Luang Prabang atau Louangphrabang, terletak di utara pusat Laos. Foto: Pixabay

8 Negara Penghasil Obat Terlarang dan Narkoba Terbesar

Estimasi Baca:
Senin, 18 Sep 2017 08:05:04 WIB

Kriminologi.id - Pemberitaan tentang peredaran obat PCC (Paracetamol, Cafein, Carisoprodol) menyita perhatian masyarakat. Pasalnya, efek obat ini begitu menyeramkan. Dalam sebuah video yang beredar di jejaring media sosial, seorang anak yang terlihat kehilangan kesadaran dan berperilaku layaknya orang yang hilang ingatan. Anak tersebut diduga mengonsumsi obat PCC.

Badan Narkotika Nasional (BNN) mencatat pada 14 September 2017 diketahui terdapat 50 orang dirawat di rumah sakit dan 1 orang meninggal akibat konsumsi obat PCC. 

Walaupun PCC tidak tergolong dalam narkotika, namun obat ini termasuk obat keras yang sebenarnya tidak diperdagangkan secara bebas.

Obat-obatan yang tergolong keras ini ternyata tidak hanya diproduksi di Indonesia tetapi ada juga yang merupakan barang selundupan.

Terkait peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang, United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) mencatat beberapa negara yang memproduksi narkotika dan obat-obatan terlarang.

Berikut ini Kriminologi merangkum 8 negara tertinggi di dunia dalam memproduksi narkotika dan obat-obatan terlarang.

8. Laos

Negara Laos sudah dikenal sebagai negara yang memproduksi opium sejak tahun 90-an. Sejak tahun 2000, pemerintah Laos telah melakukan berbagai upaya untuk menangani permasalahan ini. Hingga akhirnya jumlah produksi opium di Laos mengalami penurunan.

7. Bolivia

Bolivia adalah satu dari tiga negara penghasil kokain terbesar di seluruh dunia. Pada tahun 2003 diperkirakan terjadi peningkatan terhadap perkebunan koka yaitu sebesar 23 ribu hektar setiap tahunnya. Tanaman koka ini adalah bahan dasar pembuatan kokain.

BACA: 29 Ribu Pil PCC Pasar Pramuka Diduga Siap Edar di Papua

6. Myanmar

Selanjutnya Myanmar yang tercatat sebagai produsen opium terbesar kedua di dunia. Myanmar diperkirakan masih akan mengalami peningkatan dalam memproduksi narkotika dan obat-obatan terlarang. 

Data ini didasarkan pada jumlah permintaan heroin yang begitu besar dan keuntungan besar yang akan diperoleh organisasi kriminal yang memperdagangkannya. Organisasi kriminal ini pasti akan memacu pertumbuhan produksi narkotika di Myanmar.

5. Maroko

Maroko menetapkan tanaman ganja sebagai tanaman ilegal sejak 1957, namun hingga kini toleransi terhadap penanaman ganja di negara tersebut sangat tinggi. Toleransi inilah yang diduga berperan besar dalam memperluas area penanaman tanaman ganja dan juga meningkatkan jumlah produksi ganja. Maroko termasuk negara penghasil ganja terbesar di dunia.

4. Peru

Peru menjadi negara penghasil kokain terbesar di dunia selama bertahun-tahun. Menurut perkiraan, total produksi kokain di Peru mencapai 340 ton setiap tahunnya. Pada tahun 1992, 60 persen kokain yang beredar di dunia berasal dari Peru.  Melihat keadaan yang semakin memburuk, pemerintah Peru akhirnya bertindak tegas dalam melarang produksi dan perdagangan kokain. Sejak 2015, peringkat Peru turun menjadi peringkat kedua produsen kokain terbesar di dunia.

BACA: BPOM Makassar Sita Ribuan Pil PCC dari Perusahan Farmasi

3. Meksiko

Tak hanya terkenal sebagai produsen opium dan ganja, Meksiko juga dikenal penghasil obat-obatan terlarang lainnya. Jumlah dari seluruh produksi narkotika dan obat-obatan terlarang inilah yang akhirnya menempatkan Meksiko di posisi ketiga. 

Meksiko dikenal memiliki banyak kartel narkotika yang dioperasikan oleh organisasi kriminal dan terdapat persaingan perdagangan maupun kekuasaan di antara mereka.

2. Kolombia

Kolombia mengalami peningkatan produksi kokain pada 2014 hingga 2015. UNODC mencatat bahwa jumlah lahan yang digunakan untuk menanam koka meningkat 69 ribu hektar. Ini menjadikan Kolombia sebagai negara penghasil kokain terbanyak di dunia. 

Satu fakta menarik yang ditemukan adalah letak lahan yang digunakan dalam produksi kokain 70 persen berada di bawah kewenangan kelompok sayap kiri bernama Revolutionary Armed Forces of Colombia.

1. Afganistan

Jika dibandingkan dengan 7 negara lainnya, siapa sangka Afganistan merupakan negara yang terdepan dalam menanggulangi masalah produksi narkotika dan obat-obatan terlarang.

Beberapa tahun terakhir diketahui, Afganistan menjadi produsen opium terbanyak di dunia. Selain itu, jumlah produksi ganja dan obat-obatan terlarang lainnya juga masih terus meningkat dari tahun ke tahun. 

Hasil inilah yang menempatkan Afganistan pada posisi puncak bagi negara-negara produsen narkotika dan obat-obatan terlarang. OS | AS

KOMENTAR
500/500