Ilustrasi kartu kredit, Foto: Pixabay

5 Negara dengan Kasus Penipuan Kartu Kredit dan Debit Terbanyak Dunia

Estimasi Baca:
Rabu, 20 Sep 2017 07:10:37 WIB

Kriminologi.id - Tindak kejahatan telah terjadi di berbagai bidang, termasuk perbankan. Begitu banyak modus kejahatan perbankan, salah satunya penipuan terhadap pemilik kartu debit dan kartu kredit. Kepolisian Daerah Bali dan Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat, Sabtu, 16 September 2017, misalnya, mengungkapkan penipuan bermodus skimming oleh warga asing.

Masih segar dalam ingatan penangkapan 27 warga Cina dan 5 warga Taiwan yang terlibat jaringan penipuan kartu kredit di beberapa hotel di Surabaya, Oktober 2015. Laporan kepolisian menyebutkan bahwa jaringan tersebut juga beroperasi di sejumlah kawasan di Jakarta; Cirebon, Jawa Barat; Batam, Kepulauan Riau; dan Denpasar, Bali.

Bukan hanya di Indonesia, tren penipuan ini ternyata juga menjadi permasalahan di negara-negara lain di dunia. Perusahaan sigi dunia, seperti Aite Group dan ACI Worldwide, mengadakan survei pada 2014 untuk menilai negara-negara mana dengan tingkat kejahatan penipuan kartu kredit terburuk. Berikut daftarnya:

 

#5. Meksiko

Berdasarkan data yang didapatkan, sekitar 33 persen responden di Meksiko mengaku pernah menjadi korban penipuan kartu kredit atau kartu debit dalam lima tahun terakhir. Meksiko memang menjadi negara yang memiliki permasalahan kompleks, termasuk masalah geng, narkoba, perdagangan manusia, serta penipuan.

 

#4. Amerika Serikat

Amerika Serikat menjadi negara yang sering dibicarakan terkait dengan penipuan berbasis kartu kredit ataupun kartu debit. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Bank Barclays, disebutkan bahwa Negeri Abang Sam bertanggung jawab terhadap 47 persen kasus penipuan kartu kredit dan kartu debit di dunia.

 

#3. India

India memiliki populasi sebanyak 1,34 miliar jiwa sehingga penggunaan kartu debit dan kartu kredit intensitasnya lebih tinggi daripada negara-negara lainnya. Data menunjukkan sekitar 41 persen responden memiliki pengalaman sebagai korban kejahatan penipuan ini.

 

#2. Cina

Bukan hal mengejutkan jika menemukan Cina pada posisi kedua. Berdasarkan laporan polisi di Indonesia, banyak tersangka penipuan jenis ini warga Cina. Mereka melakukan kejahatannya dan bersembunyi di Indonesia. Berdasarkan data, ada 42 persen responden di Cina yang berpengalaman sebagai korban penipuan kartu kredit atau  debit.

 

#1. Arab Saudi

Mengejutkan menemukan Arab Saudi di posisi pertama. Apalagi Arab Saudi adalah negara maju dan memiliki pendapatan per kapita negara yang tinggi sekitar US$ 63 ribu per tahun pada 2014 berkat minyaknya. Namun berdasarkan penelitian, terdapat 44 persen responden yang pernah menjadi korban penipuan kartu kredit atau kartu debit dalam 5 tahun terakhir. BC

KOMENTAR
500/500