ilustrasi Pemilu. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Daftar Kerusuhan Terkait Pilkada di Berbagai Daerah

Estimasi Baca:
Rabu, 27 Jun 2018 04:00:21 WIB

Kriminologi.id - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) digelar secara serantak hari ini, 27 Juni 2018. Penyelenggaraan pilkada menjadi ajang dan kesempatan bagi masyarakat di berbagai daerah untuk menggunakan hak pilihnya dalam memilih pemimpin daerahnya masing-masing.

Jalannya pesta demokrasi diharapkan dapat berjalan dengan semarak, aman, serta tenteram. Namun tidak dipungkiri konflik sering kali terjadi antara pendukung pasangan calon satu dan yang lainnya.

Pada penyelenggaraan pilkada tahun 2018 ini, Polri sempat menyebut ada lima wilayah rawan konflik. Kelima wilayah rawan penyelenggara pilkada itu adalah Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Maluku dan Papua.

Berdasarkan penelusuran Kriminologi.id, setidaknya lima aksi rusuh saat pilkada di berbagai daerah di Indonesia. Dua di antaranya terjadi menjelang penyelenggaraan pilkada serentak tahun 2018 ini.

1. Empat Lawang, Juni 2018

Di Empat Lawang, Sumatera Selatan, dua kubu tim sukses (timses) pasangan calon bupati pada gelaran pilkada 2018 terlibat bentrok. Bahkan, dari bentrokan yang terjadi, satu orang timses dari pasangan calon tewas karena mengalami luka tembak. Sementara tiga orang lainnya terluka.

Bentrokan terjadi saat acara buka puasa bersama yang diadakan oleh timses dari pasangan calon nomor urut 2 Joncik Muhammad-Yulius Maulana di Desa Padang Tepong, Kecamatan Ulu Musi, Empat Lawang, pada Selasa, 12 Juni 2018.

Tanpa sebab yang jelas, timses pasangan calon nomor urut 1 H David Hardiyanto-H Eduar Kohar dan timses pasangan calon nomor urut 2 terlibat bentrok saat bertemu. Salah seorang dari timses nomor urut 1 mengeluarkan senjata api dan melepaskan tembakan. Akibatnya, Beni, salah seorang anggota timses nomor urut 2 tewas lantaran mengalami luka tembak di wajah.

2. Sindereng Rappang, Februari dan April 2018

Menjelang gelaran pilkada pada 27 Juni 2018, tercatat sudah dua kali terjadi bentrokan antara pendukung dua calon bupati di Sindereng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan. Pilkada tersebut akan diikuti oleh dua kandidat calon bupati, yakni Fatmawati Rusdi-Abdul Majid dan Dollah Mando-Mahmud Yusuf.

Bentrokan pertama terjadi saat pengundian nomor urut pasangan calon pada Selsasa, 13 Februari 2018. Di depan Gedung DPRD Sidrap di Jalan Sudirman, Kecamatan Maritengngae, Sidrap, Sulawesi Selatan, dua pendukung bentrok, dan sejumlah kendaraan dirusak. Seorang pendukung calon bupati juga diamankan polisi karena terbukti membawa senjata tajam.

Bentrokan kedua terjadi di depan Kantor Panwaslu Sidrap, Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Maritengngae, pada Sabtu, 14 April 2018. Pendukung kedua calon terlibat aksi saling lembar batu. Dari bentrokan itu, beberapa calon pendukung mengalami luka-luka.

3. Intan Jaya Papua, Agustus 2017

Kerusuhan terjadi di Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, pada Rabu malam, 30 Agustus 2017. Kerusuhan tersebut terjadi setelah putusan Mahkamah Konstitusi terkait pilkada Intan Jaya yang memenangkan pasangan nomor urut 3, Natalis Tabudi-Yann Robert Kobogoyauw, sekaligus menganulir putusan KPU setempat yang sebelumnya memenangkan pasangan nomor 2, Yulius Yapugau-Yunus Kalabetme.

Akibat kerusuhan itu, sejumlah kantor pemerintahan dibakar massa, antara lain kantor Dinas Kesehatan, kantor Bappeda dan Badan Keuangan serta Aset Daerah setempat.

Bahkan, aksi tersebut berlanjut di hari berikutnya. Ribuan orang mendatangi Bandara Bilogai Sugapa pada Kmais, 31 Agustus 2017, dan menduduki bandara dengan membawa berbagai spanduk. Sejumlah penerbangan dari dan ke Sugapa dibatalkan.

4. Palopo, Maret 2013

Kerusuhan juga terjadi pada saat proses rekapitulasi perhitungan suara pilkada di Palopo, Sulawesi Selatan, pada 31 Maret 2013. Aksi rusuh tersebut juga disertai dengan sejumlah aksi pembakaran fasilitas pemerintah. 

Kerusuhan terjadi setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Palopo menetapkan pasangan Judas Amir-Ahmad Syarifuddin sebagai pemenang pilkada putaran kedua.

Proses rekapitulasi sebelumnya berjalan lancar dan normal, namun usai pengumuman pemenang, tiba-tiba massa yang diduga dari pasangan nomor urut 5, Haidar Basir-Tamrin, melakukan aksi rusuh dan mengamuk di kantor KPU.

Beberapa bangunan yang terbakar pada kerusuhan itu antara lain kantor Golkar Palopo, kantor Wali Kota Palopo, kantor Harian Palopo Pos, kantor Panwas Palopo, serta kantor Camat Wara Timur.

5. Tolikara, Februari 2012

Kerusuhan dua kelompok sebagai akibat dari konflik pilkada di Tolikara, Papua, pada Februari 2012 silam memakan korban jiwa hingga 11 orang. Selain itu, sejumlah rumah dan kantor partai politik pendukung calon juga dibakar.

Konflik antar kelompok di Kabupaten Tolikara, Papua, tersebut terjadi sejak 14 hingga 18 Februari 2012. Selain menewaskan belasan orang, pihak kepolisian setempat juga mengidentifikasi terdapat 201 orang yang mengalami luka berat maupun ringan. Dari seluruh korban, rata-rata terluka karena terkena panah.

Tidak hanya itu, kerusuhan juga berujung aksi pembakaran pada 121 rumah dan beberapa fasilitas perkantoran, termasuk kantor DPD Golkar dan Demokrat. AS

Penulis: Aditia Tjandra
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500