Suasana di pintu utama Mako Brimob pasca kerusuhan. Foto: Ewin Maulana/Kriminologi.id

Catatan Onar Narapidana Teroris, Mako Brimob Paling Mencekam

Estimasi Baca:
Minggu, 13 Mei 2018 07:05:48 WIB

Kriminologi.id - Masih hangat di ingatan kita peristiwa kericuhan di rumah tahanan atau rutan khusus narapidana terorisme di Markas Korps (Mako) Brimob Kelapa Dua Depok, Jawa Barat, yang terjadi sejak Selasa malam, 8 Mei 2018. Kerusuhan yang terjadi di Blok B dan Blok C tersebut menjadi catatan paling mencekam dalam rekam jejak kericuhan yang dilakukan oleh napi teroris.

Kerusuhan yang terjadi di Mako Brimob disertai dengan penyanderaan anggota Polri. Bahkan, para napi teroris juga merebut senjata api dengan jarak 500 meter hingga 800 meter. Penyanderaan itu selesai dalam sebuah operasi soft approach yang berlangsung selama 36 jam.

Dari insiden berdarah tersebut, terdapat 5 anggota Polri yang gugur dan seorang napi yang tewas.

Menurut penelusuran Kriminologi.id, napi teroris sudah berulang kali berulah. Napi teroris juga tercatat pernah membuat kericuhan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) lainnya. Kericuhan terjadi tidak hanya dengan sipir, melainkan juga dengan sesama napi lainnya.

Namun demikian, dengan adanya insiden kemarin, napi teroris di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua tercatat sudah dua kali berbuat ricuh dalam kurun waktu 5 bulan terakhir.

Sebelumnya, kerusuhan juga pernah terjadi di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua pada Jumat, 10 November 2017 silam. Kerusuhan yang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB itu dipicu oleh adanya penggeledahan mendadak oleh petugas piket Densus, yang memancing kemarahan beberapa tahanan.

Keributan itu mengakibatkan rusaknya beberapa fasilitas rutan, seperti pintu sel tahanan dijebol, pintu pagar dan kaca-kaca jendela di Blok B dan Blok C pun rusak.

Berikut beberapa kericuhan napi teroris lainnya yang berhasil Kriminologi.id rangkum;

1. Bentrok Napi Teroris vs Napi Anak Buah John Kei di Lapas Nusakambangan

Bentrok antara dua kelompok napi di Lapas Kelsa II A Permisan, Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, terjadi pada Selasa, 7 November 2017. Bentrok tersebut melibatkan kelompok napi teroris dan kelompok napi anak buah John Kei. Dari bentrokan tersebut, seorang napi dilaporkan tewas akibat luka tusuk di bagian perut.

Kerusuhan yang terjadi di Blok C Nomor 20, yang merupakan kamar napi tamping atau tahanan pendamping, itu bermula dari perbincangan seorang napi bernama Ridwan alias Vampir dengan salah seorang petugas Lapas.

Ridwan mengadukan terjadi keributan antara kelompok napi teroris dan napi anak buah John Kei pada Selasa pagi. Informasi itu pun menyulut kemarahan kelompok napi anak buah John Kei, sehingga melakukan penyerangan ke Blok C Nomor 20.

Akibat bentrokan tersebut, selain menewaskan anak buah John Kei, tiga napi penghuni Blok C Nomor 20 mengalami luka-luka. Sutrisno (25) mengalami luka tusuk pada bagian paha belakang serta memar pada muka dan tangan, Hasan Bisri (36) mengalami luka tusuk dan memar di kepala, dan Dadang Arif (30) yang mengalami luka memar pada wajah.

2. Napi Teroris Pemicu Kericuhan di Lapas Lowokwaru

Kericuhan terjadi di Lapas Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur, pada Minggu, 9 Agustus 2015. Diketahui kericuhan terjadi akibat dipicu oleh salah seorang napi teroris bernama William Maksum yang membawa istrinya masuk ke kamar mandi.

Saat itu, petugas Lapas mengingatkan dengan mengetuk pintu, tetapi dibalas oleh kemarahan teman-teman Maksum. Padahal, saat itu sipir mengetuk kamar mandi karena memang waktu besuk sudah habis dan para napi diminta untuk kembali ke ruang sel.

Perang mulut pun terjadi antara beberapa napi teroris dan sipir. Tidak hanya itu, seorang sipir juga menjadi korban pemukulan. Saat itu Maksum dan delapan orang rekan sesama terpidana kasus teroris lainnya sedang mendapat kunjugan dari 13 orang temannya. Teriakan takbir membuat suasana semakin memanas.

Setelah sempat didamaikan, kericuhan berlanjut saat para napi digiring menuju selnya. Sepanjang perjalanan menuju sel, banyak tahanan kasus lain yang sebelumnya mendengar dan menyaksikan sipir dipukul bergerombol. Kericuhan bergeser menjadi antarnapi, dan terjadi saling lempar batu.

Akibat kericuhan ini, Lapas Lowokwaru berkoordinasi dengan Kemnterian Hukum dan HAM memindahkan 9 napi teroris yang memicu kericuhan ke lima Lapas di Jawa Timur untuk mencegah terjadinya kejadian serupa.

3. Napi Teroris Keroyok Sipir di Lapas Cipinang

Empat sipir Lapas Kelas I A Cipinang, Jakarta Timur, menjadi korban pengeroyokan belasan napi. Para napi itu disebutkan berasal dari blok khusus terorisme. Keempat sipir yang menjadi korban adalah Sungkono Bayu Aji, Subandriono, Herman, dan Prasuta.

Peristiwa pengeroyokan itu terkadi pada Rabu, 13 Juni 2012. Pengeroyokan itu bermula dari sikap napi teroris bernama Laode yang menentang petugas portir saat hendak memeriksanya. Pemeriksaan itu sendiri sudah menjadi kegiatan rutin sesuai jam besuk.

Laode mengeluarkan kata-kata tidak pantas dan menantang petugas. Tidak hanya itu, Laode juga sempat menarik kerah baju portir bernama Aji. Baku pukul pun tak terhindarkan. Tiga sipir lainnya yang hendak melerai justru menjadi sasaran pukulan juga.

Selain Laode, dua napi dari belasan napi lainnya dikenali bernma Alung dan Rambo. Ketiganya diketahui pernah mengikuti pelatihan teroris di Aceh.

Dari pengeroyokan tersebut total ada empat sipir menjadi korban. Aji mendapat luka paling parah. Ia dipukul di kepala bagian belakang dan hidung. Sementara tiga korban lainnya tidak mendapat luka yang signifikan. RZ

Penulis: Aditia Tjandra
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500