Ilustrasi penganiayaan ustaz. Ilustrasi: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Daftar Kekerasan Ulama di Indonesia, Paling Heboh Ninja Banyuwangi

Estimasi Baca:
Rabu, 14 Feb 2018 06:05:15 WIB

Kriminologi.id - Dua kasus penganiayaan terhadap ulama menghebohkan masyarakat pada akhir Januari 2018. Seorang diantaranya meninggal dunia. Kasus penganiayaan pertama menimpa KH Umar Basri alias Enceng Emon, tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al Hidayah di Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, oleh pria tak dikenal.

Akibat penganiayaan yang belakangan diketahui oleh Asep ini terjadi pada Sabtu, 27 Januari 2018, subuh itu, Emon mengalami luka di bagian muka, bibir, hidung dan pelipis. Ketua Pengurus Cabang NU ini pun sempat dikabarkan kritis. Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan, pelaku penganiaya Emon diketahui mengalami gangguan jiwa alias gila.

Baca: Kiai Nahdlatul Ulama Sempat Kritis Setelah Dianiaya Saat akan Wirid 

Beberapa hari berselang, tepatnya pada Kamis pagi, 1 Februari 2018, seorang ulama Persatuan Islam (Persis) bernama HR Prawoto tewas setelah dianiaya oleh tetangganya sendiri. Peristiwa itu terjadi di rumah Ustaz Prawoto di Blok Sawah, Kelurahan Cigowendah Kaler, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung. 

Pelaku penganiaya ustaz Prawoto ini juga bernama Asep yang diduga mengalami gangguan jiwa sejak berusia 25 tahun. 

Kedua kasus teror terhadap ulama ini sontak mengundang kecaman dari masyarakat hingga menjadi pembicaraan para politikus. Berdasarkan penelusuran Kriminologi, tindak kekerasan terhadap ulama sebenarnnya bukanlah peristiwa baru. Kasus penganiayaan ulama yang paling heboh adalah Ninja Banyuwangi Tahun 1998  

Berikut beberapa kasus kekerasan terhadap ulama yang berhasil Kriminologi rangkum. 

Baca: Ustaz Prawoto Tewas Dianiaya Tetangga di Rumahnya

Tahun 2017 Pengeroyokan Ulama Muda di Cianjur 

Kasus yang paling dekat terjadi pada Senin, 28 Mei 2017, Ustaz Hasyim Asyari  ulama muda sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muin di Cianjur, Jawa Barat menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan lima orang berstatus ayah dan anak. Kelima pelaku baru berhasil diamankan oleh jajaran Polres Cianjur dua bulan setelahnya. Kelima pelaku pengeroyokan itu adalah Dayat (63), Dadan Wildan (39), Dani Mulyadi (32), Opik (17) dan Karyo.

Pemicu pengeroyokan itu karena hal sepele, lantaran sang ulama menegur anak yang membakar petasan dan melemparkannya ke rumah korban. Tidak terima sang anak ditegur, keluarganya kemudian mengeroyok korban hingga terluka parah.

Tahun 2013 Penganiayaan Ustaz di Kecamatan Sliyeg 

Ceramah tentang penyembuhan penyakit dengan menggunakan air doa yang disampaikan oleh Kiai Abdul Kohar di sebuah pengajian umum dalam acara hajatan di kediaman seorang warga di Desa Malangsemirang RT 02/RW 01, Kecamatan Jatibarang, menyulut konflik antarwarga.

Merasa menyinggungnya sebagai penjual air doa, seorang warga bernama H Nasir (55), bersama dengan dua rekannya Sobana (51) dan Torih (54) menyerang dan menganiaya Nuryaman, seorang pengajar madrasah di wilayah Kecamatan Sliyeg pada Jumat, 18 Oktober 2013. 

Korban yang tengah beraktivitas di area persawahan dijemput paksa oleh ketiga pelaku, dan dibawa ke rumah salah seorang warga, lalu dianiaya. Akibat penganiayaan itu, korban mengalami sejumlah luka memar di bagian tubuhnya. Sempat terjadi aksi balasan dari warga lainnya.

