Ilustrasi korupsi E-KTP: Kriminologi.id

5 Saksi Korupsi Legendaris Meninggal Saat Proses Penyidikan

Estimasi Baca:
Senin, 16 Apr 2018 06:05:26 WIB

Kriminologi.id - Pengusutan kasus korupsi kelas wahid yang terjadi di negeri ini banyak memunculkan misteri selama proses pengungkapannya. Proses penyidikan dan penyelidikan yang dilakukan oleh polisi terhadap kasus korupsi ini memang memakan waktu yang tidak sebentar, bahkan hingga bertahun-tahun. Semakin lama penyidikan dilakukan maka aktor-aktor politikus dan pejabat pemerintahan yang terungkap. 

Seperti kasus megakorupsi e-KTP yang telah dilakukan sejak tahun 2010 hingga saat ini telah berhasil membuka kedok aktor-aktor yang terlibat. Beberapa saksi kunci pun ditetapkan untuk mengungkapkan aktor utama dari kasus-kasus korupsi tersebut. Salah satu misteri yang muncul dalam pengungkapan kasus korupsi tersebut adalah meninggalnya beberapa saksi kunci saat penyidikan tengah berlangsung.

Infografik 5 Saksi Kunci Kasus Korupsi Tewas Saat Penyidikan. Infografik: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Menurut penelusuran kriminologi.id terdapat 5 orang saksi kunci kasus korupsi besar di Indonesia yang meninggal dunia saat penyidikan kasus tersebut dilakukan.

Johannes Marliem

Johannes Marliem adalah saksi kunci untuk kasus megakorupsi e-KTP. Marliem adalah Direktur Biomorf Lone LLC Amerika Serikat yang merupakan perusahaan pengelola automated finger print identification system merek L-1 yang digunakan dalam proyek e-KTP. Marliem memegang bukti rekaman pembicaraan terkait suap dalam perundingan proyek pengadaan e-KTP.

Sebelumnya, Marliem sempat berubah pikiran dan enggan bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena mendapatkan peringatan dari seseorang di Indonesia untuk tidak menyerahkan bukti-bukti tersebut sebelum mendapatkan jaminan keamanan.

Sayangnya Johannes Marliem dikabarkan tewas di rumahnya yang terletak di daerah North Edinburgh Avenue Nomor 623, Los Angeles, Amerika Serikat. Penyebab tewasnya adalah tembakan di kepala namun pihak Federal Bureau of Investigation (FBI) menyatakan, kematian Marliem adalah bunuh diri.

Para tetangga Marliem tidak yain dengan pernyataan FBI, sebab pada waktu kematian Marliem yaitu sekitar pukul 02.00 dini hari pada tanggal 10 Agustus 2017 tidak terdengar suara letusan senjata api dari rumahnya.

Burhanuddin Napitupulu

Burhanuddin Napitupulu atau yang biasa dipanggil Burnap ini juga dinyatakan terlibat dalam kasus megakorupsi proyek e-KTP. Saat itu Burnap sempat menjabat sebagai Ketua Komisi II DPR RI periode 2010-2011.

Burnap diduga pernah meminta uang guna menyetujui usulan Kemendagri tentang penganggaran proyek e-KTP. Burnap kemudian bersepakat dengan mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Irman untuk memberikan uang tersebut kepada Andi Narogong.   

Tidak seperti Marliem yang tewas karena luka tembak, Burnap meninggal akibat serangan jantung saat sedang bermain golf bersama Idrus Marham pada hari Minggu, 21 Maret 2010. Jenazahnya sempat disemayamkan di Rumah Sakit Pusat Pertamina dan kemudian dibawa pulang oleh keluarga.

Mustokoweni

Mustokoweni Murdi juga merupakan salah seorang saksi dalam kasus korupsi e-KTP. Menurut KPK, Mustokoweni berperan di awal kesepakatan korupsi proyek pengadaan e-KTP. Selain itu, diduga Mustokoweni menerima uang sebesar 408 ribu US dolar.

Mustokoweni sempat menjabat sebagai anggota Komisi II DPR RI periode 2009-2014 fraksi Golkar dari Dapil VII Jawa Timur. Ganjar Pranowo dalam persidangannya juga sempat menyebut Mustokoweni pernah berusaha memberikan sejumlah uang namun Ganjar tidak menerimanya.

Mantan Wakil Bendahara Umum DPP Partai Golkar itu meninggal saat melaksanakan tugasnya di daerah Jawa Tengah. Belum diketahui secara jelas apa penyebab kematiannya, namun Mustokoweni sempat muntah-muntah di pesawat menuju Semarang. Setelah mendapatkan perawatan, kondisinya membaik namun tiba-tiba kondisinya memburuk dan meninggal dunia pada 18 Juni 2010 di Rumah Sakit Elizabeth Semarang.

Ignatius Mulyono

Ignatius Mulyono merupakan purnawirawan TNI yang berkarir di dunia politik. Ignatius sempat menjabat sebagai anggota Komisi II DPR RI periode 2009-2014dari fraksi Partai Demokrat Jawa Tengah.

Ignatius juga disebut sebagai saksi dalam proyek korupsi pengadaan e-KTP. Perannya adalah melobi fraksi-fraksi lainnya untuk melenggangkan proyek pengadaan e-KTP dengan penganggaran biaya triliunan rupiah. Selain itu, Ignatius juga diduga menerima kucuran dana sebesar 250 ribu US dolar.

Ignatius meninggal dunia pada 1 Desember 2015 di Rumah Sakit Medistra Jakarta. Tidak ada penjelasan merinci tentang sebab meninggalnya Ignatius, namun Ignatius memang beberapa kali mendapatkan perawatan medis di rumah sakit karena sakit jantung yang dideritanya.

Siti Chalimah Fadjriah

Siti Chalimah Fadjriah adalah mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Bidang Pengawasan pada tahun 2005. Siti Chalimah diduga terlibat dalam kasus Bank Century. Pemberian Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek (FPJP) dan Penetapan Bank Century sebagai bank yang gagal diduga ada permainan di dalamnya dan berdampak sistemik.

Pada tahun 2012, KPK sempat menetapkan Siti Chalimah sebagai tersangka sebab diduga berperan dalam merekayasa perubahan rasio kecukupan modal (CAR) di Bank Indonesia sehingga Bank Century dapat menerima FPJP yang diajukan.

KPK kemudian mencabut status tersangka Siti Chalimah karena telah meninggal dunia. Sejak tahun 2013 Siti Chalimah telah didiagnosa mengalami kerusakan otak karena penyakit stroke yang diidapnya. Setelah itu kondisinya terus menurun dan menghembuskan nafas terakhir pada 16 Juni 2015. AS

 DP
KOMENTAR
500/500