Rest area di jalan tol (12/06/2018). Foto: Infonawacita

5 Modus Kejahatan Jalan Tol yang Perlu Diwaspadai, Selain Lempar Batu

Estimasi Baca:
Rabu, 13 Jun 2018 05:05:53 WIB

Kriminologi.id - Pembangunan jalan tol menghadirkan kemudahan dan kenyamanan bagi para pengguna jalur darat dalam melakukan mobilisasi. Pada musim mudik Lebaran tahun ini, jalan tol menjadi primadona bagi pengguna jalur darat dan terbukti bisa mengurangi jumlah jam perjalanan.

Akan tetapi, para pengguna jalan berbayar perlu mewaspadai modus kejahatan jalan tol. Tindak kejahatan ini muncul akibat kurangnya pengamanan yang tak jarang dijadikan kesempatan untuk melakukan ide jahatnya. 

Seperti aksi pelemparan batu oleh anak baru gede di KM 6.300 ruas jalan Tol Jakarta – Cikampek dari jembatan penyeberangan orang (JPO) di atas tol tersebut.

Akibatnya, dua mobil yang melintas menjadi korban yaitu mobil Toyota Avanza nopol 1056 ERF dan Toyota Calya nopol G 8696 ZP.

Bahkan, salah satu pengendara tewas akibat lemparan batu tersebut, yakni pengemudi Calya bernama Saiful Mazazi (42).

Meskipun hingga kini belum diketahui apa motifnya, aksi pelemparan batu tersebut jelas sangat disayangkan karena memakan korban jiwa. Para pengguna jalan tol perlu meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah terjadinya peristiwa serupa atau aksi-aksi kejahatan lainnya yang berpotensi terjadi.

Menelusuri dari berbagai sumber, berikut Kriminologi.id rangkum 5 modus kejahatan yang patut diwaspadai oleh para pengguna jalan tol:

1. Modus Kode Ban Kempes

Modus pepet di jalan tol kerap dilakukan para pelaku kejahatan. Modus ini dilakukan dengan memepet kendaraan milik korban, secara mendadak atau perlahan. Pelaku memaksa korban menghentikan laju kendaraannya.

Biasanya, pelaku juga akan memberika kode-kode palsu, seperti kode ban kempes, bumper lepas, atau lainnya guna membuat korban terpaksa menepi.

Dengan adanya kode-kode itu akan membuat korban terpancing untuk keluar dan melihat apa yang terjadi. Saat korban memeriksa kendaraannya, para pelaku akan mulai melancarkan aksinya, mulai dari melukai, merampas barang berharga dalam mobil hingga merampas mobil milik korban.

2. Tabrak Belakang Atau Serempet

Menabrak dari belakang atau menyerempet menjadi modus bagi pelaku kejahatan guna memancing korban keluar dari mobilnya. Modus ini kerap dilakukan oleh komplotan perampas mobil di jalan tol.

Para pelaku biasanya akan menabrak atau menyerempet mobil korban secara mendadak, namun tidak menimbulkan kerusakan yang berarti. 

Dengan begitu, korban akan secara spontan keluar dari mobil dan meminta tanggung jawab. Kemudian, pelaku berpura-pura mengajak korban ke bahu jalan. Biasanya pelaku mencari bahu jalan tol yang sepi.

Saat menepi itulah pelaku akan menjalankan aksinya, yakni dengan melukai korban dan merampas mobil milik korban.

3. Modus Menebar Batu

Kejahatan di jalan tol dengan modus menebar batu mulai terungkap pertama kali sekitar tahun 2010-an. Dengan modus ini, para pelaku mengincar agar ban kendaraan korban pecah setelah menghantam baru yang dipasang dengan kecepatan tinggi.

Setelah ban pecah, korban terpaksa harus menepikan mobilnya ke bahu jalan tol untuk mengganti ban. Pada saat korban tengah sibuk mengganti ban inilah para pelaku menjalankan aksinya.

Pelaku akan melukai korban dan mengambil barang-barang berharga milik korban.

4. Pencurian Saldo e-Toll

Aturan penggunaan transasksi pembayaran elektronik (e-Toll) yang sudah diberlakukan sejak tahun lalu mewajibkan semua pengguna jalan tol menggunakan kartu e-Toll untuk melakukan pembayaran di tiap pintu gerbang.

Namun, aturan penggunaan e-Toll ini ternyata memunculkan modus kejahatan baru, yakni penipuan dengan cara peminjaman kartu e-Toll.

Modus ini biasanya dilakukan saat antrian gerbang tol, pelaku turun menghampiri mobil korban untuk meminjam kartu e-Toll, dengan beragam alasan, mulai dari hilang, saldo kurang atau lainnya.

Dengan jaminan akan diganti saldonya menggunakan uang tunai. Pengguna tol harus mewaspadai jika ada permintaan ini karena pelaku biasanya langsung menancap gas setelah menggunakan kartu e-Toll milik korban.

Atau dengan cara lain, yakni menukarkan kartu e-Toll korban dengan kartu milik pelaku yang sering kali memiliki nominal saldo lebih kecil atau kosong.

5. Derek Tol Palsu

Kejahatan di jalan tol lainnya yang harus diwaspadai adalah pemerasan dengan modus derek tol palsu. Kejahatan dengan modus ini biasanya diawali dengan meneriaki korban bahwa ada kebocoran ban, bemper lepas atau hal lainnya yang membuat korban harus berhenti di bahu jalan. 

Ketika korban menepi, pelaku akan berpura-pura membantu sementara rekan pelaku tanpa diketahui korban akan membuat mobilnya mendadak mogok.

Kemudian, pelaku akan memaksa korban untuk menggunakan derek yang mereka miliki. Saat itulah pemerasan akan terjadi, yakni biaya derek akan membengkak dengan nominal yang tidak terduga.

Penulis: Aditia Tjandra
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500