Ilustrasi tawuran di Jakarta. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

5 Tawuran Maut Para Pelajar di Jabodetabek Selama 2018

Estimasi Baca:
Minggu, 9 Sep 2018 17:05:55 WIB

Kriminologi.id - Seorang pelajar SMK Karya Bahana Mandiri tewas setelah terlibat tawuran dengan pelajar SMK Pijar Alam di Jalan Raya Sumur Batu, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 16 Agustus 2018. Korban yang bernama Indra Permana tewas dengan luka sabetan celurit di dada, dan lengannya. Tawuran pelajar tersebut. Selain Indra, tawuran itu juga mengakibatkan dua pelajar lain berinisial AH dan MD mengalami luka-luka.

Tawuran bukan hal baru di Jakarta, hampir setiap tahun selalu jatuh korban baik korban luka maupun korban tewas karena tawuran pelajar.  Sepanjang tahun 2018, Kriminologi.id mencatat ada lima tawuran pelajar yang terjadi.

1. Tawuran Pelajar di Citeureup

Tawuran terjadi antara Pelajar SMK PGRI 2 Kota bogor dan SMK Karya Nugraha dengan Pelajar dari SMK Yapis dan Mekanika di wilayah Citeureup, Bogor pada 2 Januari 2018. Ironisnya, tawuran terjadi pada hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang dan mengakibatkan seorang pelajar SMK PGRI 2 Kota Bogor bernama Yudi Saputra tewas.

Tawuran bermula saat sekelompok pelajar SMK Karya Nugraha dan SMK PGRI 2 Kota Bogor sedang menunggu angkutan umum di Jalan Mayor Oking, Citeureup. Tiba-tiba dari arah pasar Gang Pasar Cigeureup datang sekelompok pelajar berjumlah sekitar 30 orang. Para pelajar dari SMK Yapis dan Mekanika ini langsung menyerang dengan menggunakan senjata tajam sehingga menyebabkan Yudi tewas dan enam luka rekannya luka-luka.

Yudi sempat dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong, Namun nyawanya tak tertolong. Remaja berusia 18 tahun tersebut tewas dengan luka sabetan senjata tajam di bagian leher. Tak butuh waktu lama setelah kejadian, Pada tanggal 5 Januari Polisi menetapkan pelajar berinisial AF sebagai tersangka. AF diduga ikut membacok Yudi saat tawuran berlangsung, atas perbuatannya AF terancam dijerat dengan pasa 170 KUHP dengan pidana penjara maksimum 12 tahun.

2. Tawuran Pelajar di Kebayoran Lama

Ari Haryanto, pelajar SMK Muhammadiyah 15 Jakarta Selatan, tewas di perempatan kawasan Bellezza, Kebayoran Lama. Tewasnya Ari berawal dari kesepakatan tawuran berawal dari ajakan seorang senior yang baru lulus.

Minggu, 2 September 2018, sekitar pukul 04.00 WIB,salah seorang senior para pelaku mengajak teman-temannya untuk melakukan tawuran. Pelaku yang diketahui berinisial I, kemudian juga melakukan komunikasi dengan kelompok korban untuk tawuran.

3. Tawuran Pelajar di Ciracas

Dede Kurniawan, seorang pelajar kelas 2 SMP dan Muhammad Rafli siswa Sekolah Dasar di Jakarta Timur tewas dikeroyok sekelompok pelajar lain di Jalan Gudang Air, Kampung Rambutan, Ciracas pada 11 Februari 2018.

Dede dan Rafli yang pada saat itu sedang melintas dengan berbonceng motor, sekelompok pemuda langsung mencegat dan memukuli juga menyabetkan senjata tajam berupa celurit ke tubuh keduanya. Dede langsung tewas di tempat kejadian sedangkan Rafli tewas di Jalan Puskesmas saat akan melarikan diri.

Pengeroyokan Dede dan Rafli berawal dari perseteruan lama antar geng. Pada tawuran sebelumnya, geng korban menjadi pemenangnya dan geng tersangka mengalami kekalahan. Setelah itu kedua belah kubu saling ejek lewat sosial media Instagram. Anggota geng pelaku juga melakukan penyisiran di daerah tersebut untuk mencari anggota geng lawan. Setelah kejadian tersebut, polisi menangkap tiga pelaku yakni AR, R dan TA.

4. Tawuran di Puspitek Tangerang

Tawuran pelajar terjadi di Jalan Raya Puspitek, Kademangan, Kota Tangerang Selatan, Banten pada Selasa 31 Juli 2018. Tawuran tersebut melibatkan SMK Bhipuri Serpong dengan SMK Sasmita Jaya Pamulang. Puluhan pelajar dari kedua sekolah tersebut melengkapi diri mereka dengan berbagai senjata tajam, batu, balok kayu dan pipa besi.

Tawuran tersebut menyebabkan salah satu pelajar kelas  12 SMK Sasmita Jaya, Ahmad Fauzan kritis. Remaja 18 tahun itu roboh setelah samurai sepanjang kira-kira setengah meter menancap di pipinya.

Dengan samurai yang masih tertancap di pipi, Fauzan langsung dilarikan ke RS Hermina Serpong untuk menapatkan pertolongan. Petugas ambulans cukup kesulitan saat memasukkan Fauzan ke dalam mobil karena ruangan mobil tidak mengakomodir ukuran samurai yang menancap.

Karena lukanya cukup parah, Fauzan akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Cipto Mangunkusumo.

5. Tawuran Pelajar di Bogor

Tawuran terjadi di pertigaan Jalan Dadali pada hari minggu 15 juli 2018. Tawuran yang melibatkan dua kelompok pelajar tersebut terjadi usai nonton bareng Piala Dunia 2018. Akibat tawuran tersebut seorang siswa kelas 2 SMA YPHB Kota Bogor yang bernama Raihan Febrianysah tewas.

Kedua kelompok yang berseteru awalnya saling ejek saat nonton bareng Piala Dunia 2018. Saat itu, kedua kelompok sempat bertikai dan saling bersitegang. Namun karena kalah jumlah, satu kelompok memilih untuk pergi lalu merencanakan penghadangan.

Saat reihan dan teman-temannya melewati pertigaan Jalan Dadalipa, mereka langsung dicegat oleh kelompok pelaku. Salah seorang pelaku mengayunkan celuritnya kearah Raihan sebanyak dua kali hingga dia jatuh dari motor. Raihan lalu dibawa ke Instalasi Gawat Darurat RS PMI Bogor oleh teman-temannya, namun nyawa Raihan tetap tidak dapat diselamatkan.  

Polisi menetapkan dua pelaku berinisial FR dan AR  terkait kasus tewasnya Raihan. AR diketahui adalah pelaku utama yang melukai korban dengan celurit. (Muhammad Rizqi Ghifari)

	Infografik Tawuran Pelajar di Jabodetabek Tahun 2018. Infografik: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

KOMENTAR
500/500