Ilustrasi permainan mematikan. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

5 Permainan Anak yang Mematikan, Termasuk Momo Challenge

Estimasi Baca:
Minggu, 26 Ags 2018 10:05:43 WIB

Kriminologi.id - Permainan ataupun tantangan yang tersedia secara online dan di dunia nyata sering membawa dampak buruk bagi anak-anak. Selain dampak fisik, kecanduan permainan tersebut dapat pula mengabaikan kegiatan lainnya, penurunan fokus di sekolah, gangguan tidur, hingga memunculkan stres dan depresi.

World Health Organization atau WHO telah menetapkan kecanduan bermain games sebagai salah satu gangguan kesehatan mental pada tahun 2018.

Bahaya kecanduan bermain beberapa jenis permainan tertentu bisa sangat berbahaya dan bahkan dapat mengakibatkan kematian. Seperti yang dihimpun kriminologi.id, ada 5 permainan yang dapat berakibat pada kematian.

5. Pokemon Go

Pokemon Go merupakan salah satu permainan yang berpotensi menyebabkan kematian. Permainan yang masuk dalam ketegori permainan online yang kerap dimainkan di ponsel atapun tablet.

Para pemain diminta mengumpulkan Pokemon yang tersebar di berbagai tempat dan untuk menemukannya para pemain harus menyalakan terus permainan tersebut. Ketika ada Pokemon di daerah yang dilalui, maka secara virtual Pokemon tersebut akan muncul di layar dan pemain bisa menangkapnya dengan Pokeball.

Penggunanya sering tanpa sadar membahayakan diri ataupun membahayakan orang lain. Contohnya yang terjadi di Aichi, Jepang. Seperti yang dilansir dari reuters.com, seorang perempuan muda Vietnam berusia 20 tahun tewas pada 11 Agustus 2016 karena mengalami kecelakaan.

Dua bulan sebelumnya, perempuan tersebut ternyata  ditabrak oleh pengemudi mobil yang sedang bermain Pokemon Go saat sedang berkendara. Kecelakaan serupa juga teradi di Tokushima, Jepang. Seorang sopir truk menabrak dua pejalan kaki karena dirinya mengemudi sembari bermain Pokemon Go pada 25 Agustus 2016. Akibatnya, seorang korban meninggal dunia dan seorang lainnya mengalami cedera yang cukup parah.

Pihak Niantic selaku pengembang permainan ini menyatakan bahwa pihaknya telah mengantisipasi bahaya kecelakaan yang diakibatkan oleh permainan Pokemon Go. Pihaknya mengantisipasi dengan menampilkan pesan yang muncul di layar ponsel sebelum bermain dengan mengingatkan pengguna agar tetap berhati-hati saat bermain dan memerhatikan kondisi sekitar.

4. Ingress

Permainan Ingress serupa dengan Pokemon Go. Ingress merupakan game yang mengharuskan pemainnya bergerak di dunia nyata. Game berbasis Augmented Reality atau menggabungkan maya dua ke dalam sebuah lingkungan nyata itu, pemain harus mengumpulkan energi virtual bernama XM dengan cara berjalan melalui rute-rute yang ditentukan.

Seperti yang dilansir dari independent.ie, seorang remaja 16 tahun asal Brazil bernama Gabriel Cavalcante Carneiro Leao meninggal karena ditabrak sebuah bus pada tahun 2014. Gabriel tidak memperhatikan sekelilingnya karena tengah asyik bermain Ingress saat berada di jalan sehingga dirinya tidak melihat ada bus yang tengah melaju ke arahnya.

3. Skip Challenge/ Passout Challenge

Skip Challenge atau Passout Challenge merupakan sebuah tantangan yang sempat viral di media sosial termasuk di Indonesia. Tantangan ini dilakukan dengan cara menekan dada seseorang selama beberapa detik hingga korban merasa kekurangan oksigen.

Selain menekan dada, permainan ini biasa dilakukan dengan menjerat leher atau melakukan posisi squat dengan menahan napas. Tantangan ini berusaha mencapai kondisi hilang kesadaran selama beberapa detik. Permainan ini dapat berdampak negatif bagi pemainnya. Orang yang mengikuti permainan ini dapat mengalami kerusakan sel otak, pingsan seketika atau bahkan meninggal dunia.

Pada September 2012, David Nuno yang saat itu berusia 15 tahun tewas karena permainan ini. Saat hilang kesadaran, David terjatuh dan menghantam kaca hingga pecah. Pecahan kaca tersebut menyayat leher David. Ternyata David dan teman-temannya bermain Skip Challenge setelah melihatnya di media sosial Youtube.

Permainan ini kembali populer beberapa tahun belakangan ini, termasuk di Indonesia. Anak-anak usia Sekolah Menengah Atas beramai-ramai memainkan permainan ini kemudian merekamnya dan mengunggahnya di media sosial. Hal ini mendorong kelompok anak-anak lainnya untuk ikut meniru permainan tersebut.

2. Blue Whale Challenge

Blue Whale Challenge merupakan permainan yang diduga berasal dari Rusia. Dalam permainan ini, seorang yang di undang ke sebuah group di media sosial Vkontage atau VK akan diberikan tantangan kegiatan setiap harinya.

Para pemain Blue Whale Challenge akan diberikan tantangan selama 50 hari seperti mendengarkan lagu, menonton video horor, bangun tidur di jam-jam yang tidak wajar, dan bahkan menggambar bentuk paus menggunakan silet di tangan mereka.

Tantangan yang diberikan semakin lama semakin berbahaya dan di hari terakhir tantangan tersebut, para pemain akan diberikan tantangan untuk melakukan bunuh diri sebagai bentuk penghargaan karena berhasil menyelesaikan seluruh tantangan. Dalam permainan ini administrator di group tersebut memang meyakinkan mereka bahwa bunuh diri adalah jalan keluar terbaik bagi permasalahan yang mereka hadapi.

Sejak November 2015 sampai April 2016 diperkirakan ada setidaknya 150 anak-anak di Rusia yang tewas karena memainkan permainan Blue Whale Challenge ini. Salah satu korban adalah Maria Vinogradova yang masih berusia 12 tahun dan Anastasia Svetozarova yang berusia 15 tahun. 

Mereka kakak beradik yang diduga bunuh diri karena mengikuti tantangan Blue Whale Challenge dengan cara melompat dari lantai sepuluh sebuah gedung.

1. Momo Challenge

Momo Challenge merupakan permainan yang sedang populer di kalangan anak-anak termasuk di Indonesia. Sebenarnya permainan ini tidak berbeda jauh dengan Blue Whale Challenge dimana setiap harinya para pemain harus menyelesaikan tantangan yang diberikan.

Awalnya para pemain Momo Challenge akan mengirimkan pesan instan melalui WhatsApp ke nomor tertentu. Nantinya nomor tersebut akan mendapatkan balasan yang berisikan tantangan. Akan tetapi ketika para pemain tidak menyelesaikan tantangan hari itu, maka nomor tersebut akan mengirimkan gambar-gambar mengganggu dan menyeramkan.

Dilansir dari news.com.au, para pemain yang menolak menjalankan tantangan tersebut juga akan mendapatkan panggilan telepon aneh yang hanya terdengar teriakan seseorang ataupun suara-suara aneh yang menakutkan lainnya.

Momo Challenge diduga juga mengarahkan para pemainnya untuk melakukan bunuh diri. Batimes.com.ar melaporkan seorang anak perempuan berusia 12 tahun asal Argentina tewas gantung diri di sebuah pohon yang terletak di halaman rumahnya pada Juli 2018. Kecurigaan polisi muncul karena anak tersebut merekam tindakan bunuh diri yang dilakukannya melalui kamera ponsel (Muhammad Rizqi Ghiffari).

Infografik Deretan Permainan yang Dapat Berujung Pada Kematian. Infografik: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id
Infografik Deretan Permainan yang Dapat Berujung Pada Kematian. Infografik: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id
KOMENTAR
500/500