7 Negara Terapkan Hukuman Makan di Tempat Umum Saat Ramadan

Estimasi Baca :

Pixabay.com - Kriminologi.id
Ilustrasi Penangkapan. Foto: Pixabay.com

Kriminologi.id - Umat Islam di seluruh dunia melaksanakan ibadah puasa selama satu bulan di bulan Ramadan. Umat Islam tidak diperbolehkan makan, minum, ataupun merokok selama menjalankan ibadah puasa. Negara dengan penduduk muslim yang mayoritas biasanya memiliki peraturan-peraturan tertentu yang hanya diterapkan saat Ramadan saja.

Di Indonesia tidak ada aturan nasional yang mengatur secara khusus terkait larangan selama Ramadan, biasanya itu diserahkan ke pemerintahan daerah masing-masing. DKI Jakarta misalnya yang memiliki aturan yang melarang tempat-tempat hiburan beroperasi selama bulan Ramadan.

Aturan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 17 Tahun 2018 tentang Waktu Penyelenggaraan Usaha Pariwisata pada Bulan Suci Ramadan dan Idul Fitri.

Infografik 7 negara terapkan hukuman bagi orang yang makan saat Ramadan. Infografik: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Tidak hanya di DKI Jakarta yang memiliki aturan khusus di bulan Ramadan. Menurut penelusuran kriminologi.id ada 7 negara yang menerapkan aturan khusus di bulan Ramadan.

1. Saudi Arabia

Saudi Arabia menjadikan agama Islam sebagai landasan dalam menjalankan negaranya. Sehingga banyak aturan yang selaras dengan aturan dalam agama Islam. 

Terkait masalah Ramadan, pemerintah Saudi Arabia secara tegas melarang siapapun makan atau minum di tempat publik. Jika melanggar, akan ada Mutawa atau polisi khusus masalah agama yang akan menangkap para pelanggar.

Tidak tanggung-tanggung, jika yang melanggar adalah Warga Negara Asing maka akan di deportasi kembali ke negaranya.

2. Pakistan

Republik Islam Pakistan selama Ramadan memiliki gerakan bernama Respect Ramadan Ordinance yang diterapkan sejak 1980-an. Seluruh restoran dan tempat makan harus tutup saat siang hari dan tidak ada yang diperbolehkan makan atau minum di tempat publik.

Jika ada yang tertangkap basah melanggarnya maka hukumannya adalah membayar denda sebesar 250 US Dolar atau Rp 3,5 juta dan menjalani hukuman minimal 3 bulan penjara.

Pelanggar yang tertangkap oleh polisi masih lebih baik daripada tertangkap basah oleh kelompok Islam garis keras. Kelompok ini tidak segan menggunakan kekerasan fisik untuk menghakimi para pelanggarnya.

Peristiwa ini pernah terjadi pada tahun 2016, kelompok tersebut memukuli seorang penganut agama Hindu yang sudah renta karena tertangkap basah makan dan minum di tempat publik

3. Kuwait

Serupa dengan Pakistan, selama bulan Ramadan di Kuwait tidak ada restoran dan tempat makan yang beroperasi di siang hari. Hanya supermarket saja yan tetap buka dan melayani pelanggan. 

Kuwait juga memiliki aturan yang melarang seseorang makan, minum, dan merokok di tempat umum. Pemerintah telah menetapkan hukuman denda senilai 330 US Dolar atau Rp 4,6 juta dan atau hukuman penjara minimal satu bulan.

4. Maroko

Maroko juga memiliki aturan yang ketat terhadap orang-orang yang makan dan minum di ruang publik. Ancaman hukuman bagi para pelanggarnya adalah denda senilai 1000 US Dolar atau Rp 14 juta dan hukuman penjara selama 2 bulan. 

Selain itu, masyarakat juga tidak segan memukul dan menganiaya para pelanggar. Seorang laki-laki yang mengidap diabetes juga pernah menjadi korban amuk massa karena minum di tempat publik.

5. Iran

Iran merupakan negara yang menerapkan hukum syariah yang ketat. Termasuk aturan tentang makan dan minum saat bulan Ramadan. Setiap orang dilarang makan dan minum bahkan di dalam mobilnya sendiri saat umat Islam menjalankan puasa.

Hukuman terhadap para pelanggarnya bukan denda ataupun hukuman penjara, akan tetapi hukuman cambuk di hadapan masyarakat.

6. Brunei Darussalam

Brunei juga menerapkan salah satu negara di Asia Tenggara yang menerapkan hukum syariah di negaranya. Sebenarnya tidak ada aturan yang spesifik tentang makan dan minum di tempat publik selama Ramadan adalah pelanggaran.

Walaupun begitu, polisi tetap akan menangkap para pelanggarnya karena menganggap tindakannya tidak menghormati umat Islam yang berpuasa. Hukuman yang dijatuhkan untuk para pelanggarnya memang bukan hukuman penjara, namun denda yang sangat besar senilai 2.880 US Dolar atau setara Rp 40 juta. Denda ini adalah denda termahal di dunia terkait pelanggaran makan dan minum saat Ramadan.

7. Malaysia

Malaysia juga termasuk salah satu negara di Asia Tenggara yang menerapkan hukum syariah di negaranya. Menariknya di Malaysia tidak hanya orang yang makan dan minum saat waktu berpuasa saja yang dihukum, tetapi juga para pemilik tempat makan dan pemilik restoran.

Pemerintah baru mengizinkan para pemilik tempat makan dan restoran makanan halal beroperasi mulai pukul 15:00 WIB. Jika ada yang beroperasi sebelum itu maka akan dikenai hukuman denda senilai 250 US Dolar atau Rp 3,5 juta. Selain itu, pemilik tempat makan yang ketahuan melayani pembeli muslim juga akan mendapatkan hukuman.

Baca Selengkapnya

Home Lapor & Waspada Peta Kejahatan 7 Negara Terapkan Hukuman Makan di Tempat Umum Saat Ramadan

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu