Lokasi penjambretan Warsilah di Jalan Ahmad Yani, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Foto: Walda Marison/Kriminologi.id

Cempaka Putih, Lokasi Tewasnya Warsilah Rawan Kejahatan dan Kecelakaan

Estimasi Baca:
Rabu, 4 Jul 2018 17:45:09 WIB

Kriminologi.id - Masih segar dalam ingatan tentang insiden penjambretan yang menewaskan Warsilah (37) beberapa hari lalu. Ia tewas terjatuh dari motor saat mempertahankan telepon genggam dari aksi penjambretan di Jalan Ahmad Yani, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Pada Minggu, 1 Juli 2018 sekitar pukul 08.00 WIB, ia sedang diboncengi dengan pengemudi ojek online untuk menuju kantornya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Kriminologi.id sempat mendatangi tempat terjadinya aksi penjambretan yang menewaskan Warsilah. Di lokasi tersebut, masih terlihat jelas bercak darah Warsilah di pinggir trotoar. Di tempat inilah, Warsilah sempat dievakuasi karena terjatuh dari motor.

"Di sini nih mas, masih keliatan banget darahnya," ujar salah satu petugas keamanan di PT. Gudang Garam kepada Kriminologi.id, Rabu, 4 Juli 2018.

Petugas lainnya yakni Hasyim bercerita tentang kondisi keamanan di wilayah tempat ia bekerja. Menurut dia, pada Sabtu dan Minggu kerap terjadi aksi kejahatan. 

"Di sini kalau Sabtu Minggu memang rawan, mas. Karena sepi dan kendaraan enggak sebanyak hari biasa. Kadang ada copet," kata Hasyim. 

https://cdn.kriminologi.id/news_picture_thumb/5b3c7acd7b65e-1530690253-30ae43ad1aa0a416699051b73a3dfcf6.jpg

Berdasarkan pantauan Kriminologi.id di lapangan, terdapat pos polisi di sekitar 100 meter dari lokasi jatuhnya Warsilah. Pos polisi ini berada di depan Transmart.

Terlepas dari insiden penjambretan yang menimpa Warsilah, Hasyim mengatakan, di sepanjang Jalan Ahmad Yani itu juga kerap terjadi kecelakaan lalu lintas. Kecelakaan itu biasanya terjadi pada hari Minggu.

"Dalam sebulan ada aja yang kecelakaan di sini. Waktu itu pernah ada motor ngebut karena lewatin lubang aspal jadi jatuh," katanya.

Tidak jarang, kecelakaan itu juga menimpa karyawan atau pengemudi ojek online yang mau memasuki ke area gedung PT Gudang Garam.

Untuk memasuki area PT Gudang Garam melalui jalur cepat, pengendara harus memotong tajam laju kendaraannya menuju jalur keluar tol Exit Cempaka Putih. Tak hanya itu, pengendara juga harus melewati jalur lambat di depan RS Pertamina, Jakarta Pusat.

"Nah kalau mau motong masuk ke sini harus motong jalur. Mobil sama motor biasanya kencang-kencang dari arah Cawang. Di situlah sering terjadi kecelakaan," ujar Hasyim menambahkan.

Kriminologi.id pun mencoba melaju di Jalan Ahmad Yani dengan mengendarai motor di jalur lambat. Bila kondisi kosong, kecepatan kendaraan terpantau dapat melaju hingga 80 km/jam. Di wilayah tersebut, juga terpampang rambu-rambu peringatan, di antaranya jalan bercabang dan dilarang berhenti.

Meski kondisi jalan di dekat kantornya itu rawan, menurut Hasyim, belum pernah ada korban jiwa akibat kecelakaan atau tindak kejahatan di sekitar wilayah itu. Tewasnya Warsilah, ia mengaku, merupakan kejadian pertama.

Sebelumnya, terkait dengan identitas pelaku penjamberatan yang menewaskan Warsilah itu, Kapolsek Cempaka Putih Komisaris Polisi Rosiana mengatakan, pihaknya sedang memburu pelaku tersebut. Namun, pihaknya mengakui ada kendala dalam memburu penjambret di Jalan Ahmat Yani.

"Kalau penjambret itu cepat mengubah ciri-ciri kendaraannya. Kejadian dulu-dulu seperti itu. Nanti kalau kendaraannya diganti, baru main (menjambret) lagi," katanya, Selasa 3 Juni 2018.

Ia akan melakukan berbagai macam cara untuk meringkus pelaku kejahatan. Salah satunya dengan menggunakan pakaian preman dalam perburuan pelaku.

"Akan saya acak, akan lebih cenderung ke patroli petugas yang berpakaian preman. Jangan yang menggunakan seragam polisi karena bakal dibaca oleh mereka," kata Rosiana. YH 

Reporter: Walda Marison
Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500