Pixabay.com

5 Negara Paling Korup di Asia, Sogokan Hal Lumrah

Estimasi Baca:
Kamis, 28 Sep 2017 06:10:30 WIB

Kriminologi.id - Dari skandal kepresidenan Korea Selatan hingga dana 1MDB Malaysia, tidak banyak negara Asia yang mampu menghindari korupsi. Tapi bagaimana cerita hingga kasus korupsi dan rasuah begitu mengakar di seluruh benua?

Survei sepanjang 18 bulan yang digelar oleh Transparency International mengungkapkan banyak pekerjaan rumah yang harus dituntaskan. Setelah mewawancari lebih dari 20 ribu orang di 16 negara di wilayah di Asia Pasifik, laporan tersebut menemukan lebih dari satu di antara empat orang telah membayar sogokan saat menggunakan layanan publik.

Baca: Soal Setnov Tersangka, KPK: Korupsi Itu Berjemaah

Meski Indonesia tidak masuk dalam daftar lima negara paling korup di Asia, persoalan korupsi seperti mendarah daging, baik di institusi atau lembaga negara maupun para pejabat dan kepala daerah di seluruh wilayah Indonesia.

Menurut Transparency International, secara statistik urusan suap-menyuap, korup-mengkorup, adalah pemandangan lumrah di Asia. Seperti yang dikutip dari Forbes, 13 Maret 2017, inilah lima negara paling korup dunia beserta tingkat suapnya.

 

#5. Myanmar: Tingkat Kepercayaan Suap 40 Persen

Terlepas dari Undang-Undang Anti-Korupsi 2013, sekitar setengah dari responden percaya bahwa sebagian besar atau semua polisi korup, dan 40 persen percaya bahwa pengadilan tersebut korup. Tapi keadaan akan membaik-setidaknya di mata rakyat. Kurang dari seperempat percaya bahwa korupsi telah meningkat selama tahun lalu.

 

#4. Pakistan: Tingkat Kepercayanan Suap 40 Persen

Di Pakistan, sekitar tiga perempat responden menganggap sebagian besar atau seluruh polisi di negara tersebut korup. Dari orang-orang yang ditemui baik polisi atau pengadilan, hampir 7 dari 10 harus membayar sogokan. Sayangnya, banyak responden yang tidak merasa hal itu bisa berubah, hanya sepertiga yang berpikir kebiasaan itu akan berubah.

 

#3. Thailand: Tingkat Kepercayaan Suap 41 Persen

Thailand telah berjuang melawan tuduhan korupsi di semua tingkat. Bahkan pejabat pemerintah yang memimpin junta militer yang berkuasa saat ini memperketat Undang-Undang Anti-Korupsi pada 2015. Namun orang-orang Thailand tampak optimis. Hanya 14 persen yang merasa korupsi meningkat dalam 12 bulan terakhir, dan hampir 72 persen berpikir pemerintah menangani perang melawan korupsi secara adil atau sangat baik.

 

#2. Vietnam: Tingkat Kepercayaan Suap 65 Persen

Vietnam melihat korupsi sebagai endemik. Dari 16 negara yang disurvei oleh Transparency International, orang-orang di Vietnam (dan Malaysia) paling negatif tentang situasi di negara mereka. Sekitar 60 persen merasa pemerintahan mereka melakukan pekerjaan yang buruk dalam memerangi korupsi.

 

#1. India: Tingkat Kepercayaan Suap 69 Persen

Di lima dari enam layanan publik, yakni sekolah, rumah sakit, dokumen, polisi, dan layanan utilitas, lebih dari separuh responden harus membayar sogokan. Namun, perang Perdana Menteri Narendra Modi melawan korupsi mensinyalkan: 53 persen orang berpikir dia akan melakukannya dengan cukup atau sangat baik. Dan hal itu menyebabkan orang merasa diberdayakan, karena 63 persen responden percaya mereka dapat membuat perbedaan. BC

Reporter: Bobby Chandra
KOMENTAR
500/500