Ilustrasi hukum korupsi. Ilustrasi: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

5 Politikus Papan Atas Penghuni Lapas Sukamiskin, Setnov Tidak Sendiri

Estimasi Baca:
Minggu, 6 Mei 2018 16:05:19 WIB

Kriminologi.id - Setya Novanto alias Setnov divonis hukuman penjara selama 15 tahun dan pidana denda Rp 500 juta subsider 3 bulan penjara. Setnov dinyatakan bersalah atas kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP pada 27 April 2018.

Setelah mendapatkan vonis tersebut, Setnov akan menjalani hukumannya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Sukamiskin, Jawa Barat sejak 1 Mei 2018. Sebelumnya Setnov menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan merupakan politikus fraksi Golongan Karya (Golkar).

Lapas kelas 1 Sukamiskin adalah lapas yang cukup dikenal, sebab banyak para terpidana kasus korupsi dijebloskan ke lapas tersebut. Begitu pula dengan Setnov, rupanya dia bukan politikus satu-satunya yang akan menghabiskan waktunya di lapas tersebut. Berdasarkan penelusuran kriminologi.id, ada 5 politikus lainnya yang sudah lebih dulu mendiami lapas tersebut.

Muhammad Nazaruddin

Muhammad Nazaruddin adalah mantan Bendahara Umum Partai Demokrat dan pernah menjabat sebagai anggota DPR periode 2009-2014 dengan Daerah Pemilihan Jawa Timur. Nazaruddin divonis dengan 2 kasus korupsi yang berbeda. Pada 20 April 2002 Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menjatuhkan vonis hukuman 4 tahun 10 bulan dan denda Rp 200 juta.

Nazaruddin terbukti menerima suap sebesar Rp 4,6 miliar terkait proyek Wisma Atlet. Menindaklanjuti putusan tersebut kemudian dilakukan banding ke Mahkamah Agung dan divonis dengan 7 tahun hukuman penjara juga denda sebesar Rp 300 juta.

Muhammad Nazarudin. Foto: Antara
Muhammad Nazarudin. Foto: Antara

Tidak hanya itu, Nazaruddin pada 15 Juni 2016 kembali menerima vonis dari Pengadilan Tipikor Jakarta. Nazaruddin secara sah dan menyakinkan telah melakukan korupsi karena menerima gratifikasi senilai Rp 40, 37 miliar dari PT. Duta Graha Indah dan PT. Nindya Karya terkait proyek-proyek pendidikan dan kesehatan. Sehingga total hukuman yang harus dijalani  Nazaruddin di Lapas Sukamiskin adalah 13 tahun.

Anas Urbaningrum

Anas Urbaningrum adalah mantan ketua umum Partai Demokrat sejak tahun 2010 hingga tahun 2013. Selain itu, Anas juga sempat menjabat sebagai anggota DPR pada tahun 2009 hingga tahun 2010 sebagai perwakilan daerah Jawa Timur.

Anas pertama kali divonis Pengadilan Tipikor pada 24 September 2014 karena terbukti menerima gratifikasi terkait proyek Hambalang dan proyek-proyek pemerintah lainnya. Anas divonis 8 tahun hukuman penjara dan denda sebesar Rp 300 juta. Selain itu, Anas juga harus membayar uang pengganti sebesar Rp 94,18 miliar.

Dok. Anas Urbaningrum. Foto: Ist/Kriminologi.id
Dok. Anas Urbaningrum. Foto: Ist/Kriminologi.id

Tak puas dengan vonis yang diterimanya, pihak Anas mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi. Vonis yang dikeluarkan oleh Pengadilan Tinggi lebih rendah daripada vonis sebelumnya. Anas divonis hukuman 7 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 3 bulan penjara. Sedangkan untuk uang pengganti yang harus dibayarkan adalah sebesar Rp 94 miliar dan US$ 5,2 juta.

Masih belum puas dengan putusan tersebut, pihak Anas pun mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Namun vonis yang diberikan MA pada 8 Juni 2015 justru lebih berat dari sebelumnya. Vonis MA mengharuskan Anas untuk menghabiskan hidupnya di dalam Lapas Sukamiskin selama 14 tahun dan membayar denda sebesar Rp 5 miliar subsider penjara setahun empat bulan. Selain itu, Anas juga harus membayar uang pengganti sebesar Rp 57, 59 miliar.

Muhammad Sanusi

Ketua Komisi D dan Ketua Fraksi Partai Gerindra di DPRD DKI Jakarta periode 2014-2019 juga harus menghabiskan hidupnya selama 7 tahun di balik jeruji besi Lapas Sukamiskin. Sebab, Sanusi terbukti bersalah karena menerima suap sebesar Rp 2 miliar dari bos Agung Podomoro Land terkait pembahasan Raperda Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta (RTRKSP).

Selain itu, vonis yang dibacakan pada 29 Desember 2016 itu juga mewajibkan Sanusi untuk membayar denda sebesar Rp 250 juta subsider 2 bulan penjara.

Luthfi Hasan Ishaaq

Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) periode 2009-2014 dan juga mantan anggota DPR dari Fraksi PKS periode 2009-2014 ini tersangkut kasus korupsi terkait impor daging sapi Kementerian Pertanian.

Luthfi dijatuhi vonis 16 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 1 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor pada 9 Desember 2013. Luthfi terbukti menerima dana sebesar Rp 1,3 miliar dari total Rp 40 miliar yang dijanjikan oleh Direktur PT Indoguna Utama. Setelah diajukan banding, Pengadilan Tinggi hanya mengubah subsider denda dari 1 tahun menjadi 6 bulan. Akan tetapi, Jaksa Penuntut Umum mengajukan kasasi ke MA.

Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq, Foto: antara
Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq, Foto: antara

Hasil vonis MA pada 15 September 2014 memutuskan Luthfi harus menjalani hari-harinya selama 18 tahun di dalam Lapas Sukamiskin. Hukuman 10 tahun penjara untuk kejahatannya menerima gratifikasi dan 8 tahun penjara untuk Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU. Selain itu, Luthfi harus membayar denda sebesar Rp 1,5 miliar subsider 1 tahun 10 bulan penjara.

Patrialis Akbar

Patrialis Akbar, mantan Hakim Konstitusi Mahkamah Konstitusi (MK) sejak 2013 hingga 2017 ternyata juga pernah menjabat sebagai mantan Menteri Hukum dan HAM Indonesia periode 2009 hingga 2011. Selain itu, karir politik Patrialis Akbar juga menunjukkan bahwa dirinya juga pernah menjabat sebagai anggota DPR RI periode 1999-2009 dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN).

Foto: Kriminologi.id/ Walda Marison
Foto: Kriminologi.id/ Walda Marison

Patrialis divonis 8 tahun penjara dan denda sebesar Rp 300 juta subsider 3 bulan penjara oleh Pengadilan Tipikor Jakarta. Selain itu, Patrialis juga harus membayar uang pengganti sebesar US$ 10 ribu dan Rp 4 juta sesuai dengan jumlah suap yang diterimanya.

Patrialis terbukti bersalah karena menerima suap untuk memenangkan putusan perkara uji materi atas UU nomor 41 tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi. Sehingga mulai 18 September 2017 Patrialis akan menghuni Lapas Sukamiskin hingga 18 tahun kemudian

KOMENTAR
500/500