Ilustrasi senjata api. Foto: Pixabay

5 Pembunuh Bayaran Paling Berbahaya, Giuseppe Greco Panutan Mafia

Estimasi Baca:
Minggu, 29 Jul 2018 07:05:02 WIB

Kriminologi.id - Herdi Sibolga ditemukan tewas setelah dua orang pria berboncengan motor menembaknya saat ia baru tiba di rumahnya di Penjaringan, Jakarta Utara pada Jumat 20 Juli 2018 lalu.

Melihat dari ciri-ciri dan cara pelaku melakukan eksekusi, muncul dugaan adanya keterlibatan sindikat pembunuh bayaran di dalamnya. Namun demikian, polisi mengaku masih terus mendalami dugaan tersebut.

Keberadaan pembunuh bayaran menjadi fenomena yang menarik perhatian, tidak hanya bagi para penegak hukum, namun juga para produser perfilman hingga akademisi.

Kita sering kali menganggap pembunuh bayaran sebagai karakter fiktif dalam beberapa film, namun nyatanya mereka tidak hanya hidup di dunia fiksi. Ada beberapa orang di dunia nyata yang mengambil pekerjaan sebagai pembunuh bayaran. 

Dilansir Herald Sun, Birmingham City University juga pernah melakukan penelitian terkait fenomena pembunuh bayaran. Mereka meneliti 27 kasus pembunuhan yang dilakukan pembunuh bayaran antara 1974 dan 2013.

Penelitian tersebut menyimpulkan ada empat kategori pembunuh bayaran. The Novice, merujuk pada pembunuh bayaran yang baru terlibat dan ingin membuktikan dirinya dalam dunia hitam itu.

The Dilettante, yakni seseorang yang sebelumnya tidak memiliki catatan kriminal yang disiapkan untuk membunuh demi uang. Biasanya, orang ini mau terlibat karena ada masalah utang yang menjeratnya.

Kemudian ada The Journeyman yang merujuk pada mereka yang memiliki pengalaman dalam karir kriminal.

Terakhir adalah The Master, seorang pembunuh bayaran yang beraksi bagai bayangan, yang identitasnya masih belum diketahui. 

Menelusuri dari berbagai sumber, Kriminologi.id merangkum lima nama pembunuh bayaran paling berbahaya di dunia;

5. Rodney Charles Collins

“Pembunuh bayaran paling subur” di Australia ini diduga terlibat dalam sembilan pembunuhan, namun ia hanya dihukum untuk dua pembunuhan. Collins mendapatkan banyak nama panggilan, antara lain “the Duke”, “Cherokee”, dan “the Fox”, dari hubungannya dengan hampir setiap penjahat besar di Australia.

Pada 27 Juli 1987, Collins berpakaian sebagai polisi dan menggunakan surat perintah palsu untuk mengakses rumah pengedar narkoba Ray Abbey dan istrinya, Dorothy Abbey. Saat itu, Collins mengunci anak-anak Abbey di kamar sebelum menembaki dua pasangan itu, lalu menggorok leher mereka. Modus ini identik dengan pembunuhan pasangan Michael Schievella dan Heather McDonald pada 1990.

4. Giovanni Brusca

Giovanni Brusca adalah contoh pembunuh bayaran mafia Italia di era modern. Ia dikenal sangat suka memunculkan rasa sakit dari orang lain, dan diketahui telah membunuh lebih dari 200 pria sepanjang kariernya.

Brusca telah menjadi bagian dari mafia sejak masih muda. Ia bertanggung jawab atas pembunuhan jaksa Italia bernama Giovanni Falcone pada 1992. Brusca juga sempat kabur dari hukuman penjara dengan melarikan diri ke sebauh pedesaan, namun akhirnya berhasil ditangkap dan dipenjarakan kembali.

3. Richard “Iceman” Kuklinski

Richard Kulinski dijuluki sebagai “Iceman” karena terkenal dengan membekukan para korbannya untuk membingungkan para penyelidik dalam memastikan waktu kematian. Melihat tampilan luarnya, Kulinski terlihat layaknya pengusaha biasa bagi tetangga-tetangganya. Ia adalah seorang pria menikah yang memiliki tiga orang anak. Namun, di balik itu, ia memiliki rekam jejak yang mengerikan.

Kuklinski mulai membunuh sejak masih remaja. Perkiraan korbannya antara 100 hingga 250 pria sepanjang 30 tahun karier kriminalnya. Dalam aksinya, ia memiliki aturan tersendiri yaitu tidak membunuh wanita dan anak-anak. Metode pembunuhan Kuklinski menarik perhatian sebuah kelompok kriminal bernama Gambino Family. Mereka mempekerjakan Kuklinski selama bertahun-tahun untuk membunuh musuh.

2. Alexander Solonik

Alexander Solonik merupakan pembunuh bayaran Mafia Rusia yang sering disebut sebagai “the superkiller” atau “Sasha the Macedonian”. Ia adalah pembunuh bayaran mematikan berdarah Rusia dengan spesialisasi membunuh bos-bos mafia kelas atas Rusia.

Solonik memiliki latar belakang yang unik. Ia memiliki latar belakang militer Soviet sehingga menguasai seni bela diri dan teknik-teknik khusus dalam menggunakan senjata. Selain itu, ia juga mampu menggunakan kedua tangannya sama baiknya sehingga mampu menembakan senjata dengan dua tangan. Keterampilan bertahan hidupnya sempurna. Ia telah melarikan diri dari penjara beberapa kali dan dapat bebas berkeliaran sebelum akhirnya tertangkap.

Solonik ditemukan tewas pada 1997 bersama dengan kekasihnya. Namun, menurut rumor yang beredar, ia memalsukan kematiannya dan mungkin masih hidup di suatu tempat.

1. Giuseppe Greco

Giuseppe Greco diakui lebih dari seorang pembunuh bayaran. Ia diakui menjadi panutan dari seluruh prajurit Mafia dalam sejarah. Sebagai anggota berpangkat tinggi di mafia Sisilia dan anggota klan tersohor Greco, ia menikmati pekerjaan kotornya saat memimpin “death squads” untuk memusnahkan klan mafia musuh.

Greco akhirnya tertangkap saat melakukan pembunuhan ke-58. Ia dikenal tidak memiliki ampun terhadap para korbannya. Ia pernah membunuh seorang ayah dan anak, lalu melarutkan tubuh mereka ke dalam carian asam. Greco mati dibunuh oleh mantan rekannya pada 1985. RZ

Penulis: Aditia Tjandra
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500