Baca: Bongkar Modus Gila Penganiayaan Ulama, Kata Hidayat Nur Wahid

Tahun 2012 Penganiayaan Ustaz Jamaah Ansharut Tauhid di Kendal 

Dilaporkan dari Kendal, Jawa Tengah, Mutaqqin, seorang ustaz Jamaah Ansharut Tauhid (JAT),  menjadi korban penganiayaan setelah menyampaikan khotbah Jumat, 23 November 2012. Penganiayaan itu terjadi lantaran warga Purwosari, Kendal itu dituduh menyampaikan materi ceramah tentang larangan tembakau. 

Penganiayaan terjadi pada malam harinya dan melibatkan puluhan warga. Sekitar 20 orang menggeruduk rumah Ustaz Mutaqqin. Mereka membuka paksa pintu dengan cara didobrak. Spontan Mutaqqin diseret keluar rumah dan dibawa ke rumah Kepala Dusun, yang bernama Utono.

Dalam perjanalan Mutaqqin dianiaya kurang lebih selama 15 menit. Sesampainya di rumah kepala dusun, Mutaqqin terbukti tidak menyampaikan isi ceramah yang dituduhkan warga sebelumnya. Namun, akibat penganiayaan itu, Mutaqqin mengalami gigi patah dan cedera di kepala bagian belakang.

Tahun 2011 Penyekapan dan Penganiayaan Ustaz di Makam Mbah Priok

Ustaz Nur Yusuf alias Ustaz Uci kritis setelah disekap lebih dari tiga hari di makam Mbah Priok, Koja, Jakarta Utara. Ustaz Uci disekap setelah berusaha membebaskan seorang santri yang sebelumnya telah disekap di dalam makam lebih dari satu minggu. Penyekapan itu dilatarbelakangi tuduhan santri itu telah mencuri uang ziarah makam oleh warga sekitar.

Ustaz Uci turut disekap warga lantaran dituduh menyuruh santri mencuri kotak amal itu. Pada saat penyekapan itu, Uci juga dianiaya yang mengakibatkan luka memar di seluruh wajah. Kedua tangan Uci dan rusuknya juga mengalami patah tulang. 

Baca: Orang Gila Menyusup ke Pesantren, MUI: Jangan Terprovokasi

Jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Priok akhirnya berhasil membebaskan ustaz dan santri itu setelah melalui negosiasi yang cukup panjang. Diketahui warga yang melakukan penyekapan adalah jemaah Gubah Al-Hadad makan Priok.

Tahun 1998 Pembantaian Ulama di Banyuwangi 

Kasus kekerasan terhadap ulama yang paling mencekam terjadi di Banyuwangi, Jawa Timur, pada tahun 1998. Sejumlah ulama dan guru-guru ngaji menjadi korban pembantaian oleh sekelompok orang yang disebut ‘ninja’. Kasus pembunuhan pertama terjadi pada Februari 1998 dan memuncak hingga Agustus dan September 1998.

Peristiwa ini berawal dari isu tentang dukun santet yang menebar keresahan. Kabarnya para ninja itu diutus oleh pihak tertentu untuk membunuh para dukun tersebut. Hal ini juga tersirat dalam pesan radiogram yang dikeluarkan Bupati Banyuwangi saat itu, HT Purnomo Sidik, yang menghimbau seluruh jajaran aparat pemerintahan dari camat hingga kepala desa untuk mendata orang-orang yang ditengarai memiliki ilmu hitam atau santet.

Adanya radiogram itu justru memperkeruh keadaan dan memancing warga untuk menghabisi sendiri orang-orang yang diduga dukun itu. Namun, ternyata yang berjatuhan menjadi korban sebagian besar bersalah dari kalangan ulama dan guru agama. Pada kasus ini, data jumlah korban memiliki dua versi, menurut data versi Pemkab Banyuwangi, sebanyak 115 ulama menjadi korban. Sementara menurut data Tim Pencari Fakta Nahdlatul Ulama korban tercatat sebanyak 147 orang. SM

Infografik Lima Daftar Kekerasan Ulama di Indonesia. Infografik: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Penulis: Aditia Tjandra
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500