadi pada 8 Februari 2016, yang melibatkan sebuah mobil Toyota Fortuner bernomor polisi B 201 RFD. Mobil itu menabrak sebuah sepeda motor di Kilometer 15 Jalan Daan Mogot, Kalideres, Jakarta Barat.

Kecelakaan itu bermula ketika Fortuner melaju dari arah Grogol menuju Tangerang. Sesampainya di Kilometer 15, Fortuner itu menabrak sepeda motor, kemudian oleng ke kiri dan menabrak pohon. Tak berhenti di situ, Fortuner juga menabrak tiang listrik hingga akhirnya berguling ke tengah jalan.

Akibat kecelakaan itu 4 orang tewas, 2 orang pengendara sepeda motor dan 2 penumpang mobil Fortuner. Sementara itu, pengemudi Fortuner bernama Riki Agung Prasetyo (24) terbukti sedang mabuk saat mengemudi.

4. Minibus Renggut Nyawa Seorang Polisi

Kecelakaan maut terjadi di persimpangan Jalan Zainyl Arifin-Jalan Diponegoro, Medan, pada Minggu pagi, 10 September 2017. Kecelakaan itu menewaskan 2 orang, salah satunya adalah seorang anggota Polri, Briptu Dedi Frengki Purba (30).

Kecelakaan terjadi ketika mobil Honda Accord yang berada di Jalan Zainul Arifin dihantam dari sebelah kiri oleh mobil mini bus Avanza yang melaju dari Jalan Diponegoro dengan kecepatan tinggi. Diduga pengemudi Avanza dalam keadaan mabuk berat. Ditemukan pula tiga botol minuman keras kosong di dalam mobil.

5. Tabrakan Beruntun di Pondok Indah

Insiden kecelakaan beruntun yang melibatkan sejumlah kendaraan bermotor terjadi di underpass Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 3 Maret 2018. Akibat insiden tersebut, seorang pengendara motor tewas.

Kecelakaan diduga bermula dari mobil Toyota Camry bernomor polisi B 1395 SAG yang dikemudikan oleh Airlangga Dinendra Sofjan tidak dapat mengendalikan laju kendaraan. Airlangga diduga mengendarai mobil dalam keadaan mabuk. Karenanya, ia tidak dapat mengendalikan mobilnya dan menabrak pembatas jalur sehingga menabrak satu motor dan dua mobil. 

Penulis: Aditia Tjandra
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500