Ilustrasi kerusuhan di Piala Dunia Sepak Bola. Ilustrasi: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

9 Juli, Puluhan Suporter Tewas Saat Laga Kualifikasi Piala Dunia

Estimasi Baca:
Senin, 9 Jul 2018 17:30:47 WIB

Kriminologi.id - Laga kualifikasi Piala Dunia antara Zimbabwe dan Afrika Selatan pada 9 Juli 2000 di National Sports Stadium berakhir ricuh. 12 suporter tim Zimbabwe tewas setelah kerucuhan pecah akibat timnya kalah telak oleh Afrika Selatan dengan kebobolan dua gol tanpa balas. 

Kericuhan ini berawal dari para pendukung tim Zimbabwe yang mulai melempar botol plastik setelah pemain Afrika Selatan, Delron Buckley mencetak gol keduanya ke gawang Zimbabwe.

Kericuhan ini mengakibatkan 12 suporter meninggal dunia. Setelah mencetak gol kedua, Delron mengalami cedera ankle dan mendapatkan perawatan dari dokter di lapangan.

Saat itulah pendukung Zimbabwe melempar botol plastik dan mengenai kepala Delron.

Tak lama para pendukung lainnya juga melemparkan benda-benda ke arah lapangan. Menindaklanjuti hal ini, kepolisian setempat menembakkan gas air mata ke arah kerumunan yang diperkirakan berjumlah 60 ribu orang.

Tembakan gas air mata Ini menyebabkan para pendukung kedua tim saling berebut untuk keluar stadion. Sayangnya di luar stadion polisi juga menembakkan gas air mata ke arah kerumunan penonton yang kemudian dibalas dengan beberapa orang yang melemparkan batu ke arah mobil polisi.

Seperti yang dilansir dari theguardian.com, seorang saksi mata yang bernama Taurai Mapangavanhu menyatakan bahwa kepolisian bereaksi secara berlebihan menanggapi para penonton dengan menembakkan gas air mata. Hal tersebut menyebabkan para penonton panik dan keadaan menjadi semakin buruk.

Tindakan yang dilakukan kepolisian tidak hanya melukai para penonton tetapi juga menyebabkan beberapa pemain menjadi korban gas air mata. Misalnya Quinton Fortune yang juga bermain untuk Manchester United dan Peter Ndlovu yang bermain bagi Birmingham City.

Para pemain yang menjadi korban ini langsung mendapatkan perawatan dari dokter di lapangan. Walaupun kericuhan terjadi pada menit 82 dan pertandingan belum berakhir namun wasit yang bertugas saat itu, Falla Ndoye yang berasal dari Senegal memutuskan untuk memberikan kemenangan kepada Afrika Selatan.

 MSA
KOMENTAR
500/500