Beda Data BI dan Polri Soal Peredaran Uang Palsu di Indonesia

Estimasi Baca :

Dok. uang palsu. Foto: Ist/Kriminologi.id - Kriminologi.id
Dok. uang palsu. Foto: Ist/Kriminologi.id

Kriminologi.id - Tren peredaran uang palsu di Indonesia terus menurun. Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia Suhaedi mengungkapkan sejak 2015 hingga Oktober 2017 temuan peredaran uang palsu menurun.

Tapi, turunnya tren peredaran uang palsu berbanding terbalik dengan data pengungkapan kasus uang palsu yang dilakukan oleh Badan Reserse Kriminal Polri. Sejak 2015, data pengungkapan kasus dan jumlah tersangka kasus uang palsu mengalami peningkatan.

Baca: Bank Indonesia: Peredaran Uang Palsu Turun Tiap Tahun

Berdasarkan data yang dilansir Bank Indonesia di laman resminya, pada 2015 ditemukan 319.681 lembar uang palsu yang beredar di masyarakat. Sedangkan data jumlah pengungkapan kasus uang palsu oleh Bareskrim Polri adalah 45 kasus dengan 109 tersangka.

Pada 2016, jumlah uang palsu yang beredar di masyarakat berjumlah 211.611 lembar. Sedangkan data pengungkapan kasus uang palsu oleh Bareskrim Polri berjumlah 144 kasus denan 254 tersangka.

Data Bank Indonesia juga menunjukkan bahwa pada  2015, jumlah uang palsu yang beredar di masyarakat mencapai puncaknya selama 5 tahun terakhir. Sedangkan data Bareskrim Polri menunjukkan bahwa pengungkapan kasus dan jumlah tersangka kasus uang palsu tertinggi berada pada 2016.

Baca: Jelang Pilkada, Peredaran Uang Palsu Berpotensi Marak

Sebenarnya tren uang palsu sempat turun pada 2012 dan 2014 baik dari segi jumlah uang yang beredar maupun jumlah tersangka yang terlibat kasus peredaran uang palsu. Pada 2012, jumlah uang palsu yang beredar berjumlah 92.686 lembar dan tersangka yang terlibat adalah 100 orang.

Infografik Uang Palsu Indonesia

Tren peredaran uang palsu sempat naik pada  2013. Pada tahun itu jumlah uang palsu yang beredar adalah 141.266 lembar dan tersangka yang terlibat adalah 108 orang, namun tren ini turun setahun berikutnya.

Pada 2014, uang palsu yang beredar di masyarakat berjumlah 126.417 lembar. Sedangkan data pengungkapan kasus uang palsu oleh Bareskrim Polri adalah 40 kasus dengan 73 orang tersangka.

Pada tahun ini, uang palsu yang beredar hingga bulan Oktober berjumlah 126. 838 lembar. Sedangkan untuk kasus uang palsu yang terungkap berjumlah 72 kasus dengan 137 orang tersangka.

Baca: Jejak Peredaran Uang Palsu Sepanjang 2017

Data yang berbanding terbalik antara Bank Indonesia dan Bareskrim Polri dipengaruhi oleh modus pelaku dalam memproduksi dan mengedarkan uang palsu. Pelaku yang terlibat dalam kasus peredaran uang palsu tidak lagi bermain secara perorangan dan skala kecil.

Beberapa pengungkapan kasus uang palsu oleh Bareskrim Polri ternyata melibatkan sindikat dan kelompok-kelompok criminal terorganisir. Seperti sindikat uang palsu di Jawa Barat dan sindikat uang palsu asal Madura. Walaupun berada di Jawa Barat atau Madura ternyata uang palsu dari kedua sindikat tersebut beredar di berbagai wilayah di Indonesia.

Baca Selengkapnya

Home Lapor & Waspada Peta Kejahatan Beda Data BI dan Polri Soal Peredaran Uang Palsu di Indonesia

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu