Ilustrasi ojek online, ilustrasi: Dwiangga Perwira

5 Kekerasan Libatkan Ojek Online, Serang Pos Satpam hingga Amuk Mobil

Estimasi Baca:
Sabtu, 3 Mar 2018 12:12:21 WIB

Kriminologi.id - Aksi sekelompok pengemudi ojek online yang mengamuk hingga menghancurkan mobil Nissan X-Trail bernomor polisi  B 233 PB di terowongan underpass Pasar Senen, Jakarta Pusat pada Rabu malam, 28 Februari 2018 lalu menjadi perhatian.

Sebab, tindakan-tindakan kekerasan yang dilakukan secara kolektif oleh pengemudi ojek online tidak hanya terjadi satu-dua kali.

Penelusuran Kriminologi, sebelum perusakan mobil Nissan X-Trail itu, terhitung ada 5 kali aksi kekerasan baik itu bentrokan atau pengeroyokan yang dilakukan oleh pengemudi ojek online di berbagai tempat, dan 1 kali peristiwa nyaris bentrok pengemudi ojek online dengan ojek pangkalan.

Berikut daftar peristiwa kekerasan libatkan pengemudi ojek online dalam 2 bulan terakhir.

Baca: 7 Fakta Mobil Nissan Diamuk Ojek Online, Makian Berujung Perusakan

Penyerbuan Pos Keamanan, Cengkareng

Puluhan pengemudi ojek online menyerbu pos keamanan di Perumahan Mutiara Taman Palem Cluster Blok C, Cengkareng, Jakarta Barat pada 10 Januari 2018. Para pengemudi ojek online sempat melakukan pengrusakan terhadap pos keamanan tersebut dengan menggunakan kayu dan melempari batu.

Peristiwa itu bermula saat salah satu pengemudi ojek online hendak mengantar makanan yang dipesan salah seorang penghuni perumahan itu. Namun, saat hendak memasuki kawasan perumah itu, korban diberhentikan petugas di pos keamanan dengan tujuan untuk meminta kartu identitas pengemudi ojek online tersebut.

Sekembalinya mengatar pesanan, pengemudi tersebut kembali ke pos dan meminta kartu identitasnya. Namun, pengemudi juga sempat menantang salah satu petugas karena merasa tersinggung. Akhirnya petugas memukul pengemudi tersebut hingga terluka dan berdarah di bagian hidung. Tidak berapa lama, pengemudi ojek online tersebut kembali ke pos keamanan dengan membawa teman-temannya dan melakukan pengrusakan

Baca: Ojek Online Dianiaya Satpam, Ratusan Driver Serbu Pos Keamanan

Bentrok dengan Sopir Angkot, Medan

Bentrokan antara pengemudi ojek online dengan sopir angkot trayek 103 jurusan Pancing-Pancur terjadi pada 12 Januari 2018 di Jalan Jamin Ginting Medan. Bentrokan ini berawal dari pengemudi ojek online yang hendak melintas namun terhalang angkot yang terparkir persis di depan salah satu gang. Sehingga pengemudi ojek online tersebut menegur sopir angkot, namun sopir angkot merasa tidak terima atas teguran tersebut sehingga kemudian memukuli dan mengeroyok pengemudi ojek online tersebut.

Tidak terima karena salah seorang rekannya dipukuli dan dikeroyok sopir angkot, beberapa jam kemudian puluhan pengemudi online datang ke lokasi tersebut dan merusak 1 unit angkot 103. Sehingga bentrokan pun tidak bisa dielakkan, namun kepolisian cepat tanggap dan segera melerai kedua kelompok massa tersebut.

Tak berhenti sampai disitu, keributan kembali terjadi keesokan harinya yaitu pada 13 Januari 2018. Kejadian ini merupakan imbas dari bentrokan yang terjadi malam sebelumnya. Setelah peristiwa bentrokan tersebut, sopir angkot maupun pengemudi ojek online sama-sama melakukan sweeping di jalan sehingga keadaan dirasa memanas bagi kedua belah pihak. Pada hari tersebut terjadi bentrokan dan saling lempar di beberapa wilayah di Batam.

Bentrokan dengan Ojek Pangkalan, Batam

Bentrokan antara pengemudi ojek online dengan ojek pangkalan terjadi lagi pada 22 Februari 2018 di depan Megamall Batam, Batam Centre, Batam. Bentrokan ini bermula karena adanya iring-iringan para pengemudi ojek online yang lewat di depan Megamall Batam dan bertemu dengan beberapa orang ojek pangkalan.

Bentrokan antara kedua kelompok massa tersebut tidak dapat dihindarkan, mereka saling pukul dan bahkan ada yang membawa balok kayu dan batu dalam bentrokan tersebut. Akhirnya bentrokan ini dibubarkan oleh kepolisian yang segera meluncur ke lokasi bentrokan setelah mendapatkan laporan dari warga sekitar.

Baca: 4 Ojek Online Diperiksa Terkait Perusakan Mobil Nissan X-Trail

Nyaris Bentrok dengan Ojek Pangkalan, Depok

Bentrokan nyaris terjadi antara pengemudi ojek online dengan ojek pangkalan pada 23 Januari 2018 di dekat Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat. Bentrokan terjadi karena beredarnya desas-desus bahwa ada pengemudi ojek online yang dipukuli oleh ojek pangkalan.

Menyikapi desas-desus tersebut, puluhan pengemudi ojek online berbondong-bondong datang ke lokasi tersebut. Akhirnya, kerumunan massa dapat dibubarkan oleh kepolisian karena setelah dilakukan mediasi ternyata tidak desas-desus tersebut tidak benar. Sebelumnya memang antara pengemudi ojek online dengan ojek pangkalan memiliki sejarah yang tidak baik, sehingga desas-desus seperti itu mudah memancing amarah kedua belah pihak.

KOMENTAR
500/500