Kerusuhan di asrama mahasiswa. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

5 Kericuhan di Mess Mahasiswa, Kasus Separatisme hingga Rakit Bom

Estimasi Baca:
Sabtu, 25 Ags 2018 23:00:50 WIB

Kriminologi.id - Sejumlah penghuni mess mahasiswa asal Papua di Jalan Kalasan, Surabaya, Jawa Timur diangkut ke Mapolrestabes Surabaya pada 16 Agustus 2018 lalu karena melakukan tindakan penolakan pemasangan bendera merah putih.

Selain itu, polisi juga melakukan penggeledahan terhadap mess tersebut. Dari penggeledakan yang dilakukan, ditemukan senjata tajam jenis parang yang digunakan saat insiden penolakan pengibaran bendera merah putih pada 15 Agustus 2018.

Insiden tersebut bermula saat beberapa warga sekitar menganjurkan supaya mess tersebut mengibarkan bendera dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Namun, anjuran itu ditolak keras oleh para mahasiswa penghuni mess hingga terjadi gesekan yang menyebabkan warga sekitar terluka akibat sabetan parang.

Kericuhan yang terjadi di mess mahasiswa ternyata sudah beberapa kali terjadi. Kericuhan terjadi karena berbagai latar belakang. Sebelumnya, di Riau juga pernah terjadi ricuh-ricuh di mess mahasiswa karena dijadikan tempat perakitan bom.

	Infografik Kericuhan di Mess Mahasiswa. Infografik: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Menelusuri dari bebagai sumber, berikut Kriminologi.id merangkum lima insiden yang terjadi di beberapa mess mahasiswa.

1. Mess Mapala Universitas Riau Jadi Tempat Merakit Bom

Mess Mahasiswa Pecinta Alam atau Mapala Universitas Riau sempat menjadi pusat perhatian masyarakat sekitar. Pada 2 Juni 2018, alumni Universitas Riau sebanyak tiga orang, masing-masing berinisial Z, B, dan K,  ditangkap Detasemen Khusus atau Densus 88 karena diduga terlibat dengan gerakan terorisme. Mereka menggunakan Mess tersebut untuk tidur sekaligus membuat bom rakitan.

Dari penyelidikan Polisi menemukan bahwa Z merupakan alumni jurusan Parawisata, sedangkan B dan K merupakan alumni Komunikasi dan Administrasi Negara. Ketiga pelaku berencana akan meledakkan bom di Gedung DPR RI dan DPRD Riau. Tim Densus 88 menyita sejumlah barang yang diduga bom di mess Mapala tersebut.

Rektor Universitas Riau sendiri mengaku tidak menduga di kampus yang dipimpinnya terdapat mantan mahasiswanya yang terlibat gerakan teror. Sebab, selama ini dia meyakini bahwa tak ada kegiatan yang mencurigakan terjadi di kampus tersebut.

2. Pembubaran Panggung Kelompok Separatis di Mess Mahasiswa Uncen

Polresta Jayapura membubarkan sejumlah orang yang sedang mendirikan panggung di lingkungan mess mahasiswa Universitas Cenderawasih (Uncen) pada 5 April 2018. Panggung tersebut diduga akan digunakan untuk deklarasi Negara Papua Merdeka.

Mess mahasiswa tersebut ternyata dijadikan markas oleh sekelompok separatis Komite Nasional Papua Barat (KNPB). Penggerebekan saat itu dilakukan oleh setidaknya 400 personel dari Polresta Jayapura.

Saat dilakukan penyisiran pada mess tersebut, ditemukan satu ruangan yang diduga sebagai markas KNPB di dalam Gedung 1 mess Mahasiswa Universitas Cenderawasih.

Dari penggerebekan tersebut juga diamankan sejumlah barang, diantaranya bendera bintang kejora, tiang bendera, umbul-umbul dan beberapa atribut lainnya, serta mengamankan lima orang yang diduga sengaja datang untuk menghadiri kegiatan tersebut.

3. Keributan di Mess Mahasiswa Aceh Tenggara

Pada 6 Januari 2017, keributan hebat terjadi di mess mahasiswa Aceh Tenggara yang berlokasi di Gampong Beurawe, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh. 

Bentrokan terjadi antara mahasiswa dan pemilik asrama tersebut. Admin Segedang, pemilik asrama, melukai mahasiswa dengan menggunakan senjata tajam jenis rencong setelah diserang oleh salah satu dari mahasiswa.

Kejadian tersebut bermula saat sejumlah mahasiswa Aceh Tenggara menggelar rapat lalu datang pemilik asrama untuk menagih uang listrik dan air yang tertunggak. Salah satu mahasiswa merasa jengkel, lalu menyerang Admin. Secara refleks Admin mengeluarkan senjata tajam dari pinggangnya dan mengarahkan ke mahasiwa yang hendak memukulnya tersebut hingga terluka.

4. Eksekusi Pengosongan Mess Mahasiswa di Bogor Ricuh

Pada 27 April 2017, terjadi bentrokan antara mahasiswa asal Sulawesi Selatan dengan petugas Satpol PP Kota Bogor di depan mess Wisma Latimojong, Kota Bogor. Bentrokan dipicu persoalan rencana Pengadilan Negeri (PN) Bogor yang akan mengeksekusi pengosongan mess mahasiswa tersebut.

Dalam bentrokan tersebut, sejumlah mahasiswa terluka akibat water canon hingga terjatuh. Bentrokan fisik sempat terjadi antara mahasiswa dan petugas Satpol PP, menyebabkan beberapa mahasiswa mengalami luka di bagian tangan dan kepala.

Berdasarkan keterangan Penasihat Ikatan Kekeluargaan Mahasiswa Indonesia (IKAMI) Sulawesi Selatan, Andi Arfal, penolakan dari mahasiswa dilakukan atas dasar proses hukum yang saat ini masih berjalan, yakni dengan pengajuan Peninjauan Kembali (PK).

5. Pengepungan oleh Polisi Terhadap Mess Mahasiswa Papua di Yogyakarta

Pengepungan terhadap aksi damai organisasi mahasiswa Persatuan Rakyat untuk Pembebasan Papua Barat (PRPPB) terjadi di mess mahasiswa Papua, yang berada di Jalan Kusumanegara, Yogyakarta, pada 15 Juli 2016. Pengepungan itu dilakukan oleh sejumlah organisasi masyarakat (ormas) dan aparat kepolisian.

Pengepungan itu berujung kisruh lantaran beberapa ormas, seperti Pemuda Pancasial, Paksi Katon, Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI Polri dan Laskar Jogja, sempat mengeluarkan kata-kata tidak senonoh dan rasialis kepada para mahasiswa.

Sebelumnya, para mahasiswa akan melakukan longmarch dengan rute dari mess Mahasiswa hingga ke Titik Nol KM di Jalan Panembahan Senopati pada pukul 09.00 WIB. Namun, acara tersebut batal setelah ratusan personel kepolisian mengepung mess tersebut, dan memaksa mahasiswa tersebut masuk ke dalam mess. (Farhan Dzakwan)

Penulis: Aditia Tjandra
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500