Ilustrasi Teroris. Ilustrasi: Kriminologi.id

5 Kelompok Teroris yang Tidak Mengatasnamakan Islam

Estimasi Baca:
Jumat, 18 Mei 2018 07:05:11 WIB

Kriminologi.id - Aksi teror yang terjadi di Jakarta, Surabaya, dan beberapa wilayah Indonesia akhir-akhir ini diduga dilakukan oleh para teroris yang berasal dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berafiliasi dengan ISIS yang mengatasnamakan Islam. Namun sejumlah kelompok yang tidak mengatasnamakan Islam tercatat dalam daftar teroris versi Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Kelompok JAD ini menurut catatan Global Security merupakan salah satu kelompok teroris yang berbai’at kepada pemimpin Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

JAD bisa disebut kepanjangan tangan ISIS dalam melakukan teror di Indonesia. JAD dan ISIS sendiri mengklaim dan mengatasnamakan ajaran Islam yang melandasi tindakan yang dilakukannya. Walaupun pada kenyataannya, semua tindakan teror yang dilakukan JAD maupun ISIS mendapat kecaman keras dari umat muslim lainnya di seluruh dunia.

Tak hanya itu, ulama-ulama Islam di seluruh dunia pun berusaha menyerukan bahwa ajaran Islam bukan seperti yang dipahami oleh kelompok JAD maupun ISIS. Ajaran Islam membawa kedamaian dan tidak identik dengan kekerasan seperti yang mereka lakukan.

Pandangan seluruh dunia saat ini memang seakan-akan menunjuk agama Islam identik dengan pelaku terorisme. Berdasarkan penelusuran Kriminologi.id, ada kelompok-kelompok teroris lain yang sebenarnya tidak mengatasnamakan Islam sebagai landasan bagi tindakannya.

1. Khalistan Commando Force

Bendera Khalistan Commando Force. Foto: Ist/Kriminologi.id
Bendera Khalistan Commando Force. Foto: Ist/Kriminologi.id

Khalistan Commando Force (KCF) adalah kelompok teroris yang bergerak di India. Kelompok ini bertujuan untuk mendirikan negara terpisah yang disebut Khalistan. Gerakan kelompok ini dimulai saat berpisahnya India dari Inggris pada tahun 1947, saat itu berhembus isu untuk mendirikan negara Sikh yang independen. Namun akhirnya ide ini gagal sebab penganut agama Sikh di India masih kalah jumlah dibandingkan dengan agama-agama lainnya.

Para penganut Sikh ini juga melakukan teror-teror hingga awal tahun 2018 ini, walaupun skalanya sudah tidak sebesar dulu. Puncak gerakan KCF terjadi pada tahun 1970-1980an dimana mereka melakukan pembunuhan terhadap Perdana Menteri India, Indira Gandhi dan juga meledakkan pesawat Air India yang menewaskan 328 penumpangnya.

2. Kach and Kahane Chai

Bendera Kach and Kahane Chai. Foto: Ist/Kriminologi.id
Bendera Kach and Kahane Chai. Foto: Ist/Kriminologi.id

Kach adalah kelompok Yahudi Ortodoks yang radikal. Kelompok ini berdiri sejak tahun 1971-1994 yang dipimpin oleh seorang Rabi yang bernama Meir Kahane. Ideologi yang mereka usung adalah Yahudi-Ortodoks-Nasionalis atau yang disebut juga dengan Kahanisme.

Kelompok ini juga membuat sebuah partai politik bernama The League List sebagai kendaraan politiknya dan pernah menang dalam pemiliihan 1973.

Melalui partai tersebut Kahana mengajukan kepada legislatif untuk mencabut kewarganegaraan Israel bagi warga non-Yahudi dan melarang pernikahan maupun hubungan seksual antara warga Yahudi dengan warga non-Yahudi.

Setelah Kahana tewas dibunuh pada 1990, kelompok ini terpecah menjadi Kahane Chai dan Kach. Walaupun terpecah, keduanya masih saling mendukung dalam penyerangan dengan geranat terhadap pasar dagi Kota Tua Yerusalem pada 1992.

Akhirnya pada tahun 1994 pemerintah Israel secara resmi melarang kedua kelompok ini karena adanya dugaan keterlibatan keduanya dalam pembunuhan masal terhadap 29 orang Palestina di Gua Cave of the Patriarch. Selain itu, pada tahun 1995 kedua kelompok tersebut diduga juga mendalangi pembunuhan Perdana Menteri Yitzhak Rabin.

3. National Liberation Front of Tripura

Bendera National Liberation Front of Tripura. Foto: Ist/Kriminologi.id
Bendera National Liberation Front of Tripura. Foto: Ist/Kriminologi.id

Kelompok National Liberation Front of Tripura (NLFT) adalah kelompok teroris yang beroperasi di wilayah Tripura, India. Pada awalnya kelompok ini berbentuk organisasi kristen di bawah Gereja Baptis Tripura yang pertama kali didirikan oleh misionaris asal Selandia Baru pada 1940.

Setelah pecahnya kerusuhan antar etnis terburuk yang terjadi di Tripura maka sejak tahun 1989 organisasi ini melakukan perlawanan dengan menggunakan senjata. Kelompok ini mengklaim bahwa mereka adalah perwakilan penduduk asli yang justru terpinggirkan karena kebijakan imperialis India. Manifesto kelompok ini adalah mengusur seluruh masyarakat pendatang dari Bangladesh dan memperluas Kerajaan Allah dan Kristus di Tripura.

Kelompok ini pernah mengeluarkan ancaman akan membunuh orang Hindu yang merayakan festival Durga Puja di Tripura. Pada awal tahun 2000, tercatat ada 41 orang Hindu Bengali yang dibunuh oleh kelompok ini.  Salah satu pemimpin suku Jamatia di Tripura mengaku dirinya dan 5 ribu anggota sukunya dipaksa untuk memeluk agama Kristen. Terkait hal ini,  ada 20 orang Hindu di Tripura yang juga dibunuh oleh NLFT karena menolak untuk masuk Kristen.

4. National Socialist Council of Nagaland

Bendera National Socialist Council of Nagaland. Foto: Ist/Kriminologi.id
Bendera National Socialist Council of Nagaland. Foto: Ist/Kriminologi.id

Kelompok National Socialist Council of Nagaland (NSCN) adalah kelompok teroris yang beroperasi di India dan Myanmar. Moto kelompok ini adalah Nagaland for Christ atau Tanah Naga untuk Kristus. Kelompok ini anggotanya memang mengaku beragama Kristen dan berniat untuk mendirikan negara Nagaland yang berdaulat dengan berlandaskan ajaran Kristen.

Penggunaan kata Naga merujuk pada beberapa suku etnis yang tinggal di Himalaya Range di Timur Laut India. Setelah India merdeka, para pemimpin kelompok Naga mencoba untuk mendeklarasikan kemerdekaannya. Akan tetapi gagal dan kemudian pada tahun 1975 ditandatangani Kesepakatan Shillong antara NSCN dengan pemerintah untuk menghentikan kekerasan. Sayangnya muncul perselihan internal kelompok tersebut dan akhirnya terpecah menjadi dua faksi yaitu NSCN-K dan NSCN-IM. Perpecahan ini juga berakibat tindak kekerasan dan bentrokan antar faksi.

Pada tahun 2015, pemerintah India menyebut kelompok NSCN baik faksi NSCN-K maupun NSCN-IM sebagai kelompok teroris sebagai tanggapan pemerintah terhadap penyerangan NSCN terhadap konvoi tentara di Manipur, India. Kejadian ini mengakibatkan 18 tentara India terbunuh dan 15 orang menderita luka-luka.

5. Official Irish Republican Army

Bendera Official Irish Republican Army. Foto: Ist/Kriminologi.id
Bendera Official Irish Republican Army. Foto: Ist/Kriminologi.id

Kelompok Official Irish Republican Army (OIRA) adalah kelompok paramiliter Irlandia dimana anggotanya hampir seluruhnya adalah pemeluk agama Katolik. Kelompok OIRA bertujuan untuk menghapus Irlandia Utara dan Inggris kemudian membentuk Republik Pekerja. Kelompok Irish Republican Army (IRA) muncul pada tahun 1969 namu tak lama setelah berdiri justru timbul konflik di antara anggotanya dan kemudian kelompok IRA terpecah menjadi IRA dan OIRA.

Sejak berdiri hingga tahun 1972, OIRA secara aktif melakukan penyerangan-penyerangan bom, sweeping, dan salah satu kerusuhan yang didalangi OIRA yaitu Peristiwa Troubles setidaknya menelan 50 orang korban jiwa. Tahun 1980an kelompok OIRA ini juga terlibat tindakan-tindakan kriminal, bahkan salah satu mantan pemimpin OIRA pada 2005 ditangkap pemerintah Amerika karena telah membantu produksi dan distribusi uang dolar palsu di Korea Utara.

Setelah lama tidak aktif,  pada tahun 2009 OIRA muncul kembali dan melakukan pembahasan untuk memberhentikan pasokan persenjataan. Selain itu, pada 8 Februari 2010 disepakati untuk menciptakan perdamaian di Irlandia Utara. Namun pada tahun 20115 muncul tuduhan bahwa masi hada sekitar 5 ribu pucuk senjata yang disembunyikan di bungker rahasia milik OIRA. Pasokan senjata ke OIRA ini diduga berasal dari KGB Rusia dan Korea Utara.

Berdasarkan contoh-contoh yang disebutkan, terlihat bahwa terorisme dapat muncul dari agama apa saja. Sikap ekstrimis dan salahnya pemahaman terhadap ajaran-ajaran keagamaan dapat memicu munculnya terorisme.

Terlihat bahwa tidak semua kelompok teroris yang ada di dunia mengklaim bahwa ajaran islam yang melandasi tindakannya. Ada juga kelompok teroris yang mengklaim agama Kristen, Katolik, Yahudi, dan aliran kepercayaan Sikhisme sebagai landasan dan pedoman tindakan teror yang dilakukannya. AS

KOMENTAR
500/500