Bikin Heboh, 5 Nikah Sesama Jenis di Indonesia

Estimasi Baca :

Ilustrasi Pernikahan. Foto: Pixabay.com - Kriminologi.id
Ilustrasi Pernikahan. Foto: Pixabay.com

Kriminologi.id - Pernikahan antara Saeful alias Ayu Puji Astutik dan Muhammad Fadholi pada 19 Juli 2017 di Jember, Jawa Timur, berlangsung meriah. Para tamu undangan yang datang pun turut mendoakan kebahagiaan pasangan tersebut.

Namun, beberapa bulan setelah pernikahan tersebut desas desus muncul di warga sekitar bahwa Ayu sejatinya adalah laki-laki. Akhirnya pada 23 Oktober 2017, aparat desa dengan polisi mendatangi pasangan tersebut.

Walaupun sempat mengelak menyatakan bahwa Ayu adalah perempuan, akhirnya terungkap nama asli Ayu sebenarnya adalah Saiful. Pasangan ini telah menjalin kasih selama setahun hingga akhirnya memutuskan untuk menikah.

Fadholi sebenarnya mengetahui bahwa Ayu adalah waria, tidak mengubah keputusannya untuk meminang Ayu. Awalnya Fadholi tidak mengetahui Ayu adalah waria.

Baca: Pernikahan Sesama Jenis Berujung Nestapa Jeruji Besi

Sayangnya cinta kasih mereka justru berujung dengan ancaman pidana. Pasalnya dalam pernikahan yang mereka lakukan, terbukti dokumen-dokumen Ayu adalah dokumen palsu.

Polisi kemudian menjerat pasangan sejenis ini dengan pasal 264 ayat 1 tentang pemalsuan akta otentik, pasal 266 ayat 1 tentang tindak pidana memasukkan keterangan palsu dalam akta otentik, dan pasal 266 ayat 2 tentang tidak pidana memakai akta palsu. Secara keseluruhan, pasangan ini diancam tujuh tahun hukuman penjara.

Selain pasangan Ayu dan Fadholi asal Jember ini, hasil penelusuran Kriminologi mencatat, terdapat beberapa pasangan lain di Indonesia yang juga terjerat masalah pidana yang sama. Berikut data yang berhasil dihimpun.

1. Pratama L. Julianto dan Wilis Setyowati (Purworejo)

Rencana pernikahan Pratama dan Wilis harus kandas di tengah jalan. Petugas Kantor Urusan Agama mencurigai dokumen Pratama sebagai mempelai laki-laki. Terdapat ketidakcocokan nama antara Kartu Tanda Penduduk (KTP) dengan Surat Izin Mengemudi (SIM).

Akhirnya terungkap bahwa Pratama sebenarnya adalah perempuan yang bernama Nova Aprida Aryani. Mirisnya selama menjalani hubungan percintaan, Wilis tidak pernah mengetahui identitas asli pasangannya.

2. Salmah dan Farel (Sumatera Utara)

Pernikahan Salmah dengan Farel yang baru berumur empat bulan harus bubar. Pasalnya, hasil penyelidikan polisi atas penemuan bayi di wilayah tersebut justru mengarah pada si suami, Farel.

Warga sempat melihat Farel membuang sesuatu di lokasi penemuan bayi tersebut. Terungkap bahwa Farel adalah seorang perempuan yang melahirkan bayi tersebut. Nama asli Farel adalah Nenengsih.

Selama pernikahannya Salmah mengaku tidak pernah berhubungan intim dengan suaminya itu dan tidak mengetahui bahwa suaminya adalah seorang perempuan.

Farel mengakui ketika menikah dengan Salmah, sebenarnya dirinya tengah hamil 7 bulan. Sebelum menikah dengan Salmah, ternyata Farel telah menikah dengan seorang laki-laki di Malaysia.

Baca: Modus Anak Jokowi Nikah, Paspampres Palsu Penipu Pengusaha Tertangkap

3. Heniyati dan Muhammad Efendi Saputra (Boyolali)

Setelah menikah selama tujuh bulan, Heniyati harus menelan pahitnya kenyataan. Lelaki yang dianggapnya sebagai suaminya selama ini adalah perempuan. Hal ini terungkap saat Heni mencari KTP di dompet Efendi ketika dia sedang mandi.

Rupanya dalam KTP tersebut disebutkan bahwa nama asli Efendi adalah Suwarti. Tidak terima karena telah ditipu mentah-mentah, Heni dan keluarga langsung melaporkannya pada pihak kepolisian.

4. Bersalina dan Ichal Saser (Sulawesi Barat)

Selama setahun menikah dengan Ichal, Bersalina memang kerap curiga. Masalahnya setiap mencuci celana dalam suaminya itu, dia sering menemukan bercak darah.

Bersalina mengaku tetap berpikiran positif terhadap suaminya itu. Memang ada yang tidak lumrah dalam hubungan mereka. Ketika berhubungan intim, Ichal meminta Bersalina agar tidak menyentuh kelaminnya.

Suatu hari Bersalina dan Ichal bertengkar hebat dan akhirnya terungkap bahwa Ichal adalah seorang perempuan. Bersalina juga menemukan ubi kayu yang digunakan Ichal saat berhubungan intim dengannya. Tidak terima dengan hal itu, Bersalina melaporkan hal ini pada kepolisian.

5. Rahmat Yani dan Syarifah Nurul Husna (Sulawesi Selatan)

Rahmat Yani dan Syarifah mengawali perkenalan melalui media sosial selama dua tahun. Kemudian keduanya memutuskan untuk berpacaran. Setelah tiga bulan menjalin kasih, Rahmat berniat untuk meminang Syarifah. Walaupun baru beberapa kali bertemu, ini tidak menjadikan Syarifah ragu.

Pernikahan memang digelar secara sederhana karena memang pernikahan tersebut adalah pernikahan siri. Setelah dilaksanakan ijab, maka pasangan ini pun sah menjadi suami-istri.

Namun malang bagi Syarifah, dia justru sedih di malam pertamanya. Sebab dia mendapati Rahmat Yani sebenarnya adalah perempuan dengan asli Rahmayani.

Baca: Nikah Siri dan Tercabutnya Hak Perdata Perempuan

Pernikahan sesama jenis memang dilarang di Indonesia. Pada pasal 1 Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan disebutkan bahwa perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Hal ini mendorong beberapa orang akhirnya melakukan berbagai cara demi tercapai tujuannya. Salah satunya adalah dengan memalsukan identitasnya agar tidak diketahui oleh orang lain.

Baca Selengkapnya

Home Lapor & Waspada Peta Kejahatan Bikin Heboh, 5 Nikah Sesama Jenis di Indonesia

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu